Beranda Tafsir Tematik Inilah Potret Perayaan Maulid Nabi dalam Al-Quran

Inilah Potret Perayaan Maulid Nabi dalam Al-Quran

Nabi Muhammad saw adalah potret manusia yang luhur, agung, berakhlak mulia dan berhati samudra. Al-Quran telah mengabarkan bahwa Muhammad, namanya tersohor sejak ia belum dilahirkan. Al-Quran juga memotret beberapa kisah bahagia tentang kabar bahagia atas kelahiran Nabi. Inilah salah satu bentuk perayaan maulid Nabi dalam Al-Quran.

Taurat dan Injil menceritakan secara detail wujud, sifat dan kebesaran Nabi yang akan datang di akhir zaman. Hal ini terbukti dengan pengakuan Rahib Buhaira yang menyatakan tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad yang ia peroleh dari kitab Injil. Hal ini disinggung dalam Surat al-Shaff: 6 yang menceritakan bahwa kenabian Nabi Muhammad saw telah disiarkan beritanya sejak awal.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِين

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”.

Dalam ayat tersebut Nabi Isa memberi kabar gembira atas petunjuk dari Allah kepada Bani Israil bahwa akan datang seorang Rasul yang bernama Ahmad. Sebelum Nabi dilahirkan, kabar ini sangat menggembirakan bagi Bani Israil waktu itu.


Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Umat Islam Harus Mengenal Rasulullah SAW


Riwayat seputar kelahiran dan akhlak Nabi Muhammad saw

Hadis yang diriwayatkan ‘Arbadh bin Saariyah yang dikutip oleh at-Thabari, ia mendengar Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku telah ditetapkan Allah sebagai Khotam al-Nabiyyin, sesungguhnya Adam diciptakan dari tanah yang ada di bumi, dan aku telah dikabarkan kepada kalian sebelumnya; dalam doa Nabi Ibrahim, dan kabar kembira atas kedatanganku kepada Nabi Isa, keduanya melihat seperti yang dilihat ibuku, sebagaimana ibu para Nabi sebelumnya. Mereka melihat ketika aku dilahirkan tampak cahaya yang sangat terang hingga ke istana-istana di Syam.“

Semua Nabi dan kaumnya diberikan kabar gembira bahwa akan datang Nabi yang sempurna dan menjadi Nabi terakhir yaitu Muhammad saw. Semua Nabi dan kaumnya bergembira akan kedatangan Nabi Muhammad. Rasulullah saw diberikan Nama Muhammad karena diciptakan dengan bentuk yang sempurna dan dipuji oleh semua orang (mahmud).

Seluruh perbuatan dan akhlak Rasulullah selalu mencerminkan hal yang harus dipuji. Selain itu, dalam Tafsi Ruh Al-Bayan dijelaskan bahwa nama Muhammad juga merupakan Af’al al-Tafdhil yang memiliki makna mubalaghah yang berarti dipuji di dunia dan di akhirat. Dipuji di dunia karena kemanfataan ilmu dan hikmahnya, dipuji di akhirat karena hanya Nabi Muhammad satu-satunya Nabi yang bisa memberikan syafa’at kepada umatnya.

Selain mengabarkan nama, riwayat seperti berikut juga menyingung tentang tugas kenabian Muhammad saw. Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im Rasulullah saw bersabda: Aku memiliki Nama Muhammad juga bernama Ahmad dan aku adalah Hashir yang mengumpulkan umat manusia dibawah komandoku, dan aku adalah al-Mahi yang menghapus kekufuran kepada Allah dan aku adalah Nabi terakhir.


Baca Juga: Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 21: Nabi Muhammad Saw Adalah Suri Tauladan Bagi Manusia


Perayaan Maulid Nabi dalam Al-Quran

Sebelum Nabi dilahirkan kegembiraan semua kaum untuk menantinya telah digambarkan dalam berbagai literatur sejarah. Sebagaimana penantian pendeta Buhaira yang melihat tanda-tanda kenabian dalam diri Nabi di masa kanak-kanak. Pernyataan ini dipertegas dengan firman Allah dalam surat AL-Fath: 29

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Dengan demikian, beberapa riwayat di atas seakan mengabarkan bahwa Al-Quran pun merayakan maulid Nabi. Yaitu dengan memberikan kabar gembira kepada seluruh umat Nabi sebelumnya.

lebih jelas lagi, potret perayaan maulid Nabi dalam Al-Quran antara lain dengan memberikan kabar gembira kepada para Nabi terdahulu dan kaumnya. Selain itu, Al-Quran juga memerintahkan kita untuk selalu bershalawat kepada Nabi disetiap saat dan kesempatan. Bahkan Allah, Para malaikat pun bershalawat kepada Nabi (QS. Al-Ahzab [33]: 56). Meski harus dipahami bahwa shalawat yang diberikan kepada Nabi dari Allah merupakan bentuk kasih dan sayang Allah kepada Nabi.

Perintah bershalawat kepada Nabi juga merupakan bukti bahwa Al-Quran mengajak kita untuk selalu berbahagia, meneladani dan mengikuti ajaran Nabi. Kebahagiaan ini bisa kita wujudkan pula dengan perayaan-perayaan yang lain meski dengan cara yang berbeda.


Baca Juga: Ikutilah Nabi Muhammad Saw Niscaya Allah Mencintai Dirimu


Shalawat kepada Nabi merupakan bentuk cinta dan kerinduan yang harus diungkapkan. Selain itu, membaca shalawat akan memberikan efek positif bagi pembacanya baik secara jasmani maupun ruhani, baik di akhirat maupun di dunia.

Keutamaan shalawat lainnya disampaikan oleh Abu Hurairah RA dalam sebuah hadis. Nabi bersabda: Janganlah Kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, bersholawatlah kepadaku karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada (HR. Abu Dawud No. 2044)

Demikian berarti Al-Quran sedari awal telah mengajak kita untuk merayakan maulid Nabi setidaknya dengan ikut berbahagia atas kelahiran Nabi dan juga dengan senantiasa membaca shalawat kepadanya. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa Al-Quran pun merayakan kehadiran Nabi dengan bentuknya sendiri. Inilah Perayaan maulid Nabi dalam Al-Quran.

Wallahu A’lam

Shofia elmizan
Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya, aktif di CRIS (Center for Research and Islamic Studies) Foundation
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

0
Ketika menjadi pemimpin, seseorang hendaknya memiliki kepribadian yang baik dan mampu memimpin anggotanya dengan baik pula. Selain itu, pemimpin juga seringkali dituntut dapat mengambil...