Beranda Ulumul Quran Perbedaan Pendapat Tentang Lafaz Basmalah Sebagai bagian Alquran

Perbedaan Pendapat Tentang Lafaz Basmalah Sebagai bagian Alquran

Tatkala membaca Alquran seringkali kita menemukan lafaz basmalah di setiap pembukaan surat. Ini wajar, karena dalam Islam ada anjuran untuk menyebut nama Allah Swt setiap kali memulai hal yang baik termasuk membaca surah Alquran. Salah satu hadis Nabi mengingatkan, Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillah’, maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahannya. Akan tetapi apakah basmalah termasuk bagian dari Alquran?

Kurang lebih ada dua model basmalah dalam Alquran bila dipandang dari segi tata letaknya. Yakni bismillah yang berada di pertengahan surat dan bismillah yang ada di pembukaan/awal surat. Untuk bagian yang pertama ulama sepakat bahwa bismillah termasuk bagian dari surat. Misalnya bismillah yang disebutkan di ayat ke 30 surat an-Naml, bunyinya:

اِنَّهٗ مِنۡ سُلَيۡمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِۙ

Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Baca Juga: Surah Al-Baqarah Ayat 221: Hukum Nikah Beda Agama

Untuk bagian yang kedua yakni basmalah yang berada di awal surat, ulama berbeda pendapat apakah termasuk bagian Alquran atau tidak. Pendapat pertama mengatakan bahwa bismillah yang berada di awal surat bukanlah bagian dari surat. Akan tetapi peletakannya memiliki makna dan tujuan khusus, yaitu sebagai petunjuk awal surat, pembukaan, nagalap berkah, atau pemisah antara surat satu dengan surat lainnya.

Alasannya karena tidak ada riwayat sarih yakni hadis yang menunjukkan bahwa basmalah termasuk ayat dari al-Quran. Pendapat ini disampaikan oleh Imam Malik, ulama Basrah, beberapa pengikut Hanafi, dan satu riwayat milik Imam Ahmad.

Pendapat kedua berpendapat bahwa basmalah yang berada di awal surat bukan bagian dari al-Qur’an, keculi basmalah yang tertulis di awal surat al-Fatihah. Alasannya karena dalam surat Fatihah tertulis bersamaan dengan tulisan bismillah. Selain itu, dalam suatu riwayat disebutkan, tatkala Ummi Salamah ditanya mengenai bacaan fatihahnya Nabi saw, Ummi Salamah menjawab bahwa bacaan Beliau dimulai dari basmalah. Ulama yang berpendapat seperti ini di antaranya, Sa’id bin Jubair (salah satu ulama salaf), para para alQuran dan fikih di  Makkah, ulama Kufah, Imam Syafii, satu Riwayat milik Imam Ahmad, Riwayat dari Ishaq, Abu Ubaid, dll.

Hanya saja, dalil dari pendapat kedua ini mudah sekali dibantah, karena praktik bacaan Fatihah Nabi Saw yang dimulai dari basmalah, tidak melazimi bahwa basmalah merupakan bagian dari al-Fatihah. Kalau pun semisal kita menerimanya, seharusnya basmalah tidak hanya bagian dari ayat al-Fatihah saja, melainkan juga bagian ayat dari semua surat yang ada. Bukankan semua ayat dimulai dengan basmalah?

Pendapat ketiga menyatakan bahwa basmalah merupakan bagian dari setiap  surat. Alasannya karena tulisan yang termaktub secara mutawatir di mushaf-mushaf tertulis dan menampilkan bacaan basmalah. Alasan lainnya, dalam suatu hadis diceritakan, tatkala Nabi Saw tidur ringan kemudian beliau tersenyum . Setelah ditanya oleh salah satu sahabat, Beliau menjawab bahwa baru saja wahyu datang kepadanya. Kemudian Nabi Saw membaca surat alKautsar yang dimulai dari lafad bismillah.

Beberapa ulama yang berpendapat seperti ini anatara lain: Mazhab Syafii (pendapat yang masyhur), satu riwayat milik imam Ahmad, Sufyan assaury, Abdullah bin Mubarak, dll. Konon pendapat ini dinukil dari riwayatnya Ibn Abbas, Ibn Umar, Ibn Zubair, Abi Hurairah, Atha’, Thaus, Said ibn Jubair, Zuhry, dll.

Pendapat terakhir mengatakan bahwa basmalah merupakan bagian ayat tersendiri. Pendapat ini berdasarkan ijma’, di mana para sahabat ketika menulis al-Qur’an, mereka tidak lupa mencantumkan kata bismillah di setiap awal surat. Alasan lainnya, berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa Nabi mendaku tidak mengetahui batas akhir atau awal dari surat hingga turunnya lafaz basmalah.

Baca Juga: Tafsir Surah At-Taubah Ayat 28: Benarkah Non-Muslim Dilarang Masuk Masjid?

Dengan demikian, Hadis ini mengindikasikan bahwa basmalah merupakan bagian dari ayat yang fungsinya untuk memisah surat-surat. Beberapa ulama yang berpendapat seperti ini di antaranya: Imam Ahmad, pendapat masyhur dari mazhab Hanafi, Muhammad Hasan al-Syaibany, Daud ad-Dohiry, dll, [al-Lubab fi Tafsir alIsti’aadzh wa al-Basmalah wa fatihah al-Kitab, 103; al-Mausuah al-Fiqhiyyah, 02/2890; Tafsir Ayat al-Ahkam, 01/41 ].

Intinya, ulama sepakat bahwa basmalah atau bismillahirrahmanirrahim merupakan lafad sakral dan dibaca setiap kali hendak melakukan hal baik termasuk ketika membaca Alquran. Hanya saja, apakah basmalah termasuk potongan ayat dari surat-surat yang ada? Selain lafaz basmalah yang tertulis di  surat an-Naml ayat ke-30 ulama masih berbeda pendapat.

Fathul Qorib
Mahasantri Ma'had Aly Situbondo
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Hukum Menikah dengan Tunasusila dalam Islam

Hukum Menikah dengan Tunasusila dalam Islam

0
Salah satu aspek kehidupan yang tak luput dari aturan agama adalah urusan pernikahan. Bukan hanya membahas terkait bagaimana membangun rumah tangga yang baik, syariat...