Beranda Kisah Al Quran Doa Al-Quran: Doa Agar Memiliki Keturunan dari Nabi Zakaria

Doa Al-Quran: Doa Agar Memiliki Keturunan dari Nabi Zakaria

Bagi setiap pasangan memiliki keturunan merupakan suatu anugerah dan amanah yang sangat besar. Terkadang karena begitu besarnya keinginan memiliki keturunan, pasangan suami istri harus menempuh berbagai cara. Selain ikhtiar-ikhtiar medis, pasangan suami istri perlu untuk mengamalkan doa agar memiliki keturunan dari Nabi Zakaria sebagaimana tercantum dalam Al-Quran.

Dikisahkan bahwa Nabi Zakaria As. dan istrinya telah lama ingin memiliki anak. Hingga masa-masa senja, mereka tidak pula diberikan keturunan. Menurut riwayat Ibnu Abbas sebagaimana dikutip oleh Fakhruddin ar-Razi dalam Kitab Mafatih al-Ghayb usia Nabi Zakaria pada waktu itu berusia 100 tahun dan istrinya berusia 99 tahun.

Dengan hati yang khusyu’, makrifat, dan penuh permohonan, Allah Swt mengabulkan doa Nabi Zakaria dan istrinya. Pasangan ini dianugerahi keturunan salih yang kemudian mewarisi kesalihan dan perjuangan dakwah bapaknya. Anak itu bernama Yahya bin Zakariya, yang nantinya juga diberikan amanah Kenabian. (Baca juga: Doa Al Quran: Doa untuk Keteguhan Hati)

Kisah dan Doa agar memiliki keturunan dari Nabi Zakaria ini dapat ditemukan dalam Q.S al-Anbiya [21]: 89-90:

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْداً وَأَنْتَ خَيْرُ الْوارِثِينَ () فَاسْتَجَبْنا لَهُ وَوَهَبْنا لَهُ يَحْيى وَأَصْلَحْنا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كانُوا يُسارِعُونَ فِي الْخَيْراتِ وَيَدْعُونَنا رَغَباً وَرَهَباً وَكانُوا لَنا خاشِعِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika berdo’a kepada Tuhannya, ‘Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.’ Maka Kami kabulkan (do’a)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan, dan mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami.”

Selain berdoa kepada Allah Swt dengan doa nabi Zakaria. Perlu dicatat bahwa dalam ayat di atas dijelaskan dengan tegas bahwa Nabi Zakaria dan istrinya adalah hamba-hamba Allah yang bersegera dalam kebaikan, berdo’a dengan harap, cemas, dan khusyuk. Artinya selain mengamalkan doa Nabi Zakaria, pasangan yang menginginkan keturunan juga perlu mencontoh akhlak Nabi Zakaria dan istrinya, kesalihan mereka dan berdoa dengan penuh kekhyusuyan.

Wallahu A’lam.

Wildan Imaduddin Muhammad
Dosen Tafsir UIN Jakarta dan Redaksi tafsiralquran.id
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Dasar legalitas badal haji

Dasar Legalitas Badal Haji

0
Baru-baru ini, Kemenag memberi pernyataan akan memberikan badal haji pada jemaah Indonesia yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji. Hal ini menyusul kabar adanya...