KHAZANAH

ReciteAura: Platform Muraja’ah Inklusif Berbasis Computer Vision dan BISINDO Avatar Guna Mengaktualisasikan Nilai Al-Qur’an pada Era Digital

(Artikel adalah pemenang juara 1 essai dalam kegiatan "Semarak IAT 2026" yang diselenggarakan oleh HMJ IAT UIN Walisongo Semarang) Pendahuluan Pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an di Indonesia...

Psikoterapi-Iman: Konsep Terapi Berbasis Al-Qur’an Sebagai Solusi Mental Health Pada Generasi MudaPeran Generasi Muda dalam Mengaktualisasikan Nilai Al-Qur’an Melalui Karya yang Berdampak

(Artikel adalah pemenang juara 3 essai dalam kegiatan “Semarak IAT 2026” yang diselenggarakan oleh HMJ IAT UIN Walisongo Semarang) Pendahuluan  Krisis kesehatan mental (mental health) kini...

Q-SHIELD: INTEGRASI NILAI TABAYYUN DALAM GAMIFIKASI LITERASI DIGITAL SEBAGAI KARYA YANG BERDAMPAK PADA GENERASI MUDA

(Artikel adalah pemenang juara 2 essai dalam kegiatan “Semarak IAT 2026” yang diselenggarakan oleh HMJ IAT UIN Walisongo Semarang) Pendahuluan Realitas peradaban hari ini tidak lagi...

Ibn ‘Aṭiyyah, Penyeimbang Poros Tradisi Tafsir Retoris dari Andalusia

Dalam sejarah tafsir Al-Qur’an, nama Abū Muḥammad ‘Abd al-Ḥaqq b. Ghālib b. ‘Abd al-Raḥmān b. ‘Aṭiyyah al-Andalusī (w. 541/1147) menempati posisi yang signifikan. Ia...

Dari Transmisi Pengetahuan Hingga Nasehat Politik: Anwār al-Tanzīl sebagai Otoritas Tradisi Ḥuzūr Dersleri di Kesultanan Utsmani

Bayangkan ketika sebuah majelis ilmu terjadi di dalam istana. Seorang sultan duduk sebagai pendengar, sementara para ulama terkemuka membicarakan ayat-ayat Al-Qur’an—melalui tafsir. Seorang “mukarrir”...

Maulid dan Warisan Nabi: Apa yang Tetap Hidup Setelah Beliau Wafat?

Setiap tokoh meninggalkan sesuatu ketika ia wafat. Rumah, lembaga, buku, atau nama besar mungkin menjadi jawabannya. Namun, pertanyaan itu menjadi lebih mendasar ketika diarahkan...

Ḥāshiyah sebagai Arsip Sejarah Intelektual: Antara al-Zamakhsharī dan al-Bayḍāwī dalam Sorotan al-Suyūṭī

Ketika membaca kitab tafsir klasik, perhatian kita sering tertuju pada teks utama, sementara catatan di pinggir halaman atau ḥāshiyah dianggap sekadar penjelas tambahan. Padahal,...

Kritik atas Integrasi-Interkoneksi dan Wajah Baru Studi Tafsir

Dalam dua dekade terakhir, hampir tidak ada paradigma yang lebih akrab dalam pengembangan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) di Perguruan Tinggi Keagamaan...

Mengapa al-Bayḍāwī Menyebut Tafsir sebagai Raja dari Ilmu-ilmu Agama?

Banyak orang menganggap tafsir hanyalah salah satu cabang keilmuan dalam Islam, yang sejajar dengan fikih, hadis, teologi (kalām), atau yurisprudensi (uṣūl al-fiqh). Pandangan semacam...

Tafsir sebagai Objek Riset dan Tantangan Hegemoni Barat

Di lingkungan akademik Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul ketika mahasiswa mempresentasikan proposal penelitian: "Teori apa yang digunakan?" Pertanyaan...