Beranda Khazanah Al-Quran 7 Etika Yang Harus Diperhatikan Ketika Bergaul dengan Al-Quran

7 Etika Yang Harus Diperhatikan Ketika Bergaul dengan Al-Quran

Kita sudah tahu semua bahwa Al-Quran adalah firman-firman (kalimat-kalimat) Allah Swt yang amat suci. Karena itu, tidak mengherankan kalau Allah menyebut Al-Quran itu sebagai Al-Qur’an al-Karim (Kitab Yang Mulia), Al-Quran al-‘Azhiim (Kitab Yang Agung), dan al-Kitab al-‘Aziiz (الكتاب العزيز/ Kitab Yang Mulia). Atas kemuliaannya ini, ketika kita bergaul dengan Al-Quran, maka ada etika-etika (akhlak-akhlak) yang harus ditunaikan untuk Al-Qur’an sebagai wujud memuliakan Al-Qur’an.

Ulama telah menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan oleh seseorang ketika bergaul dengan Al-Quran. Pendapat Imam al-Hulaimy dalam kitabnya al-Minhaj fi Syu’abil Iman dan Imam al-Zarkasyi dalam kitab al-Burhan fi Ulum al-Quran disimpulkan sebagai berikut:

  1. Disunnatkan bagi seseorang untuk membaca Al-Quran dalam keadaan suci, berwudhu, dan suci dari junub dan haid. Hal ini bisa kita lihat dari amanat Al-Quran sebagaimana tercantum dalam Surat al-Waqi’ah ayat 79. 
  2. Disunnatkan bagi seseorang yang hendak membaca Al-Quran, untuk membersihkan mulutnya, dari bau mulutnya, seperti dengan bersikat gigi atau lainnya. Kita tentu kurang senang bila mulut kita tidak sedap kemudian berbicara dengan orang lain. Apalagi ketika kita hendak berdialog dengan Allah Swt, tentu tidak elok bukan? 
  3. Disunnatkan bagi seseorang yang hendak membaca Al-Qur’an agar menghadap ke kiblat. Menghadap ke kiblat sebagaimana ketika kita hendak shalat. Artinya, kita memang sungguh-sungguh hendak beribadah dan siap untuk menghadap Allah Swt. 
  4. Disunnatkan bagi seseorang yang akan membaca Al-Quran hendaknya dengan membaca sesuatu tajwidnya. Dalam kitab-kitab ilmu tajwid seperti tuhfatul Athfal dan Matan al-Jazariyah, diterangkan bahwa hukum membaca Al-Quran dengan tajwid adalah wajib. Oleh karenanya, sudah semestinya orang yang belum bisa, belajar ilmu tajwid dan belajar menerapkannya. 
  5. Pada saat membaca Al-Quran hindarkan diri Anda dari perbuatan yang bersifat main-main, seperti tertawa-terawa, berbicara yang bukan-bukan, atau ucapan-ucapan yang tidak senonoh. Membaca Al-Quran adalah ibadah yang serius, seyogyanya kita menghindari hal-hal yang main main. 
  6. Disunnatkan untuk membaca Al-Qur’an dengan suara yang bagus, suara yang merdu. Selain belajar ilmu tajwid, dianjurkan untuk belajar ilmu tilawah yakni ilmu yang mengajarkan irama bacaan al-Quran. 
  7. Makruh hukumnya memutuskan bacaan Al-Qur’an lantaran berbicara-bicara dengan seseorang. 

Baca Juga: Inilah 4 Keutamaan Membaca Al Quran dalam Pandangan Hadis

Dari tujuh etika bergaul dengan Al-Quran di atas, semuanya adalah etika yang patut dilaksanakan. Bagi seorang Muslim, bergaul dengan Al-Quran adalah cara untuk memahami dan berdialog dengan Allah Swt. Sudah sepatutnya kita menerapkan etika tersebut. 

Semoga kita dapat bergaul dengan Al-Quran dengan pergaulan yang baik sesuai dengan etika yang telah disebutkan di atas.

Ahmad Thib Raya
Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran (PSQ)
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Dasar legalitas badal haji

Dasar Legalitas Badal Haji

0
Baru-baru ini, Kemenag memberi pernyataan akan memberikan badal haji pada jemaah Indonesia yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji. Hal ini menyusul kabar adanya...