Wisnu Tanggap Prabowo

Dosen STEI Tazkia, Pengajar LBPP LIA Pajajaran, Trainer Pusdiklat Mahkamah Agung, dan Peneliti IHKAM

Artikel Terbaru

Empat Kitab Tafsir yang Tak Terselesaikan oleh Penulisnya

Melimpahnya literatur tafsir di abad ini tak lepas dari keseriusan para mufasir terdahulu dalam menyusun karya tafsir. Mereka rela mengorbankan...

Analisis Makna Pegon pada Naskah Tafsir Jalalain

Tak hanya melalui kolofon dan kertas yang digunakan, usia sebuah naskah kuno juga dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap isi teks yang tertulis di...

Analisis Makna Pegon pada Naskah Tafsir Jalalain

Tak hanya melalui kolofon dan kertas yang digunakan, usia sebuah naskah kuno juga dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap isi teks yang tertulis di...

Larangan Memuji Berlebihan

Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Oleh karena itu, Islam melarang melakukan sesuatu dengan berlebihan, makan  berlebihan, minum berlebihan, tidur berlebihan, tertawa berlebihan, cinta...

Julukan Buruk Yang Dilarang Alquran

Menanggapi berita viral yang beredar tentang Presiden Jokowi yang dijuluki Fir’aun, Alquran sudah terlebih dahulu mengatur tentang tradisi memberi julukan. Hal ini menunjukkan bahwa...

Penjelasan Gus Baha tentang Implikasi Wakaf pada Penafsiran Alquran

Di antara solusi dalam menyikapi berbagai persoalan terkait penafsiran Alquran adalah wakaf (penghentian sebentar di pertengahan bacaan ayat Alquran). Wakaf ini tidak hanya tentang...

Artikel Penulis

“Seberat Biji Sawi”, Rempah dalam Teks Keagamaan

Pernahkah Pembaca melihat bulir biji sawi? Dahulu, ia bagian dari komoditi rempah sejak yang utamanya dari anak benua India. Peradaban Sumeria dan India telah menggunakan bulir sawi ini untuk konsumsi sejak 3000 SM. Ia memiliki diameter sekitar...

“Unta Masuk Lubang Jarum” dalam Tradisi Yudaisme dan Kristen

Pada artikel kali ini Pembaca akan menelusuri paralel Alquran dan bibel melalui ungkapan “hingga unta masuk ke lubang jarum”; hatta yaliju al-jamalu fi sammi al-khiyath. Allah berfirman: إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا...

“Plagiarisme” Alquran (Bag. 4-Habis): dari Dzulqarnain hingga Salman

Anggapan Aleksander adalah Dzulqarnain sudah mengakar di kalangan kaum muslimin yang tidak lepas dari tradisi Nasrani dalam manuskrip yang berasal dari abad 3 hingga 4 M. Dalam sebuah manuskrip berbahasa Yunani, sosok historis Aleksander telah bercampur dengan fiksi...

“Plagiarisme” Alquran (Bag. 3): Misteri Komunitas Yahudi Madinah

Beranjak dari Makkah, kini pembaca singgah di Madinah untuk menelusuri lebih jauh klaim plagiarisme Alquran. Dua pembahasan sebelumnya dapat dibaca di sini dan di sini. Ada apa dengan para rabi? Kaum Yahudi di kota Madinah merupakan golongan “istimewa”. Sebagian...

“Plagiarisme” Alquran (Bagian 2): dari Waraqah Hingga Abrahah

Dalam artikel kedua ini Pembaca menyambung uraian sebelumnya tentang klaim plagiarisme Alquran dengan berfokus pada aspek historis. Fazlur Rahman dalam publikasinya di tahun 1977 menyebutkan dua kubu pengusung teori plagiarisme Alquran. Kubu pertama berpendapat, Alquran meminjam dari tradisi...

“Plagiarisme” Alquran (Bagian 1): dari Hammurabi hingga Hitti

Klaim bahwa Alquran merupakan jiplakan dari kitab-kitab terdahulu, atau dari sumber-sumber kuno lainnya, merupakan di antara tema sentral dalam diskursus orientalis. Apabila melihat dari coraknya, setidaknya ada tiga kritik orientalis terhadap Alquran. Pertama. Kritik terhadap autentisitas sumber. Corak...