Beranda Ulumul Quran Kategorisasi Makharij al-Huruf Menurut As-Syathibi

Kategorisasi Makharij al-Huruf Menurut As-Syathibi

Setelah mengetahui pengertian dasar Makharij al-Huruf, saat ini kita akan membahas tentang pembagiannya. Sebagaimana telah dijelaskan tentang riwayat yang masyhur dalam ilmu Tajwid di Indonesia sebelumnya. Sehingga pada artikel ini akan terlebih dahulu mengacu kepada pendapat ِAs-Syathibi.

Pembagian Makharij al-Huruf menurut As-Syathibi

Secara garis besar, as-Syathibi mengkategorikan Makharij al-Huruf dalam empat bagian. Keempat bagian ini kemudian dispesifikasi menjadi empat belas tempat keluarnya huruf. Berikut adalah spesifikasi tersebut berdasarkan pemaparan ad-Dani dalam at-Tahdid fi al-Itqon wa at-Tajwid yang menggunakan thariq syathibiyyah.

  • al-Halq (Tenggorokan)

Pada bagian anggota tubuh ini, as-Syathibi membaginya dalam tiga tempat dengan tujuh huruf di dalamnya.

  1. Tenggorokan atas: ء (Hamzah), ا (Alif), ه(Ha).
  2. Tenggorokan tengah, ع(‘Ain) dan ح(Cha)
  3. Tenggorokan bawah: غ (Ghain) dan خ (Kh)
  • al-Lisan (Lidah)

Terdapat sepuluh Makharij al-Huruf pada bagian lidah. Di dalamnya mengandung empat belas huruf.

  1. Lidah bagian atas yang bersentuhan dengan langit-langit mulut, menghasilkan bunyi huruf ق (Qof)
  2. Lidah bagian atas yang bersentuhan dengan langit-langit mulut, namun sedikit di bawah makhraj huruf qaf, menghasilkan bunyi huruf ك (Kaf)
  3. Lidah bagian tengah yang bersentuhan dengan langit-langit mulut bagian tengah. Pada makhraj ini terdapat tiga huruf, yaitu huruf ج (Jim), ش (Syin), dan ي (Ya’)
  4. Bagian antara ujung lidah dan bagian dalam gigi seri atas, tepatnya agak menyentuh langit-langit muulut bagian atas merupakan makhraj dari huruf ط (Tha’) dan ت (Ta) dan د (Dal)
  5. Persentuhan antara ujung lidah dengan sebagian sisi tengah gigi seri atas merupakan makhraj dari huruf ظ (Dho), ذ (Dzal) dan ث (Tsa)
  6. Persentuhan antara ujung lidah dengan gigi seri atas merupakan makhraj dari huruf ص (Shad) dan ز (Zai) dan س (Sin)
  7. Ujung lidah bersentuhan dengan bagian atas langit-langit mulut dan sedikit pada gigi seri atas, dan juga disambungkan dengan pangkal hidung apabila pada posisi diidghamkan, merupakan makhraj huruf ن (Nun)
  8. Satu bagian dengan huruf Nun, namun lebih jelas dan cepat inhiraf(pergerakann)nya, yakni huruf ر (Ra’)
  9. Bagian awal sisi lidah disentuhkan dengan gigi geraham, boleh kiri atau kanan merupakan makhraj dari huruf ض (Dhod)
  10. Bagian sisi lidah bawah isentuhkan dengan langit-langit mulut bagian atas menghasilkan huruf ل (Lam)

Baca Juga: Pengertian Makharijul Huruf dalam Ilmu Tajwid dan Pembagiannya Menurut Ulama

  • As-Syafatain (Dua bibir)
  1. Bibir bagian dalam yang disentuhkan pada ujung-ujung gigi seri atas akan menghasilkan makhraj huruf ف (Fa’).
  2. Gerakan antara dua mulut a merupakan makhraj huruf و (Wawu), م (Mim), ب (Ba’).
  • At-Tanwin

Maksud dari Tanwin dalam hal ini terletak pada pangkal hidung. Makhraj ini khusus untuk نۡ (Nun sukun) yang didahului huruf yang ringan dibaca oleh bibir.

Contoh pada huruf yang digarisbawahi di Surat al-Kahfi ayat 34

أَنَا۠ أَكۡثَرُ مِنكَ مَالࣰا وَأَعَزُّ نَفَرࣰا

Contoh pada Surat at-Taubah ayat 43

عَفَا ٱللَّهُ عَنكَ

Makharij al-Huruf penting untuk diketahui dan dipelajari. Sebab merupakan salah satu faktor utama seseorang membaca al-Qur’an dengan benar. Walaupun lisan kita tidak sefasih Rasulullah SAW, namun tidak ada salahnya untuk mempelajari dan mempraktekkannya. Wallahu a’lam

Rahma Vina Tsurayya
Alumni Ilmu Alqur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

0
Ketika menjadi pemimpin, seseorang hendaknya memiliki kepribadian yang baik dan mampu memimpin anggotanya dengan baik pula. Selain itu, pemimpin juga seringkali dituntut dapat mengambil...