Beranda Ulumul Quran Makna Kata Birr dan Derivasinya

Makna Kata Birr dan Derivasinya

Mulai hari ini kita akan membahas satu topik mengenai “Birrul-wālidayn.” Dengan tema besar ini, saya akan menguraikan secara panjang-lebar berbagai hal yang berkaitan dengan tema ini, mulai dari pengertian kata Birr dan derivasinya, lalu kata al-walidayn hingga hal-hal yang terkait dengan aspek ini.

Saya awali uraian saya mengenai tema ini dengan membahasa makna dan pengertian kata Birr (بر) baik secara etimologi maupun secara terminologi. Lalu saya akan membahas pengertian Walidayn, baik secara etimologi maupun dalam pengertian istilah. Setelah itu, saya akan kemukakan pembahasan-pembahan yang terkait dengan “birrul-walidayn,” dalam perspektif Al-Qur’an maupun dalam perspektif hadis.

Kata Birr (بِرُّ), secara bahasa adalah bentuk kata benda yang berakar dari kata kerja bentuk lampau Barra (بَرَّ). Bentuk sekarang (مضارع) adalah yabarru (يَبَرُّ) dan yaburru (يَبُرُّ). Bentuk dasarnya adalah barran (بَرًّا) dan barratan (بَرَّةً).

Kata kerja barra (بَرَّ) memiliki beberapa arti, yaitu:
1. Berarti “taat, berbakti, berbuat sopan kepada seseorang.” Seperti بَرَّ الْوَلَدُ وَالِدَيْهِ artinya: “Anak itu taat, berbakti, dan berbuat sopan kepada kedua orang tua.”
2. Berarti “benar, tidak dusta.” Seperti: بَرَّ الرَّجُلُ فِيْ قَوْلِهِ Artinya: “Laki-laki itu benar dalam ucapannya.”
3. Berarti “menerima (mengabulkan) kebaikan.” Seperti: بَرَّ اللهُ الصَّلاَةَ. Artinya: “Allah menerima ibadah salat.”
4. Berarti “banyak berbuat baik.” Seperti, بَرَّ الرَّجُلُ. Artinya: “Orang itu banyak berbuat baik.”

Dari beberapa pengertian yang disampaikan di atas dapat disimpulkan bahwa kata “barra” (بَرَّ), selalu menunjuk kepada pengertian kebaikan.

Kemudian kata kerja “barra” (بَرَّ) memiliki bentuk kata dasar (masdar), yaitu “barran” (بَرًّا). Kata ini memiliki banyak pengertian, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda yang berarti “kebaikan, kebajikan, ketaatan.” Kata ini digunakan satu-satunya oleh Al-Qur’an di dalam QS. Maryam [19]: 32:
    وَبَرَّۢا بِوَٰلِدَتِي وَلَمۡ يَجۡعَلۡنِي جَبَّارٗا شَقِيّٗا
    Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
  2. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada orang, yang berarti “seorang yang saleh.” Jamaknya adalah أَبْرَارٌ.
  3. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada orang, yang berarti “seorang yang bersih dari noda dan kesalahan.” Jamaknya adalah أَبْرَارٌ.
  4. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada orang, yang berarti “seorang yang benar dalam ucapannya (orang yang tidak berdusta).” Jamaknya adalah أَبْرَارٌ.
  5. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada orang, yang berarti “seorang yang berbuat kebajikan, yang banyak berbuat kebajikan.” Jamaknya adalah أَبْرَارٌ.
  6. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada orang, yang berarti “seorang taat, patuh, dan tunduk.” Jamaknya adalah أَبْرَارٌ.
    Kata الأبرار digunakan oleh Al-Qur’an sebanyak 5 kali, di antaranya terdapat di dalam QS. Ali Imran [3]: 193: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.
  7. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada nama Allah, yaitu الْبَرُّ yang berarti “Allah Yang Maha Berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya.” Kata ini hanya disebut 1 kali di dalam Al-Qur’an, yaitu QS. al-Tur [52]: 28.
  8. Kata “barrun” (بَرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda yang berarti “daratan.” Kata ini disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak 12 kali., di antaranya di dalam QS. Al-Rum [30]: 41. Jamaknya adalah بُرُوْرٌ (daratan-daratan).

Kata kerja “barra” (بَرَّ) tidak hanya memiliki bentuk kata dasar (masdar), yaitu “barran” (بَرًّا), tetapi juga bentuk kata “birrun” (بِرٌّ). Sebagaimana halnya kata “barrun”, kata “birrun” (بِرٌّ) juga memiliki banyak pengertian, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda yaituالصِّدْقُ فِي الْيَمِيْنِ yang berarti “kebenaran dalam ucapan dan sumpah =.”
2. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu الطاعة yang berarti “ketaatan, kepatuhan terhadap sesuatu atau seseorang =”
3. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu الصَّلاَحُ yang berarti “kesalehan, kebaikan, dan kemaslahatan.”
4. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu الْخَيْرُ yang berarti “kebikan, kebajikan, sesuatu yang lebih baik.”
5. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu اللُّطْفُ dan الشَّفَقَةُ yang berarti “belas kasih, kasih sayang.”
6. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu الاتساع في الاحسان yang berarti “kebaikan yang banyak, yang luas.”
7. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu فُؤَادٌ yang berarti “hati, nurani.”
8. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu وَلَدُ الثَّعْلَبِ yang berarti “anak musang.”
9. Kata “birrun” (بِرٌّ) dapat menunjuk kepada kata benda, yaitu فَأْرٌ yang berrati “tikus.”

Demikian makna kata kerja barra dan beberapa derivasinya, baik secara harfiah maupun secara konteks. Semoga kita dapat memahaminya dengan baik. Aamiin. Wallaahu a’lam bi as-shawaab.

Ahmad Thib Raya
Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran (PSQ)
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Empat Fungsi Gramatika dalam Pemahaman Ayat Alquran

Empat Fungsi Gramatika dalam Pemahaman Ayat Alquran

0
Pemahaman Alquran berawal dari susunan kalimat yang ditampilkannya. Alquran berbahasa Arab, di dalamnya memuat rangkaian fungsi kalimat dengan ragam bentuk kalimat. Setiap fungsi kalimat...