Beranda Tafsir Tematik Tafsir Surah Alinsyiqaq Ayat 8: Hisab yang Mudah

Tafsir Surah Alinsyiqaq Ayat 8: Hisab yang Mudah

Ada banyak sekali lafaz hisab dalam Alquran. Salah satunya, hisab yang berhubungan dengan peristiwa hari kiamat. Dalam kaitannya dengan itu, hisab diartikan dengan penghitungan secara terperinci atas amalan-amalan hamba yang baik dan yang buruk sebelum beranjak dari padang Mahsyar, kecuali hamba-hamba tertentu. (Lawami’ al-Anwar, 2/165)

Yaum al-hisab (hari penghitungan amal) merupakan salah satu peristiwa yang akan terjadi dan wajib kita imani di hari kiamat kelak. Alquran mengabarkan kepada kita semua tentang adanya hisab yang mudah. Allah ta’ala berfirman dalam surah Alinsyiqaq ayat 8:

فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًاۙ

“Maka, dia akan dihisab dengan hisab yang mudah.”

Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir mengatakan, maksud dari surah Alinsyiqaq ayat 8 di atas adalah janji Allah kepada orang yang diberikan catatan amalnya dari sebelah kanan, sebagaimana yang disebutkan di ayat sebelumnya. Adapun orang yang diberikan catatan amal dari sebalah kanan adalah orang-orang yang beriman. Artinya, orang-orang yang beriman akan dihisab kelak di hari kiamat dengan perhitungan yang mudah, yaitu dengan memperlihatkan amalan buruknya, lalu Allah akan mengampuninya tanpa mempersoalkannya.

Baca juga: Benarkah Kata Hisab dalam Al-Quran Hanya Bermakna Perhitungan Amal?

Dalam tafsir Ibnu Katsir, hisaban yasira diartikan dengan perhitungan yang mudah dan tiada kesulitan. Dengan kata lain, semua amal perbuatannya tidak diperhitungkan secara detail, karena sesungguhnya orang yang diperiksa dengan pemeriksaan yang teliti dan ketat pasti akan binasa. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari Muslim berikut:

مَنْ حُوسِبَ عُذِّبَ. قَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ أَوَلَيْسَ يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: {فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا} [الانشقاق: 8] قَالَتْ: فَقَالَ إِنَّمَا ذَلِكِ العَرْضُ، وَلَكِنْ: مَنْ نُوقِشَ الحِسَابَ يَهْلِكْ

“Barangsiapa yang dihisab, maka ia tersiksa.” ‘Aisyah bertanya: ”Bukankah Allah telah berfirman ‘maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah?’” Lalu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Hal itu adalah al-‘ardh (pemaparan). Namun barangsiapa yang diperinci dan detail saat dihisab, maka dia akan binasa.” (HR Bukhari no. 103 dan Muslim no. 276)

Doa agar dimudahkan hisab

Rasulullah senantiasa berdoa agar dimudahkan hisabnya, sebagaimana dalam hadis berikut.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ فِى بَعْضِ صَلاَتِهِ « اللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيرًا ». فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ مَا الْحِسَابُ الْيَسِيرُ قَالَ « أَنْ يَنْظُرَ فِى كِتَابِهِ فَيَتَجَاوَزَ عَنْهُ إِنَّهُ مَنْ نُوقِشَ الْحِسَابَ يَوْمَئِذٍ يَا عَائِشَةُ هَلَكَ وَكُلُّ مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ يُكَفِّرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ عَنْهُ حَتَّى الشَّوْكَةُ تَشُوكُهُ

Dari Aisyah, dia berkata, saya telah mendengar Nabi saw. pada sebagian salatnya membaca: “Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah.” Ketika beliau berpaling saya bekata: “Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?” Beliau bersabda: “Seseorang yang Allah melihat catatan amalnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka, wahai Aisyah. Dan setiap musibah yang menimpa orang beriman, Allah akan menghapus (dosanya) karena musibah tersebut, bahkan sampai duri yang menusuknya.” (HR. Ahmad, 6/48)

Hadis ini sekaligus menunjukan keistimewaan orang beriman, hingga duri yang menusuk pun sebagai penggugur dosa-dosanya. Tak hanya musibah di dunia yang menghapus dosanya, bahkan ketika di hisab pun Allah memaafkannya.

Baca juga: Apa Makna “Kiamat Sudah Dekat” dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa yang dimaksud hisab yang mudah adalah perhitungan amal secara tidak detail. Lawan dari hisab yang mudah adalah hisab yang ketat (disebut dengan hisaban syadidan dalam surah Aththalaq ayat 8), yakni hisab yang Allah tidak akan melewatkan sekecil apapun suatu amalan yang dikerjakan oleh orang yang durhaka kepada Allah dan kepada rasul-rasul-Nya.

Oleh karena itulah, hendaknya kita mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah:

 اللَّهُمَّ حَاسِبْنِى حِسَاباً يَسِيرًا

“Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah.”

Betapa beruntungnya mereka yang dikaruniai hisab yang mudah. Allah perlihatkan dosa-dosanya, Allah tutup aibnya di dunia, bahkan Allah mengampuni dosanya ketika dihisab kelak hingga dia pun menerima kitab amal kebaikan. Dan itu hanya dirasakan oleh orang yang beriman. Dalam Sahih Bukhari dijelaskan, karunia tersebut tidak diperoleh orang munafik dan kafir, sebab mereka telah mendustakan Tuhan mereka, dan Allah melaknat kezaliman mereka. (HR Bukhari no. 2441)

Wallah a’lam.

Shopiah Syafaatunnisa
Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Khaleel Ur Rahman Chishti: Pegiat Nidzam al-Qur’an Era Modern

0
Nidzam al-Qur’an adalah kajian dalam penafsiran Alquran yang memfokuskan pada aspek koherensi susunan atau struktur surah. Kajian nidzam al-Qur’an atau kestrukturan dalam Alquran ini...