Ketentuan Pengiriman Tulisan tafsiralquran.id

Tafsiralquran.id menerima tulisan seputar kajian Al-Quran dan tafsir. Tulisan bisa dikirim ke email redaksi@tafsiralquran.id. Redaksi akan mengkonfirmasi maksimal tiga hari dari notifikasi penerimaan. Semua tulisan yang masuk akan diverifikasi oleh redaksi. Jika tulisan mengandung unsur plagiarisme, hoax, propaganda konflik SARA (Suku, Agama, Ras dan Adat), seksis dan ujaran kebencian maka secara otomatis akan tereliminasi. Selain itu, redaksi juga punya kebijakan sendiri untuk mengeliminasi di luar kriteria tadi. Tulisan yang diterima akan melalui proses editing terlebih dahulu oleh redaksi sebelum diterbitkan.

Ketentuan Pengiriman Tulisan:

  1. Naskah ditulis dalam 500-1000 kata
  2. Naskah dikirim melalui surel redaksi@tafsiralquran.id dalam format MS Word dengan subjek judul artikel
  3. Bagi Penulis/Kontributor yang baru pertama mengirim, silahkan mencantumkan biodata singkat dalam bentuk file tersendiri.
  4. Penulisan biodata harus mencakup; nama lengkap (tidak boleh nama samaran), foto profil pribadi, institusi, pekerjaan, dan minat kajian penulis. Sertakan juga alamat sekarang, nomor telepon, nomor rekening, dan akun media sosial (jika ada). Jika tidak menyertakan nomor rekening, maka kami tidak akan mengirimkan honorarium
  5. Panjang setiap paragraf/alinea adalah antara 200 hingga 300 karakter.
  6. Tulisan harus memperhatikan tata bahasa standar, mulai tanda-baca, huruf besar-huruf-kecil, dan penggunaan transliterasi yang benar. Kata-kata asing umumnya dibuat miring (italic).
  7. Bila dalam satu minggu tidak ada balasan dari redaksi, maka otomatis artikel yang dikirimkan ditolak dan boleh dikirimkan ke media lain.
  8. Setiap artikel yang terbit akan mendapatkan honorarium

Badan Tulisan

  1. Untuk tulisan Arab, misal ayat Al-Quran, hadis, kutipan tafsir yang berbahasa Arab dan doa harus ditulis berharakat. Selain itu sangat dianjurkan untuk berharakat.
  2. Khusus untuk konten yang berisi doa, selain ditulis dengan tulisan Arab, ditulis pula transliterasi dan terjemahannya. Tujuannya untuk membantu pembaca yang belum fasih membaca tulisan arab
  3. Kutipan langsung penafsiran yang berbahasa arab juga ditulis lengkap dengan terjemahannya.

Cetak Miring

  1. Bahasa lain selain bahasa Arab, jika berasal dari kutipan literal/harfiyah satu sumber (bukan paraphrase/menggunakan redaksi sendiri)
  2. Terjemahan dari kutipan bahasa asing
  3. Transliterasi latin terhadap bahasa yang tidak menggunakan huruf alfabet (aksara arab/aksara cina). Diprioritaskan untuk lafaz doa dan bacaan praktis untuk memudahkan pembaca
  4. Nama kitab
  5. Judul buku (baik ada tautan daring atau tidak)
  6. Judul artikel (baik ada tautan daring atau tidak)
  7. Nama jurnal, koran atau majalah

Referensi

  1. Semua rujukan dari kitab atau buku minimal disebutkan judulnya. Untuk halaman, jilid, lebih baik jika ada. Format penulisan rujukan: “Nama Kitab (nomor juz, halaman).” Tidak perlu mencantumkan penerbit, lebih baik menyertakan link unduhnya jka tersedia
  2. Untuk Alquran, wajib menyebutkan surat, nomor surat dan ayatnya dengan format “Nama surah [nomor surah]: ayat”. Contoh “….firman Allah Q.S. al-Fatihah [1]: 3”
  3. Untuk hadis, wajib menyebut sumber buku hadis yang dikutip (Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dsb) lalu menyebutkan sahabat atau tabiin yang menceritakan hadis yang dikutip. Sedang untuk terjemahannya, maka diakhirnya diikuti dengan keterangan (Hadis Riwayat atau yang disingkat dengan H.R. Bukhari, Ibnu Majah, an-Nasa’i atau yang lainnya)
  4. Untuk Alkitab atau Bible, maka wajib menyertakan nama kitabnya, nomornya dan nomor ayatnya. Contoh “….disampaikan dalam Kitab Kejadian. 2: 21-23”
  5. Untuk jurnal, koran atau majalah, minimal disebutkan judul dan nama jurnal, koran atau majalahnya. Untuk penyebutan volume, edisi dan halamannya disertakan juga lebih bagus. begitu juga dengan link unduhannya jika ada.
  6. Untuk rujukan dari video yang diunggah di platform youtube atau lainnya, wajib menyertakan tautannya. Demikian juga untuk semua rujukan yang memiliki tautan daring, sangat baik untuk disertakan karena dapat ditautkan oleh redaktur.

Catatan Penting

  1. Penulis dilarang mengirim satu tulisan pada saat bersamaan ke media lain. Penulis juga dilarang mengirimkan artikel yang pernah diterbitkan di media lain, baik media cetak maupun media online.
  2. Penyebaran tulisan di tafsiralquran.id diperkenankan selama menyebutkan nama penulis dan sumber tafsiralquran.id serta menyertakan pula link yang merujuk ke tafsiralquran.id. Miminal penayangan adalah seminggu setelah ditayangkan di website tafsiralquran.id