Beranda Khazanah Al-Quran Tradisi Al-Quran Tradisi Membaca Ayat Alquran secara Berulang-ulang

Tradisi Membaca Ayat Alquran secara Berulang-ulang

Pernahkah Anda mendengar seorang qari mengulangi bacaan ayat tertentu dengan pembacaan yang berbeda-beda pada setiap pengulangannya? Kemungkinan besar dia sedang mempraktikkan ragam cara baca untuk ayat tersebut. Dalam ilmu qiraat, ini termasuk al-jam’ bi al-waqf (penggabungan beberapa qiraat dengan metode wakaf). Bagi sebagian orang yang tidak familier mungkin akan merasa bingung dan menganggap cara baca seperti itu terkesan aneh.

Selain untuk kebutuhan pengenalan ragam cara baca ayat, pengulangan bacaan juga digunakan penghafal Alquran sebagai salah satu metode dasar untuk memantapkan hafalan baru atau yang sudah pernah dia hafalkan sebelumnya. Bisa jadi pula seseorang mengulangi bacaan tertentu karena sekadar terkesima dengan keindahan redaksi ayat yang berirama atau karena kandungan maknanya yang sangat kuat dan dalam. Lalu, bagaimana hukum mengulang-ulang bacaan ayat Alquran?

Boleh-boleh saja membaca Alquran secara berulang-ulang, bahkan dianjurkan untuk tujuan-tujuan seperti yang disebutkan di atas. Mengulangi ayat-ayat tertentu ketika membaca Alquran juga merupakan salah satu cara tadabur Alquran. Membaca secara berulang-ulang ayat per ayat bisa membantu pembaca untuk lebih menghayati dan meresapi pesan-pesan Alquran. Sesuatu yang sulit didapati jika hanya dengan sekali baca.

Baca juga: Variasi Qiraat Alquran dan Contohnya dalam Surah Al-Fatihah Ayat 4

Tradisi Nabi Muhammad dan salaf saleh

Imam al-Nawawi dalam kitabnya, al-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an, menjelaskan masalah ini dalam satu bahasan khusus yang diberi judul “Fasl fi Istihbab Tardid al-Ayah li al-Tadabbur” (Pasal tentang Anjuran Mengulang-ulang Ayat untuk Mentadaburinya). Beliau menyebutkan pula kalau membaca ayat secara berulang-ulang merupakan tradisi Nabi Muhammad dan para salaf saleh.

Diceritakan dalam H.R. Ibn Majah no. 1340 yang diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa “Nabi saw. suatu saat pernah membaca satu ayat dan mengulang-ulangnya sampai pagi. Ayat tersebut adalah: ‘Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau (Q.S. Almaidah: 118).”

Ada pula riwayat dari Ubadah bin Hamzah yang dicatat oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (2/115) tentang pembacaan Asma binti Abu Bakar r.a. Ubadah bercerita, ”Aku datang menemui Asma r.a. Ketika itu dia sedang membaca ayat ‘Maka Allah memberikan anugerah kepada kami dan memelihara kami dari siksa neraka (Q.S. Aththur: 27).’ Aku lalu berdiri di sampingnya. Dia mengulangi ayat itu dan berdoa. Cukup lama aku berdiri di situ sampai aku memutuskan untuk pergi ke pasar dulu untuk menyelesaikan keperluanku. Kemudian aku kembali lagi kepadanya dan dia masih mengulang-ulang bacaan ayat tersebut sambil terus berdoa.”

Selain itu, diceritakan pula bahwa Ibnu Mas’ud r.a. pernah mengulang-ulang ayat “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku (Q.S. Thaha: 114).”; Said bin Jubair juga mengulang-ulang ayat “Takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah (Q.S. Albaqarah: 281).”; dan Tamim al-Dari r.a. mengulang-ulang ayat ini sampai pagi: “Apakah orang-orang yang melakukan kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh (Q.S. Aljatsiyah: 21).” (al-Tibyan fi Adab Hamalah al-Qur’an, hal. 85-86).

Baca juga: Tadabur Alquran pun Ada Kaidahnya

Simpulan

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa hukum mengulang-ulang bacaan Alquran adalah sunah karena memiliki dasar secara historis dari tradisi Islam dan diyakini dapat membantu pembaca untuk lebih menghayati kandungan ayat-ayat Alquran.

Bisa jadi masing-masing orang punya ayat atau bacaan Alquran yang spesial baginya. Sebagian potongan firman Tuhan yang ketika dia baca atau dengarkan mampu menggetarkan hatinya; yang itu mungkin tidak serta merta bisa dirasakan oleh orang lain sebagaimana pengalaman personal Nabi Muhammad dan salaf saleh di atas. Wallahu a’lam.

Baca juga: Anjuran Menghayati Bacaan Alquran hingga Menangis

Lukman Hakim
Pegiat literasi di CRIS Foundation; mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tafsir Isyari dalam Karya KH. Ahmad Asrori al-Ishaqi

Tafsir Isyari Lafaz Basmalah Menurut KH. Achmad Asrori al-Ishaqi

0
Sebagai salah satu jenis pendekatan dalam menguak makna Alquran, pendekatan sufistik saat ini semakin banyak digemari oleh para sarjana dan peneliti Alquran. Meskipun pada...