Beranda Ulumul Quran Apa Makna Kata Walidayn? Berikut Penjelasannya ...

Apa Makna Kata Walidayn? Berikut Penjelasannya …

Secara bahasa makna kata walidayn (وَالِدَيْنِ) adalah bentuk ganda (mutsanna) dari kata wālid (وَالِدٌ). Kata wālid (وَالِدٌ) adalah bentuk tunggal laki-laki, yang berarti “seorang orang tua laki-laki, yaitu seorang ayah.” Bentuk gandanya adalah wālidān-i (وَالِدَانِ) atau wālidayn (وَالِدَيْنِ), yang berarti “dua orang tua laki-laki, dua ayah.” Bentuk jamaknya adalah wālidūn-a (وَالِدُوْنَ) atau wālidīn-a (وَالِدِيْنَ), yang berarti “orang-orang tua laki-laki, ayah-ayah.”

Bentuk mu’annats (perempuan) dari kata wālid (وَالِدٌ) adalah wālidah (وَالِدَةٌ), yang berarti “seorang orang tua perempuan, yaitu seorang ibu.” Bentuk gandanya adalah wālidatān-i (وَالِدَتَانِ) atau wālidatayn (وَالِدَتيْنِ), yang berarti “dua orang tua perempuan, dua orang ibu.” Jamaknya adalah wālidāt-un (وَالِدَاتٌ) yang berarti “orang-orang tua perempuan, ibu-ibu.”

Kata di atas adalah bentuk isim fa’il (kata yang menunjuk pelaku, yang melakukan pekerjaan) dari kata kerja walada (وَلَدَ). Kata kerja وَلَدَ berarti “melahirkan, mengasuh, dan membesarkan.” Dari makna kata kerja ini dapat diketahui bahwa kata wālid (وَالِدٌ) berarti “seseorang yang melahirkan, mengasuh, dan membesarkan.” Kata walidayn (وَالِدَيْنِ) dalam bentuk ganda bebarti “dua orang yang melahirkan, dua orang yang mengasuh, dan dua orang yang membesarkan.” Dari kata kerja ini pula terbentuk kata-kata yang lain, seperti walad (وَلَدٌ), yang berarti “anak.” Jamaknya adalah awlaad (أولاد).

Jadi, hakikat makna kata walidayn (وَالِدَيْنِ) yang dikaitkan dengan kata birr (بر) dalam istilah بِرُّ الْوَالِدَيْنَ itu adalah “dua orang, ayah dan ibu, yang melahirkan dari kandungan ke alam dunia, lalu mengasuhnya dari suatu masa hingga masa yang lain, dan membesarkan dari kecil hingga masa tertentu.” Jadi, yang ditekankan pada kata wālidayn (وَالِدَيْنِ) itu adalah usaha dan upaya yang telah dilakukan oleh kedua orang tua, ayah dan ibu, yang telah melahirkan, yang telah mengasuh, dan telah membesar seorang anak. Jadi, wālidayn (وَالِدَيْنِ) dalam pengertian ini adalah khusus, yaitu kedua orang tua, ayah dan ibu kandung.

(Baca juga: Hakikat Makna Birr dalam Al Quran)

Selain dari pengertian di atas, kata walidayn (وَالِدَيْنِ), yang merupakan bentuk ganda dari kata wālid (وَالِدٌ), juga digunakan untuk makna yang bersifat umum, dengan pengertian-pengertian sebagai berikut:

  1. Kedua orang tua yang tidak melahirkannya, tetapi mengasuhnya, dan membesarkannya (ayah atau ibu asuh).
  2.  Kedua orang tua yang tidak melahirkannya, tetapi mengasuhnya dan membesarkannya (ayah tiri dan ibu tiri).
  3. Kedua orang tua yang tidak melahirkannya, tetapi megasuhnya dan mendidiknya sehingga menjadi manusia yang terdirik (ibu dan ayah yang mendidik, seperti guru, dosen, pembimbing, promotor, dll.)

Dapat disimpulkan bahwa makna kata walidayn (وَالِدَيْنِ) mencakup 1) kedua orang tua kandung, yang telah melahirkan, mengasuh, membesarkan, dan mendidiknya hingga menjadi dewasa atau 2) kedua orang yang dipandang sebagai orang tua, yang meskipun tidak melahirkannya, tetapi telah berjasa dalam mengasuh, mendidik, dan membesarkannya hingga menjadi manusia dewasa, manusia yang berilmu, manusia berakhlak mulia, dan manusia yang terdidik.

Oleh sebab itu, Anda berkewajiban untuk berbuat baik tanpa batas, kepada siapa saja yang telah berjasa kepada Anda dalam melahirkan, mengasuh, membesarkan, mendidik, mengajar, membimbing sehingga Anda menjadi manusia dewasa, terdidik, dan bermanfaat. Sebab, tanpa mereka, Anda tidak akan pernah menjadi apa-apa.

Demikian hakikat makna makna kata kata walidayn (وَالِدَيْنِ) dalam konteks birrul-wālidayn (بِرٌّ الْوَالِدَيْنِ). Semoga bermanfaat. Aamiin. Wallaahu a’lam bi al-shawaab.

Ahmad Thib Raya
Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran (PSQ)
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Surah An-Nur ayat 26

Surah An-Nur Ayat 26: Penjelasan Ayat dan Konsep Jodoh

0
Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan begitu pula sebaliknya. Kita tentu familiar dengan kaidah ini. Kaidah ini diambil dari ayat Alquran Surah...