Beranda Tafsir Tematik Makna Hijrah dalam Al-Quran

Makna Hijrah dalam Al-Quran

Hari ini, Kamis 20 Agustus 2020 umat Islam di dunia memasuki tahun baru 1442 Hijriah. Demi merayakan tahun baru Hijriyah, mari kita melakukan refleksi seputar ini. Yang menjadi perhatian saya adalah makna kata hijrah. Bagaimana kita memahami makna hijrah dalam Al-Quran? Artikel ini sedikit banyak akan mengulas soal makna hijrah dalam al-Quran.

Perhitungan tahun berdasarkan peredaran bulan terhadap bumi ini dimulai dari perjalanan Hijrahnya Nabi Muhamad Saw dari Mekah ke Yastrib (Medinah) pada tahun ke 13 Kenabian yang bertepatan dengan tahun 624 Masehi. Penetapan kalender Hijriyah baru dilakukan ditahun ke 16 Hijriah oleh Khalifah Umar bin Khattab atas usulan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

(Baca Juga: Peristiwa Sejarah Apa Saja di Bulan Muharram)

Akhir-akhir ini istilah Hijrah seolah hanya sekedar orang yang lepas dari metode Mazhab menjadi orang yang mengikuti Metode Manhaj. Atau istilah mereka sebagai pengikut Sunnah. Padahal dalam berbagai ayat di dalam Al-Quran Hijrah bermakna refleksi/muhasabah/evaluasi/assessment, sebuah langkah paling penting dalam sebuah aktivitas manusia,organisasi atau bahkan negara.

Dalam Q.S At-Taubah [9]: 20 Allah Swt berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”

Makna dari beriman kepada Allah adalah memiliki visi atau tujuan hanya kepada Allah. Caranya dengan menjalankan semua perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya, terutama dalam mencapai visi menuju Allah

Petunjuk dan arahan tentang misi atau pelaksanaan untuk mencapai visi besar menuju Allah telah tersedia mulai dari awal hingga akhir surat Al-Quran. Masih ditambah lagi dengan tuntunan dari ratusan ribu hadis serta atsar sahabat dan ulama.

Visi ini berlandaskan pada dua prinsip. Pertama, bila telah menyelesaikan sebuah tugas maka bersegeralah menyelesaikan tugas berikutnya. Kedua hanya kepada Allah hendaklah engkau meminta pertolongan. Kedua prinsip ini ada dalam Q.S As-Syarh [94]: 7 – 8 “faidzaa faraghta fanshab wa ilaa Rabbika farghab.”

Kata “hajaru” atau hijrah dalam makna kedua At-Taubah 20 itu adalah melakukan evaluasi atau refleksi terhadap visi atau tujuan. Termasuk di dalamnya perencanaan dan misi atau pelaksanaan nya dari ikrar keimanan yang kita lakukan.

Kesemuanya yakni ikrar keimanan yang didalamnya mengandung visi misi dan pelaksanaan nya beserta hajaru atau evaluasi dilakukan dengan sungguh-sungguh (jahadu). Semakin sungguh-sungguh kita dalam berkorban melakukan langkah-langkah aamanu- haajaru maka Allah Swt menjanjikan kita derajat yang tinggi dan menjadi orang-orang yang menang.

Jadi, marilah kita sambut tahun Baru 1442 Hijriah dengan mengevaluasi diri kita masing-masing. Apa saja yang sudah kita lakukan selama hidup kita. Apa yang masih kurang yang harus kita tingkatkan, baik dalam hubungan antara kita dengan Allah maupun hubungan antara kita dengan sesama. Bahkan hubungan kita dengan alam disekitar kita. Wallahu A’lam.

Saleh Ismail Mukadar
Anggota DPRD Jawa Timur Periode 2004 - 2014
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

0
Ketika menjadi pemimpin, seseorang hendaknya memiliki kepribadian yang baik dan mampu memimpin anggotanya dengan baik pula. Selain itu, pemimpin juga seringkali dituntut dapat mengambil...