Beranda Khazanah Al-Quran Al-Qur’an Terjemah Bahasa Bali Pertama: Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali

Al-Qur’an Terjemah Bahasa Bali Pertama: Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali

Bali sudah tak diragukan lagi oleh keragaman masyarakat dan budayanya. Wilayah yang berjulukan “Pulau Seribu Pura” ini tentu tak pernah habis menarik perhatian khalayak. Walapun sebagai minoritas, muslim di Bali memiliki posisi yang strategis. Hal ini ditandai dengan adanya Al-Qur’an terjemah bahasa Bali yang masih jarang disentuh para akademisi.

Berbicara tentang khazanah keislaman, Al-Qur’an tentu menjadi hal yang tak pernah bisa dipisahkan oleh penganutnya. Al-Qur’an menjadi pedoman kehidupan sekaligus sumber utama umat muslim. Namun di sini timbul pertanyaan, “apakah setiap orang dapat memahami makna Al-Qur’an yang berbahasa Arab?” Jawabannya sudah tentu tidak.

Baca juga: Tafsir Surah Al-Isra Ayat 72: Balasan di Akhirat bagi Orang yang Buta Hatinya

Masyarakat Indonesia, khususnya Bali, terkendala dalam memahami bahasa Arab, apalagi bahasa Al-Qur’an. Oleh karena itu, H. Ahmad Iwan Darmawan alias I Wayan Rupa Mengwi mengambil peluang ini sebagai langkah untuk membumikan Al-Qur’an di “Pulau Dewata”.

Menurut Islah Gusmian, dalam Khazanah Tafsir Indonesia: dari Hermeneutika hingga Ideologi, sejarah penafsiran maupun penerjemahan Al-Qur’an di Nusantara sudah dilakukan oleh para ulama sekitar empat abad yang lalu.

Kita mengenal Tafsir Tarjuman Mustafid karya Abd Rauf Singkel, kemudian Tafsir Faid Ar-Rahman karya Muhammad Soleh Ibn Umar Al-Samarani atau Mbah Soleh Darat, dan masih banyak karya ulama Nusantara lainnya. Semua tafsir tersebut tentu ditujukan untuk memudahkan masyarakat memahami Al-Qur’an dan sebagian besar menggunakan istilah lokal untuk memudahkan penyampaian maknanya.

Berbeda dengan Bali, sekalipun Islam sudah eksis sejak abad ke 15, keberadaan Al-Qur’an terjemah Bahasa Bali sangat jarang diketahui oleh masyarakat. Namun pada tahun 2017, Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI 2014-2019) meluncurkan Al-Quran Terjemah Bahasa Bali. Dari info yang penulis temukan, KH. Mustafa Al-Amin (salah satu tim penerjemah Al-Qur’an Terjemah Bahasa Bali) menyatakan bahwa karya ini merupakan Al-Quran Terjemah Bahasa Bali pertama yang pernah ada.

Baca juga: Tafsir Surah Abasa Ayat 1-10: Kesamaan dalam Islam Menurut Wahbah Al-Zuhaili

Namun penulis menemukan fakta menarik bahwa Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali merupakan Al-Qur’an terjemah bahasa Bali yang lebih awal dari yang diinisiasi oleh Kementrian Agama. Terbukti karya I Wayan Rupa Mengwi ini sudah 28 tahun lebih tua, tepatnya pada tahun 1989. Hanya saja, Al-Qur’an karya H. Ahmad Iwan Darmawan ini masih asing di telinga masyarakat.

Profil H. Ahmad Iwan Darmawan (I Wayan Rupa Mengwi)

Iwan Darmawan lahir di Denpasar pada 26 Desember 1937 dari pasangan I Made Rengkung dan I Nyoman Regug. Ia hanya memiliki adik bernama I Made Pasek. Iwan Darmawan hidup di lingkungan beragama Hindu. Beliau memeluk Islam pada tahun 1961 dan berbaiat sebagai anggota Jamaah Ahmadiyah Indonesia.

Semasa kecil, Ia tidak memiliki latar belakang pendidikan pesantren ataupun dalam bidang Al-Qur’an dan tafsir. Iwan Darmawan dididik untuk memiliki rasa penasaran yang besar oleh ayahnya dengan selalu mengajaknya belajar dan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat guna memperdalam keilmuannya. Iwan Darmawan merupakan lulusan dari sekolah farmasi yang bertugas menjadi mubaligh di Lombok kala itu.

Baca juga: Berikut Ini Adalah Cara Meraih Kebahagiaan Menurut Al-Quran

Karya-karya beliau antara lain; Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali, Kutipan-kutipan Saking Al-Qur’an Suci Ring Bahasa Bali, Singkatan Isi Surah-surah Kitab Suci Al-Qur’an, dan beberapa kitab lainnya. Tiga karya beliau yang penulis sebut berkaitan dengan Al-Qur’an. Hanya saja, sekali lagi, karya-karya beliau tidak dikenal luas oleh masyarakat.

Ket. Foto H. Ahmad Iwan Darmawan alias I Wayan Rupa Mengwi bersama istri
Ket. Foto H. Ahmad Iwan Darmawan alias I Wayan Rupa Mengwi bersama istri

Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali

Iwan Darmawan menyusun Al-Qur’an terjemah ini dalam rangka memperingati satu abad Jamaah Ahmadiyah Internasional pada tahun 1989.  Karya ini diterbitkan oleh Islam International Publications Limited Islamabad, Sheephatch Lane, Tilford, England dan dicetak oleh Percetakan YWD, Jakarta. Adapun yang di tangan penulis ini merupakan edisi kelima tahun 2007.

Baca juga: Tiga Fungsi Pokok Al-Quran [3]: Makna Al-Furqan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 185

Kitab yang terdiri dari 305 halaman ini berisi 7 juz Al-Qur’an yang mencakup 5 surah yaitu: Al-Fatihah, Al-Baqoroh, Ali Imron, An Nisa, dan Al-Maidah. Sampulnya berwarna hijau gelap dan hanya terdapat tulisan judul dan pengarang. Adapun kertas yang digunakan ialah HVS dan isinya ditulis menggunakan mesin ketik. Sistematika penulisannya dengan meletakkan ayat al-Qur’an di bagian kanan dan terjemahnya dalam bahasa Bali di bagian kiri kertas.

Ket. Foto salah satu halaman dari Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali.
Ket. Foto salah satu halaman dari Cakepan Suci Al-Qur’an Salinan Ring Basa Bali.

Refrensi yang digunakan oleh Iwan Darmawan yaitu Al-Qur’an Terjemah dan Tafsir Singkat karya Jamaah Ahmadiyah Indonesia. Dalam prosesnya, Iwan Darmawan tidak menggunakan metode yang rumit. Ia hanya melihat keterkaitan makna yang terdapat dalam refrensi berbahasa Indonesia kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Bali.

Ket. Foto cover Al-Qur’an Terjemah dan Tafsir SIngkat Jamaah Ahmadiyah Indonesia.
Ket. Foto cover Al-Qur’an Terjemah dan Tafsir SIngkat Jamaah Ahmadiyah Indonesia.

Validitas kesesuaian terjemah yang dilakukan oleh Iwan Darmawan ini perlu dikaji lebih jauh dan tentu memerlukan riset yang mendalam. Jika ditilik dari ranah akademis, Al-Qur’an ini tentu tidak memenuhi kriteria, baik dari pengarangnya maupun kontennya. Namun di sisi lain, sebagai wilayah yang mayoritas beragama Hindu, Al-Qur’an ini menjadi penanda bahwa muslim di Bali turut andil menyumbangkan khazanah Al-Qur’an di Nusantara. Wallahu a’lam.

Efri Arsyad Rizal
: S1 Ilmu Al Qur'an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang. : Khazanah Keislaman Bali; Sejarah, Budaya, Agama, dan Relasi Muslim-Hindu Bali.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Monopoli

Isyarat Larangan Monopoli Ekonomi dalam Al-Quran

0
Dalam mewujudkan perekonomian yang sehat, Islam mengingatkan agar setiap individu tidak mengindahkan prinsip-prinsip fundamental mengenai kemaslahatan orang banyak, diantaranya adalah kehalalan dan tidak mengambil hak...