BerandaTafsir TahliliTafsir Surah Fussilat Ayat 3

Tafsir Surah Fussilat Ayat 3

Tafsir Surah Fussilat Ayat 3 berbicara mengenai al-Qur-an. Ia terdiri dari ayat-ayat. Susunan ayat-ayat tersebut berada dalam bentuk surat-surat. Dan setiap surat memiliki awalan dan akhiran.


Baca sebelumnya: Tafsir Surah Fussilat Ayat 1-2


Ayat 3

Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad terdiri atas ayat-ayat. Ayat-ayat itu diterangkan satu per satu dengan jelas. Setiap ayat dipisahkan dengan ayat-ayat yang lain, dengan tanda-tanda yang jelas pula.

Ada permulaan dan akhir dari tiap-tiap surah. Isinya bermacam-macam petunjuk, ada yang berhubungan dengan pelajaran, nasihat, akhlak yang mulia, mensucikan jiwa, kisah-kisah rasul yang terdahulu dengan umat-umatnya, petunjuk ke jalan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, dan sebagainya.

Allah berfirman:

كِتٰبٌ اُحْكِمَتْ اٰيٰتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍ

(Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti. (Hµd/11: 1)

Diterangkan pula bahwa Al-Qur’an diturunkan berbahasa Arab, bahasa ibu dari rasul yang menyampaikannya dan sesuai pula dengan bahasa yang digunakan oleh bangsa yang pertama kali menerimanya.

Dengan demikian, Al-Qur’an itu mudah dipahami kandungan dan maksudnya oleh mereka dan dengan mudah pula mereka menyampaikan kepada bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, yang mempunyai bahasa ibu bukan bahasa Arab.

Allah berfirman:

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهٖ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. (Ibrahim/14: 4)

Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa Al-Qur’an itu berfaedah bagi yang mengetahui dan memahaminya. Maksudnya ialah bahwa Al-Qur’an itu akan berfaedah bagi orang-orang yang berpengetahuan, ingin mencari kebenaran yang hakiki, dan ingin memperoleh petunjuk yang benar yang dapat menghantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Mereka mempelajari Al-Qur’an, membandingkannya dengan ajaran-ajaran yang lain serta menyerap ajarannya dengan pengetahuan yang telah ada pada diri mereka. Mereka itu yang dapat memahami dan menyelami rahasia dan petunjuk Al-Qur’an.


Baca juga: Tafsir Ahkam: Ini Perbedaan Wudhu dan Tayamum yang Wajib Diketahui


Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya tidak ingin mencari kebenaran, karena mereka telah terikat oleh agama atau kepercayaan yang telah mereka anut sebelumnya. D

emikian juga dengan orang yang memperturutkan hawa nafsu, fanatik terhadap golongan, atau mengutamakan pangkat dan kedudukan, tidak akan dapat menyelami dan memahami isi Al-Qur’an, apalagi mendapat petunjuk darinya.

Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan ayat ini dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an akan dipahami oleh orang-orang yang mengetahui bahasa Arab, karena bahasa Arab itu adalah bahasa yang paling luas, lengkap, dan dalam maknanya, serta mudah memengaruhi jiwa.

Waktu itu orang-orang Arab mengetahui bahasa dengan baik, banyak di antara mereka menjadi ahli bahasa, sastrawan yang terkenal, dan banyak pula yang menjadi penyair. Bahasa Arab Al-Qur’an adalah bahasa Arab yang sangat tinggi nilainya, baik gaya bahasanya maupun gramatikanya.

Oleh karena itu, orang yang dapat memahami ayat-ayatnya hanyalah orang yang memiliki pengetahuan bahasa Arab yang mendalam.


Baca setelahnya: Tafsir Surah Fussilat Ayat 4-6


(Tafsir Kemenag)

Redaksi
Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -spot_img

ARTIKEL TERBARU

Tiga Bentuk Amanah dalam Q.S. Alnisa’ Ayat 58 Perspektif al-Razi

0
Saling menjaga kepercayaan satu sama lain merupakan salah satu komponen terpenting dalam memelihara hubungan sosial, sekaligus menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah. Kata amanah sendiri...