Beranda Tafsir Tematik Tafsir Surah Yusuf Ayat 9-10: Sifat Manusia dalam Rencana Saudara-Saudara Nabi Yusuf

Tafsir Surah Yusuf Ayat 9-10: Sifat Manusia dalam Rencana Saudara-Saudara Nabi Yusuf

Kisah Nabi Yusuf dan saudaranya terus berlanjut. Di ayat 9-10 diceritakan tentang rencana jahat saudara-saudara Nabi Yusuf, di sini juga digambarkan sedikit diskusi tentang rencana buruk mereka. Inilah kesalahan dan dosa saudara-saudara Nabi Yusuf yang direkam oleh Al-Quran. Bagaimana kelanjutannya, apakah mereka bertaubat dan diampuni oleh Allah? Berikut tafsir surah Yusuf ayat 9-10.

Surah Yusuf ayat 9-10 berikut penafsirannya:

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ (9) قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (10)

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik. [9] Seseorang di antara mereka berkata, “Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut sebagian musafir, jika kamu hendak berbuat.” [10] (Q.S Yusuf [12]: 9-10)”

Baca Juga: Tafsir Surah Yusuf Ayat 8: Awal Kedengkian Saudara-Saudara Nabi Yusuf

Kesalahan-kesalahan saudara-saudara Nabi Yusuf dan diterimanya taubat mereka

Nabi Yusuf mendapatkan kasih sayang lebih dari ayahnya daripada saudara-saudara lainnya. Hal itulah yang membuat saudara-saudaranya iri dan dengki kepadanya, mereka ingin menjauhkan Nabi Yusuf dari ayahnya, sehingga perhatian ayahnya tertuju kepada mereka. Untuk merealisasikan keiginan tersebut, mereka berunding dan memiliki dua pilihan. Pilihan itu dengan cara membunuh Nabi Yusuf atau membuangnya ke suatu tempat.

Seperti pendapat As-Sam’ani dalam Tafsir al-Qur’an, maksud ayat 9 adalah membunuh Yusuf atau membuangnya ke tempat yang banyak hewan buasnya, agar Yusuf dimangsa. Pendapat lain mengatakan bahwa tempat membuang Nabi Yusuf tidak harus banyak binatang buasnya yang penting dapat menjauhkan Yusuf dari ayahnya. Dengan begitu kasih sayang ayah mereka tertuju kepada mereka.

Pernyataan di akhir ayat 9 “dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik” mengisyaratkan bahwa setelah tindakan mereka tersebut, saudara-saudara Nabi Yusuf menyadari kesalahan mereka dan bertaubat. Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengkonfirmasi hal ini.

As-Sam’ani mengutip pendapat kelompok Ahlussunnah, ia menafsirkan bahwa frasa di akhir ayat 9 tersebut juga  menunjukkan bahwa orang yang membunuh dengan sengaja (salah satu dari dosa besar) sekalipun, selama ia mau bertaubat dan menyesali perbuatannya, Allah akan mengampuni dan menerima taubat mereka.

Dalam tafsir surah Yusuf ayat 9-10 ini, Muhammad bin Ishaq sebagaimana dikutip As-Sam’ani merinci kesalahan-kesalahan yang dilakukan saudara-saudara Nabi Yusuf, yaitu memutus silaturahim, durhaka kepada orang tua, kurangnya kasih sayang pada yang lebih muda yang tidak punya dosa, tidak setia pada amanah, menghianati perjanjian, berbohong kepada orang tua.

Masalah ini banyak disampaikan oleh beberapa mufassir, di antaranya As-Samarqandi dalam Bahrul Ulum. Ia menjelaskan bahwa setelah kejadian itu saudara-saudara Nabi Yusuf termasuk orang-orang yang bertaubat, bahkan menurut para hukama’ inilah seorang mukmin, yang menyiapkan taubat sebelum maksiat. Al-Qusyairi juga menuturkan sebuah pendapat dalam Lathaaiful Isyaaraat bahwa mereka tidak pandai lari dari jalan Allah secara total karena mereka telah merencanakan untuk kembali sebelum melakukan perbuatan jahat mereka, dan ini merupakan sifat orang yang mempunyai pengetahun pada Allah swt.

Memang tidak kecil kesalahan yang diperbuat oleh saudara-saudara Yusuf tersebut, namun tetap saja ampunan Allah tetap lebih luas. Dengan demikian, tidak berarti bahwa orang yang pernah melakukan perbuatan jahat, ia akan menjadi jahat selamanya, kasih saying Allah tidak pernah tertutup. Untuk merasakan terangnya siang, terkadang kita harus melewati gelap gulitanya malam terlebih dahulu.

Baca Juga: Tafsir Surah Yusuf Ayat 7: Belajarlah dari Kisah Nabi Yusuf!

Saudara-saudara Nabi Yusuf masih ragu akan rencana mereka

Tafsir surah Yusuf ayat 9-10 berlanjut. Khususnya di ayat 10, disampaikan bahwa saudara-saudara Nabi Yusuf memiliki dua pilihan untuk menyingkirkan Yusuf, membunuh atau membuangnya. Salah satu dari mereka memberikan solusi untuk membuangnya saja ke dasar sumur dan seorang musafir akan menemukannya.

Menurut As-Sam’aani, mayoritas ulama berpendapat bahwa yang memberikan solusi adalah Yahudza, anak yang paling pintar bukan yang paling tua, anak dari ibu Liya. Yahudza tidak setuju saudara-saudaranya melakukan perbuatan dosa besar dengan membunuh adiknya sendiri, Nabi Yusuf. Ia kemudian mengusulkan untuk hanya membuangnya ke dasar sumur, dengan harapan para musafir akan menemukan serta membawa Nabi Yusuf.

Di akhir ayat ada catatan, ‘jika kalian tetap berniat melakukan hal itu’. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya mereka pun masih ragu dengan apa yang akan diperbuat oleh mereka, dan mereka gelisah. Meskipun demikian, dalam lanjutan ceritanya, mereka tetap melakukannya.

Di antara dua pilihan yang mereka punya, membunuh atau hanya membuang Nabi Yusuf ke suatu tempat, yang dirasa paling tepat oleh mereka adalah membuangnya karena tujuan dari saudara-saudara Yusuf ini mengalihkan kasih sayang sang ayah kepada mereka, bukan menghilangkan Yusuf dari dunia.

Tafsir surah Yusuf ayat 9-10 kali ini memberi pelajaran, bahwa sifat manusia itu antara lain berbuat salah dan dosa. Namun demikian, tetap ingat bahwa Allah maha Pengasih dan Pemaaf, yakinlah Allah selalu menerima taubat seorang hamba, selama orang tersebut mau menyesalinya. Selain itu, khususnya di tafsir ayat 10, kita seakan diingatkan bahwa tindakan yang membawa pada kejelekan dan dosa itu akan membuat pelakunya tidak tenang dan gelisah.

Semoga kita termasuk orang yang terus mendapat petunjuk dan bertaubat dari salah dan dosa kita. Amin. Wallahu a’lam bis shawab.

Karimullah
Mahasiwa Ilmu Hadis UIN Sunan Ampel Surabaya
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Air: Anugerah Ilahi dan Etika Manusia Terhadapnya

0
Air adalah anugerah Ilahi yang diturunkan ke muka bumi, kekayaan yang berharga dan warisan penting bagi generasi mendatang. Maka sejatinya kita harus mensyukuri segala...