Nur Ahmad

Dosen tasawuf di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang. Ahmad menyelesaikan S1 di Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang dan S2 dari Vrije Universiteit Amsterdam. Dia sekarang sedang melanjutkan program doktoral di Leiden Institute for Area Studies (LIAS), Leiden University, Belanda.

Artikel Terbaru

Hikmah dalam Polemik Rumah Tangga Zayd bin Haritsah dan Zainab binti Jahsyi

Zayd bin Haritsah adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad saw. yang istimewa, karena dia adalah satu-satunya sahabat Nabi yang namanya disebut secara eksplisit dalam...

Beberapa Kesunahan dalam Merawat Jenazah

Dalam pengetahuan khalayak umum ada empat hal yang perlu dilakukan saat seseorang meninggal, yaitu memandikan, mengafani, mensalati dan menguburkan. Namun sebenarnya tuntunan agama dalam...

Analogi Surah al-Baqarah Ayat 155-156, Lima Ujian Yang Dihadapi Pelajar

Mau tidak mau setiap orang yang hendak naik kelas atau derajat, pasti diuji oleh Allah, tak terkecuali seorang pelajar. Ujian itu tidak untuk dijauhi,...

Keseimbangan Perspektif Al-Qur’an Sebagai Terapi Self-Healing

Pada umumnya, manusia tidak lepas dari permasalahan di sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan manusia merupakan mahluk yang memiliki emosi. Emosi ini dapat mempengaruhi beberapa...

Tafsir Surah Albaqarah Ayat 260: Belajar Berpikir Kritis dari Nabi Ibrahim

Dalam dunia pendidikan, tiap peserta didik berupaya dengan beragam cara dan metode bagaimana dia bisa meraih pemahaman yang utuh dari apa yang dipelajari. Terutama...

Privilese Penghafal Alquran dalam Mengakses Pendidikan

Dalam sebuah artikel berjudul “Memahami Hadis-Hadis Keutamaan Menghafal Alquran dan Kaitannya dengan Program Hafiz Indonesia di RCTI”—yang dimuat dalam jurnal Al-Quds volume 4 nomor...

Artikel Penulis

Kajian Tafsir Pada Khazanah Literatur Tradisional Nusantara

Tulisan ini berusaha membuka kembali wacana penerapan teori Ronit Ricci tentang "Citing as a Site" (2012) pada kajian tafsir al-Qur'an di Nusantara. Kita tahu salah satu tantangan dari kajian tafsir hari ini adalah kemandegan. Mahasiswa masih ditawari...

Konsep Awal Tafsir Isyari Kiai Sholeh Darat (Bag. 2)

Pada tulisan sebelumnya dinyatakan bahwa setidaknya ada empat konsep tafsir isyari Kiai Sholeh Darat. Di sana juga sudah dibahas dua konsep awalnya; keyakinan akan ketidakterbatasan hakikat makna Alquran dan pencarian makna lahiriah Alquran di awal. Pada tulisan...

Menembangkan Al Quran: Manuskrip Macapat Tafsir Surah Al Fatihah dalam Aksara Jawa

Sebuah manuskrip mengungkapkan sebuah relasi yang harmonis antara budaya dan agama. Kertas tua dengan tulisan tangan ini tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kode yang diambil adalah NB 817. Beberapa teks menghuni naskah setebal 40 halaman ini....

Konsep Awal Tafsir ‘Isyari’ Kiai Sholeh Darat

Harus diakui bahwa usaha setiap mufasir berbeda-beda dari masa ke masa. Metode yang digunakan tiap mufasir juga tidak sama. Meskipun demikian, perbedaan ini justru merupakan bukti akan ketidakterbatasan makna dari kalam Allah. “Seandainya semua pohon di bumi...

Penulis Satu-Satunya Tafsir Isyari Nusantara: Kiai Sholeh Darat Semarang

Nama lengkapnya adalah Muḥammad Sholeh bin ‘Umar as-Samārānī, محمد صالح بن عمر السماراني, namun masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai Kiai Sholeh Darat. Dia adalah seorang penulis produktif yang karyanya diterbitkan dan menyebar luas mencapai dunia Islam Nusantara, Mesir,...