Beranda Khazanah Al-Quran Mengenal Kamus Fathurrahman, Memudahkan Melacak Kosakata Dalam Al-Quran

Mengenal Kamus Fathurrahman, Memudahkan Melacak Kosakata Dalam Al-Quran

Bila anda mendengar lantunan sebuah ayat Al-Quran yang menurut anda menarik, lalu ingin mempelajari maknanya atau penjelasannya dalam kitab tafsir, namun sayangnya anda tidak tahu itu surat apa dan ayat berapa. Parahnya, anda hanya hafal satu atau dua kosakata dalam ayat tersebut. Atau malah, hanya ingat akar kata dari salah satu kosakata dalam ayat tersebut, lupa persisnya bentuk kata yang digunakan dalam ayat yang dilantunkan tersebut. Di saat seperti ini kamus Fathurrahman bisa menjadi solusinya.

Daripada anda hanya bisa terdiam sembari kebingungan pada siapa anda bisa bertanya, sebab anda hanya ingat ayat tersebut secara sepotong-sepotong. Bermodal satu akar kata saja anda bisa melacak ayat tersebut lewat kamus Fathurrahman.

Kamus ini memang cukup istimewa. Membuat setiap ayat dalam Al-Quran dapat dilacak tidak hanya lewat kata yang disebutkan ayat itu saja, tapi juga lewat akar kata dari kata yang tercantum dalam ayat tersebut. Berikut profil singkat serta teknis pemakaian kamus ini:

Baca Juga: Kata-Kata Asing dan Cikal Bakal Kamus Al-Quran

Sekilas tentang Kamus Fathurrahman

Kamus Fathurrahman memiliki nama lengkap Fathurrahman Li Thalibi Ayatil Qur’an. Kamus ini disusun oleh ‘Alami Zadah Faidullah Al-Hasani Al-Muqaddasi, yang oleh Az-Zirikli dalam Kitab Al-A’lam dicatat wafat setelah tahun 1324 H atau 1905 M. ‘Alami Zadah adalah seorang ulama’ yang berasal dari Al-Quds, Palestina. Az-Zirikli juga menyatakan bahwa Kamus Fathurrahman disebar luaskan tahun 1323 H dan merupakan karya yang cukup penting dalam kajian sejenisnya (Al-A’lam/5/168).

Pada cetakan Al-Ahliyah, Bairut, Kamus pelacak kosa kata Al-Quran terdiri dari sekitar 500 halaman dengan pendahuluan cukup panjang dari penulisnya. Di situ ia menceritakan panjang lebar perjalanan intelektualnya yang kemudian memiliki ide untuk menyusun Kamus Fathurrahman. Di antaranya adalah kegelisahannya terhadap karya-karya di masanya yang disusun untuk memudahkan melacak suatu ayat di dalam Al-Quran, tapi kenyataannya memiliki kelemahan-kelemahan.

Baca Juga: Kosa Kata Bahasa Asing dalam Al-Quran

Teknis Pemakaian Kamus Fathurrahman

Hal yang dibutuhkan tatkala membuka Kamus Fathurrahman adalah kosakata yang hendak kita cari ayat lengkapnya. Kamus ini hampir mirip dengan Kamus Al-Munawir, dimana pelacakan terpusat pada bentuk fiil madhi dari setiap kosakata yang hendak dilacak. Oleh karena itu, pembaca Kamus Fathurrahman juga harus tahu fiil madhi dari kosakata yang hendak dicari di dalam Al-Quran. Setelah itu baru mencari kosakata yang dimaksud dalam deretan kosakata-kosakata yang masih satu akar kata di bawahnya.

Kamus Fathurrahman terbagi atas beberapa bab yang mengikuti urutan sesuai urutan huruf hijaiyah. Bab pertama tentu saja hamzah atau alif. Bab ini menyuguhkan daftar kosakata-kosakata berbentuk fi’il madhi yang berawalan hamzah atau alif di dalam Al-Quran.

Tidak hanya itu, setiap kosakata berbentuk fiil madhi disebutkan bersama kosakata-kosakata lain yang masih satu akar kata. Semisal dalam bab hamzah disebutkan kata  اتي  maka di bawah kata tersebut juga disebutkan kosakata lain yang masih satu akar kata yang juga kebetulan disebutkan di dalam Al-Quran.

Misalnya kata اَتَيْتَ, يَأْتي, dan يَأْتِيْنَ. Sampai di sini dapat dipahami, pembaca hendaknya mengusai ilmu gramatikal Arab berupa perubahan suatu kata dari satu bentuk shighat ke shighat yang lain, atau biasa disebut dengan ilmu Shorof.

Baca Juga: Multi Meaning dalam Kosakata al-Qur’an

Di bawah kosakata tersebut kemudian disebutkan rumus nama surat disertai nomor tertentu sebagai petunjuk dari nomor ayat yang mengandung kosakata tersebut. Tidak hanya itu, di belakang nomor tersebut juga disebutkan bunyi ayatnya secara singkat.

kamus fathurrahman huruf hamzah
kamus fathurrahman huruf hamzah

Dalam gambar di atas, kolom paling kanan, dapat dilihat bahwa kosakata اتيا-اتيت-اتت-اتى terdapat di antaranya dalam surat  نح yang tak lain merupakan rumus dari Surat An-Nahl, dan di ayat satu serta berbunyi اتى امر الله. Selanjutnya kata tersebut juga ada dalam surat طه  yang merupakan rumus dari Surat Thaha, ayat 60 dan ayat 69.  Untuk daftar rumus-rumus nama surat bisa di lihat di awal kamus tersebut, yang juga diurutkan berdasarkan urutan huruf hijaiyah (Fathurrahman/3).

Meski karya ‘Alami Zadah Faidullah adalah kamus yang secara keseluruhannya menggunakan Bahasa Arab, tapi bagi yang kurang menguasai Bahasa Arab bisa juga menggunakannya dengan mudah. Asal dapat memahami teknis pemakaiannya, serta sedikit penguasaan terhadap ilmu shorof.

Kamus Fathurrahman tidak mengharuskan pembacanya memahami arti setiap kosakata Arab yang dicantumkannya. Pembaca cukup mengetahui rumus nama suratnya. Setelah itu akan ditunjukkan di surat apa, ayat berapa dan dengan bunyi bagaimana kosakata tersebut disebutkan di dalam Al-Quran.

Muhammad Nasif
Alumnus Pon. Pes. Lirboyo dan Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga tahun 2016. Menulis buku-buku keislaman, terjemah, artikel tentang pesantren dan Islam, serta Cerpen.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

kedudukan guru menurut tafsir surah Hud ayat 88

Kedudukan Guru Menurut Tafsir Surah Hud Ayat 88

Seorang guru dengan kapasitasnya sebagai pengajar dan pendidik merupakan salah satu nilai inti (core value) dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, memahami definisi, kedudukan,...