Beranda Tafsir Tematik Tafsir Ekologi Tafsir Surah Al Hajj Ayat 5: Getaran pada Bongkah Tanah Dalam Alquran

Tafsir Surah Al Hajj Ayat 5: Getaran pada Bongkah Tanah Dalam Alquran

Alquran menyimpan berbagai rahasia yang mengejutkan. Sebut saja, salah satu penemuan yang dilakukan oleh Robert Brown pada tahun 1827 Masehi. Robert, ahli botani dari Skotlandia, menemukan fakta unik bahwa ketika air turun ke tanah, akan terjadi getaran pada bongkah tanah yang terbesar. Getaran tersebut berkekuatan 0,002 mmt (Naparin, Memahami kandungan Surat Yasin, 2014).

Penemuannya ini dianggap hebat dan luar biasa kala itu. Padahal jauh sebelumnya, Alquran telah mengisyaratkan hal tersebut. Pada tahun 622 Masehi, Rasulullah SAW menerima wahyu berupa Surah Al Hajj ayat 5, yang berbunyi:

…. وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَة فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيج

“Dan kamu lihat Bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah Bumi itu dan suburlah (bergetar) dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Surah Al-Hajj ayat 5)

Tafsir Surah Al Hajj ayat 5

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan kekuasaan Allah, yang merupakan bukti lain tentang kemampuan Allah menghidupkan orang-orang mati sebagaimana Ia menghidupkan tanah yang mati dan kering. Tanah tandus yang tidak memiliki tumbuhan sedikit pun.

Kemudian, jika Allah menurunkan hujan kepadanya, maka tanah itu akan ditumbuhi tanaman. Ihtazzat dalam penggalan ayat di atas hidup dan berkembang setelah mati karena kegersangan. Kemudian Allah menumbuhkan unsur dalam tumbuhan, berupa warna, berbagai jenis buah-buahan, dan tanaman. Sehingga, tumbuhan-tumbuhan itu tumbuh dengan ragam warna, rasa, bau, bentuk, serta manfaat. (Lubabut Tafsir Min Ibnil Katsir)

Baca juga: Tafsir Surah Taha Ayat 55: Belajar dari Teologi Tanah

Hal senada juga disampaikan Al-Qurthubi dalam tafsirnya, bahwa ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah terkait adanya kebangkitan. Buktinya, Allah dapat menjadikan sebongkah tanah yang gersang menjadi banyak tumbuhan dengan diturunkannya air hujan. Maka, Bumi (tanah) pun tergerak karena tumbuhan-tumbuhan (Tafsir Al-Qurthubi).

Begitu pula Quraish Shihab. Dalam tafsirnya, Ia menjelaskan bahwa dalam ayat tersebut,
Bumi digambarkan bergerak, mengembang, permukaannya meninggi akibat air dan udara yang menyela-nyelainya. Kemudian, muncullah berbagai jenis tumbuhan yang indah, memukau dan membuat senang siapa saja yang melihatnya (Tafsir Al-Misbah).

Fenomena Bongkah Tanah yang Bergerak

Melalui Surah Al Hajj Ayat 5 di atas, selain membicarakan tentang penciptaan manusia, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan tanah yang kering dengan tumbuh-tumbuhan melalui air hujan. Di dalam ayat disebutkan, bahwa Bumi atau tanah “bergerak” karena ada tumbuh-tumbuhan yang akan keluar darinya.

Fenomena inilah yang kemudian ditemukan oleh Robert Brown sebagai getaran dari bongkahan tanah ketika dialiri oleh air pada tahun 1827 M lalu. Demikian teliti Alquran menggambarkan hal-hal yang tersembunyi dan mungkin jarang dipikirkan oleh orang awam pada umumnya.

Baca juga: Pro Kontra Tafsir Ilmi dan Cara Menyikapinya (2): Ulama Kontra

Ayat di atas memang berfungsi untuk menunjukkan kekuasaan Allah terkait dengan hari berbangkit dengan diperlihatkan perubahan dari tanah yang kering menjadi subur. Namun, disamping itu, ternyata Allah juga mengajarkan ilmu pengetahuan yang kini dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh manusia modern.

Penutup

Penggalan Surah Al-Hajj ayat 5 di atas menyimpan rahasia yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa Alquran merupakan sumber pengetahuan yang semestinya dijadikan dasar dalam berbagai keilmuan. Khususnya, bagi para peneliti dan ilmuwan muslim. Mereka sejatinya dapat menjadikan Alquran sebagai kajian utama untuk menemukan hal-hal tak terduga, terutama dalam pengembangan sains, yang terintegrasi dengan Alquran. Wallahu a’lam[]

Saibatul Hamdi
Minat Kajian Studi Islam dan Pendidikan Islam
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

Tiga Karakter Kepemimpinan Rasulullah yang Patut Dicontoh

0
Ketika menjadi pemimpin, seseorang hendaknya memiliki kepribadian yang baik dan mampu memimpin anggotanya dengan baik pula. Selain itu, pemimpin juga seringkali dituntut dapat mengambil...