BerandaTafsir TematikSurah Al-Baqarah Ayat 164: Kedudukan Ilmu Pengetahuan dalam Islam

Surah Al-Baqarah Ayat 164: Kedudukan Ilmu Pengetahuan dalam Islam

Perkembangan ilmu pengetahuan telah merubah wajah dunia. Berkembanganya teknologi yang hari nii dirasakan merupakan buah dari hasil pengetahuan manusia yang selalu berkembang. Terbukti dengan banyaknya ilmuwan yang melahirkan banyak teori yang masih dugunakan saat ini. Tidak terkecuali dengan ilmuwan Islam, ilmu pengetahuan yang dimiliki berhasil membawa Islam pada puncak kejayaannya.

Ilmuwan seperti Ibnu Rushd, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Al-Khawarizmi dan sebagainya telah menunjukkan bagaimana Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Sebagaimana dalam firman Allah Swt

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (Q.S. Al-Baqarah ayat 164).

Dalam Tafsir Al-Azhar, ada tujuh poin penting dalam Ayat ini yang harus direnungkan oleh manusia sebagai insan yang berfikir. Dari ayat ini, Prof. Hamka ingin membawa kita semua untuk benar-benar menyelami kedalaman hikmat dari ciptaan Allah Swt.

Baca Juga: Buya Hamka, Mufasir Reformis Indonesia Asal Minangkabau

Setidaknya ada tujuh kebesaran Allah yang perlu kita salami sebagai manusia yang berakal dan berpengetahuan. Dari ketujuh itulah kemudian akan muncul pengetahuan yang begitu kokoh atas Allah Swt. Pertama Allah menginginkan mahkluknya melihat luasnya lautan dan daratan yang sudah dibagi sesuai dengan porsi masing-masing.

Kedua, terdapatnya berbagai temuan atas isi bumi seperti, belerang, minyak tanah, emas, perak, dan segala macam logam tentulah tidak terjadi dengan begitu saja. Ketiga, terjadinya perubahan siang dan malam, bumi yang mengelilingi matahari sesuai garis edarnya.

Keempat, kapal yang berlayar dilautan yang luas, membawa barang yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Manusia bisa membuat kapal mengukur tekanan air dan sebagainya. Kelima, diturunkannya air hujan, yang mampu menghidupkan seluruh muhkluk di muka bumi ini.

Ke enam, peredaraan angin atau penghitungan atas kejadian cuaca dan sebagainya. Dan ketujuah ialah keebradaan angin dan awan, yang teratur atas keberadaannya, menurunkan hujan di tempat yang berbeda-beda dan lainnya.

Ilmu pengetahuan dalam Islam sangatlah penting untuk kemajuan manusia dalam berpikir. Hal demikian dipertegas oleh hadis Nabi yang mengatakan:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, hendaklah ia menguasai ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR. Ahmad)

Hadis tersebut semakin memperjelas kedudukan ilmu pengetahuan dalam Islam. Umat Islam harus benar-benar paham atas risalah yang dibawah oleh Nabi sebagai rujukkan dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu bagi Islam bagaikan lentera yang menyinari di kegelapan malam, menjadi penerang jalan kehidupan umat manusia.

Dari ketujuh aspek tersebut dalam ayat ini, dipertegas pada ujung ayat tersebut. Prof. Hamka mengatakan fikirkanlah apa yang dikatakan oleh Tuhan itu, dia sangat menginginkan penggunaan akal, sehingga ia juga dikehendaki untuk menajdi seorang ilmuwan atau sarjana dalam keahlian masing-masing.

Maka dari itu untuk mengetahui bahwa ini semua adalah Allah yang membuat dan menciptakan, maka sangat sesuailah dalam ajaran Islam bahwa untuk mencari Tuhan maka perdalam penyelidikan atau penelitian terhadap alam raya ini.

Yang menjadi masalah ialah saat ini, banyak orang yang membenturkan agama dan sains padahal keduanya adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak bertentangan. Dalam Islam Allah sangat menganjurkan agar umatnya menggunakan akalnya serta memikirkan atas segala ciptaan Allah Swt (Mujib, Jurnal Ri’ayah 2019: 45).

Baca Juga: Kelebihan Ilmu Pengetahuan dan Keutamaan Orang yang Berilmu Menurut Al-Quran dan Hadis

Sebagaimana dalam Tafsir Al-Azhar dikatakan penyelidikan tentang Allam telah membawa para sarjaan kepada keimanan akan adanya Allah seperti dijelaskan dalam Al-Quran. Beberapa sarjana barat yang menulis buku tnetang Tuhan diantaranya Prof. Cresson yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul “manusia tak hidup sendirian”, “telah jelas Allah di zaman ilmu pengetahuan”.

Dr. Frank Allan, Dr. George Earl David, Dr. Wolter Oscar Lindberg semua merupakan ilmuwan barat yang telah menulis bahwa Allah Swtbmerupakan Tuhan yang telah menciptakan alam raya ini (Hamka, 1990: 370).

Dari ayat tersebut Allah Swt sangat menginginkan agar manusia menggunakan akalnya sebagai pencaraian ilmu pengetahuan dengan melihat ciptaan Allah Swt. Sebab di dalam proses penciptaan alam raya ini, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang bisa dicapai dengan pengetahuan.

Asman
Asman
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
- Advertisment -spot_img

ARTIKEL TERBARU

Tinta Warna pada Mushaf Alquran (Bagian I)

0
Diksi warna pada frasa tinta warna tidak dimaksudkan untuk mencakup warna hitam. Hal tersebut karena kelaziman dari tinta yang digunakan untuk menulis-bahkan tidak hanya...