Beranda Khazanah Al-Quran Perbedaan Jumlah Surah dalam Alquran di Masa Sahabat

Perbedaan Jumlah Surah dalam Alquran di Masa Sahabat

Alquran adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat penyampai wahyu, yaitu Jibril. Tentu seperti yang telah kita ketahui, di dalam Alquran, terdapat beberapa surah, ribuan ayat dan jutaan huruf.

Kita bahas terlebih dahulu tentang apa itu surah? Surah adalah bagian dari Alquran yang memuat beberapa ayat -paling sedikit berjumlah tiga ayat-.

Dalam Ulumul Qur’an, terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa jumlah surah dalam Alquran ada 116 surah, 114 surah, 113 surah, dan 112 surah. Perbedaan jumlah surah dalam Alquran terjadi karena pada saat itu, para sahabat memiliki mushaf pribadi dengan nama yang dinisbahkan kepada mereka. Sahabat tersebut antara lain: Abdullah Ibn Mas’ud, Ubay bin Ka’ab, Ali bin Abi Thalib, Umar bin Khattab, Hafsah binti Umar, Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Salamah, Abdullah nin ‘Amr, dan Abdullah bin Zubair.

Baca juga: Ragam Sumber Penyalinan Mushaf Alquran

Dalam mushaf Ibn Mas’ud, terdapat 112 surah, sebab, di dalam mushhafnya tidak ditulis al-Mu’awwidzatain (surah Alfalaq dan Annaas). Ada beberapa orang yang mengatakan bahwasannya Abdullah Ibn Mas’ud tidak mencantumkan al-Mu’awwidzatain ini karena bukan termasuk salah satu kitabullah. Demikianlah, pendapat para Imam termasuk Imam Nawawi, Ibnu Hazim, Qadhi Abu Bakar.

Qadhi Abu Bakar dalam pendapatnya menyatakan:  “Tidak benar Ibnu Mas’ud menolak dua surah tersebut sebagai bagian dari Alquran. Beliau memang menghafalnya. Hanya saja, beliau menolak menuliskannya karena menurutnya yang tertulis dalam Alquran hanya yang diperintahkan oleh Nabi saw. untuk menulisnya. Sedangkan beliau tidak menemukan tulisan 2 surah tersebut dan Nabi pun tidak memerintahkan untuk menuliskannya. (Kuliah Ulumul Qur’an, hlm.73).

Kemudian, di dalam mushaf sahabat lain yaitu Ubay bin Ka’ab terdapat 116 surah. Karena beliau menuliskan dua surah tambahan di akhir mushaf, yaitu surah al-Hafdu dan al-Khulu’. Muhammad bin Nashr al-Maruzi mengeluarkan sebuah riwayat di dalam Kitab al-Shalah, dari Ubay bin Ka’ab, bahwa dia dulu mebaca Qunut dengan dua surah, kemudian dia menyebut keduanya, dan pernah menulis kedua surah dalam mushafnya.

Baca juga: Genealogi Kajian Tafsir di Kawasan Yaman: Masa Nabi dan Sahabat (1)

Ibnu al-Dhurais menuturkan dari Ahmad bin Jamil al-Maruzi, dari Abdullah bin Mubarak, dari Ajlah, dari Abdullah bin Abdur Rahman, dari ayahnya ia berkata: “Di dalam Mushaf Ibnu Abbas ada qira’ah Ubay dan Abu Musa: “Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka, wa nutsni ‘alaikal khaira wa la nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk.’ Di dalamnya terdapat ‘Allahumma iyyaka na’bud, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas’a wa nahfid, nakhsya ‘adzabak, wa narju rahmatak, inna ‘adzabaka bil kuffari mulhiq’.”

Kemudian pada riwayat lain, dari Imam al-Baihaqi, terdapat sebuah riwayat dari jalan periwayatan Sufyan al-Tsauri, dari Ibnu Juraij, dari Atha’, dari Ubaid bin Umair yang berkata: sesungguhnya Umar bin Khattab membaca doa Qunut setelah rukuk: “Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma inna nasta’inuka wa nastaghfiruka, wa nutsni ‘alaikal khaira wa la nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk.’ Di dalamnya terdapat ‘Allahumma iyyaka na’bud, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas’a wa nahfid, nakhsya ‘adzabak, wa narju rahmatak, inna ‘adzabaka bil kuffari mulhiq.” Demikian para ulama yang lainnya ada yang menukil dari mushaf Ubay bahwa Alquran terdiri dari 116 surah, padahal yang betul 115 karena surah Quraisy dan Alfiil termasuk satu surah. (al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, terj., juz 1, hlm. 253).

Ada berberapa pendapat juga yang mengatakan bahwa jumlah surah dalam Alquran itu sebanyak 113. Kenapa? Karena dikatakan bahwasannya surah Alanfal dan Bara’ah merupan satu surah.

Baca juga: Kekhawatiran Ulama Era Awal Terhadap Modifikasi Mushaf Al-Qur’an

Ibnu Asytah mengeluarkan sebuah riwayat dari Ibnu Luhai’ah, dia berkata, “Mereka berkata bahwa sesungguhnya (surah) Bara’ah itu termasuksurah Yas-alunaka (Alanfal), dan sesungguhnya ‘Bismillahirrahmanirrahmim’ tidak ditulis di awal surah Bara’ah, karena surah Bara’ah termasuk surah Yas-alunaka (Alanfal).” (al-Itqan fi Ulum al-Qur’an, terj. juz 1, hlm. 251).

Kemudian, ada riwayat yang mengatakan, ada seorang sahabat yang menanyakan kepada Ali bin Abi Thalib tentang alasan surah Bara’ah tidak dituliskannya ‘bismillahirrahmanirrahim’ di dalamnya. Ali mengatakan karena basmalah itu (memberikan rasa) aman, sedangkan Bara’ah itu turun dengan pedang.

Perbedaan tersebut yang telah dijelaskan, karena mushaf pribadi para sahabat yang dinisbahkan kepada namanya sendiri dan dalam tartib surah. Akan tetapi, jumlah yang masyhur atau yang telah disepakati oleh para ulama yaitu 114 surah yang telah di sepakati oleh para penulis lembaran-lembaran mushaf zaman kekhalifahan Utsman bin Affan. Tentu, adanya perbedaan jumlah surah pada Alquran di antara para sahabat bukan berarti mereka itu mengada-ngada ataupun membuat hal baru. Perbedaan tersebut semata sebagai bukti bahwa pengumpulan Alquran dalam bentuk mushaf-mushaf para sahabat adalah hasil ijtihad dari mereka sendiri dan apa yang mereka dengar dari Rasulullah saw. Wallahu a’lam.

Zahroh Surya Nuroniah
Mahasiswa Institut PTIQ Jakarta
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Khaleel Ur Rahman Chishti: Pegiat Nidzam al-Qur’an Era Modern

0
Nidzam al-Qur’an adalah kajian dalam penafsiran Alquran yang memfokuskan pada aspek koherensi susunan atau struktur surah. Kajian nidzam al-Qur’an atau kestrukturan dalam Alquran ini...