Beranda Rekomendasi Buku-Buku Sirah Nabawiyyah yang Penting Diketahui

Rekomendasi Buku-Buku Sirah Nabawiyyah yang Penting Diketahui

Tidak terasa kita sudah mendekati penghujung bulan Rabiul Awwal. Rabiul Awwal termasuk bulan istimewa bagi umat Islam karena diyakini sebagai bulan kelahiran Penghulu Para Nabi, yaitu Nabi Muhammad saw.

Sebagian kalangan umat Islam memeriahkan bulan ini dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menambahkan rasa cinta umat kepada Nabinya. Terlepas dari perdebatan hukum merayakan maulid dengan cara-cara tertentu, kita jelas dianjurkan untuk selalu mempertebal kecintaan kita kepada beliau.

Karena kecintaan kepada beliau akan memotivasi kita untuk semakin meneladani akhlaknya, menghidupkan sunahnya, serta melanjutkan estafet perjuangannya.

Di antara cara menumbuhkan dan mempertebal kecintaan tersebut ialah dengan mengenang sejarah hidup serta perjuangan beliau mendakwahkan Islam di Jazirah Arab 14 abad silam.

Untuk itu, melalui tulisan ini, penulis hendak memberikan lima rekomendasi buku yang bisa menjadi sumber bacaan mengenai sirah nabawiyyah. Buku-buku ini juga bisa menjadi referensi yang otoritatif untuk dirujuk dalam karya-karya akademik. Sebagai berikut:

Baca juga: Dalil Maulid Nabi dalam Al-Quran (1): Surah Yunus Ayat 58

Lima rekomendasi buku sirah nabawiyyah

  1. Sirah Ibnu Hisyam

Buku ini termasuk referensi sirah nabawiyah tertua yang berhasil ditemukan hingga saat ini. Dalam studi sejarah, sumber yang paling otoritatif adalah yang paling dekat dengan kejadian sejarah tersebut. Oleh karena itu, Sirah Ibnu Hisyam sangat otoritatif untuk dirujuk. Selain itu, kelebihan lain dari buku ini ialah penyebutan riwayat-riwayat ketika mengutip pandangan para tabiin dan sahabat. Buku ini awalnya adalah tulisan Ibnu Ishaq (152 H.) yang disunting oleh Ibnu Hisyam (213/218 H.) dan terkenal kemudian dengan nama Sirah Ibnu Hisyam.

2. Al-Rahiq al-Makhtum

Buku ini karya Syeikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dari India. Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan pembahasannya cukup lengkap dan jelas. Buku ini sangat terkenal karena telah menjuarai lomba karya tulis sirah nabawiyyah yang diadakan oleh Rabitah al-‘Alam al-Islami (Liga Muslim Dunia) pada tahun 1396 H./1976 M. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk ke dalam bahasa Indonesia. Judul buku ini sendiri terispirasi dari salah satu kutipan QS. Al-Mutaffifin: 25 yang merupakan nama salah satu jenis minuman di surga.

3. Fiqh al-Sirah al-Nabawiyyah

Buku yang ditulis oleh Syekh Sa’id Ramadhan al-Buthi (2013 M.), ulama Sunni asal Suriah ini berbeda dengan buku sirah lainnya. Selain deskripsi biografi Nabi Muhammad, Syekh al-Buthi juga melakukan analisis pemahaman (fiqh) terhadap kejadian-kejadian penting di masa hidup beliau. Sehingga pembaca tidak hanya mengetahui kronologi dari tiap-tiap peristiwa, tetapi juga diajak menggali hukum-hukum fikih, ibrah, dan hikmah di balik peristiwa-peristiwa tersebut.

Baca juga: Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Tiga Artikel Refleksi Peringatan Kelahiran Baginda Rasulullah

4. Hayat Muhammad

Ditulis oleh Dr. Muhammad Husain Haekal (1956 M.), penulis produktif dari Mesir. Buku ini diakui banyak kalangan sebagai buku sirah Nabi awal yang ditulis seorang muslim dengan metode ilmiah. Husain Haekal dalam menulis buku ini menggunakan referensi tidak hanya dari sumber-sumber keislaman, akan tetapi juga dari sumber di luar Islam. Data-data itu kemudian didialogkan secara logis, kritis, dan sistematis sehingga menjadi ulasan yang menarik dibaca. Di Indonesia buku ini diterjemahkan dengan judul Sejarah Hidup Muhammad.

5. Membaca Sirah Nabi Muhammad: Dalam Sorotan Al-Quran dan Hadis-Hadis Shahih

Buku ini ialah karya mufassir terkemuka Indonesia, Prof. Quraish Shihab. Buku ini sebagaimana nampak jelas dari judulnya, menceritakan sirah Nabi dengan merujuk pada ayat-ayat Al-Quran dan hadis-hadis sahih sebagai rujukan utama, serta dilengkapi dengan informasi dari kitab-kitab sirah terpercaya lainnya. Buku ini sangat cocok untuk menjadi bacaan maupun sumber referensi sirah nabawiyyah bagi mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) dan Ilmu Hadis (ILHA).

Selamat membaca!

Baca juga: Tafsir At-Taubah 128: Potret Cinta Nabi Muhammad Saw pada Umatnya

Lukman Hakim
Pegiat literasi di CRIS Foundation; mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

tentang fitnah

Penjelasan tentang Fitnah Lebih Kejam daripada Pembunuhan

0
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata fitnah diartikan sebagai perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama...