Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 29-31

Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 29-31

Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 29-31 berbicara mengenai salah satu kondisi pada hari kiamat. Kondisi tersebut ialah mengenai catatan amal perbuatan manusia di mana di dalamnya tertulis seluruh kegiatan manusia selama di dunia.


Baca sebelumnya: Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 28


Ayat 29

Allah menyatakan firman-Nya kepada seluruh umat manusia bahwa kitab-kitab yang memuat catatan amal perbuatan itu adalah kitab yang benar, tidak ada suatu pun kesalahan terdapat di dalamnya, dibuat atas dasar perintah Allah Yang Mahakuasa, yang menjadi dasar pertimbangan untuk menentukan keputusan bagi umat manusia.

Allah juga menyatakan bahwa pada saat orang itu hidup di dunia, telah dikerahkan para pencatat amal perbuatan, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang buruk. Catatan itu tidak mungkin salah karena dibuat dengan ketelitian yang tinggi sebagai alat bukti yang tidak dapat diragukan kebenarannya.


Baca juga: Isyarat Larangan Monopoli Ekonomi dalam Al-Quran


Ayat 30

Kemudian Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang beriman dan yang melakukan amal saleh. Mereka itu akan mendapat balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Mereka itu termasuk hamba Allah yang memperoleh limpahan rahmat-Nya.

Yang dimaksud dengan rahmat Allah dalam ayat ini adalah surga. Hal ini sesuai dengan maksud hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

قَالَ الله تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِى أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِى. (رواه البخاري ومسلم)

Sesungguhnya Allah berkata kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku. Dengan kamu Aku melimpahkan Kasih sayang-Ku kepada orang-orang yang Aku kehendaki.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Pada bagian akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa surga itu merupakan kebahagiaan yang akan dicapai oleh orang-orang yang beriman karena nikmatnya yang berlimpah-limpah yang akan dirasakan penghuninya.

Ayat 31

Pada ayat ini Allah menjelaskan keadaan orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya. Mereka itu selalu menerima cemoohan dan penghinaan karena kepada mereka telah didatangkan utusan Allah yang telah membacakan ayat-ayat-Nya, tetapi mereka bersikap sombong dan keras kepala.

Karena itu mereka akan merasakan siksa Allah yang menghinakan disebabkan oleh perbuatan dosa yang telah mereka kerjakan. Pada saat itulah, mereka tergagap karena melihat kenyataan yang dahulu mereka dustakan.


Baca setelahnya: Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 32-34


Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Beberapa kesunahan dalam merawat jenazah

Beberapa Kesunahan dalam Merawat Jenazah

0
Dalam pengetahuan khalayak umum ada empat hal yang perlu dilakukan saat seseorang meninggal, yaitu memandikan, mengafani, mensalati dan menguburkan. Namun sebenarnya tuntunan agama dalam...