Beranda Khazanah Al-Quran Inilah 9 Ayat yang Menjelaskan Nabi Muhammad saw Sebagai Sosok Panutan

Inilah 9 Ayat yang Menjelaskan Nabi Muhammad saw Sebagai Sosok Panutan

Allah swt. di dalam beberapa ayat telah menggambarkan rasul-Nya sebagai sosok panutan dan teladan bagi kita. Sudah sewajarnya kita taat, patuhi, dan ikuti.

Ittiba’ dan meneladani Rasulullah tentu membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan di akhirat. Sedangkan mengingkari dan meninggalkan apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah membawa kesengsaraan bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Tentang sosok panutan itu telah dijelaskan oleh Allah Swt. dalam beberapa ayat berikut:

  1. Surat Ali Imran Ayat 144: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barang siapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
  2. Surat At-Taubah Ayat 128: “Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
  3. Surat Ali Imran Ayat 32: “Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.
  4. Surat an-Nisa Ayat 59: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
  5. Surat an-Nisa Ayat 69: “Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.”
  6. Surat an-Nisa’ Ayat 80 menggambarkan bahwa orang yang taat kepada Rasulullah dipandang sudah taat kepada Allah: “Barang siapa yang menaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah menaati Allah. dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.”
  7. Surat al-Anfal Ayat 27menyatakan larangan mengkhianati Allah dan rasul-Nya dan melarang mengkhianati amanat: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.”
  8. Surat Al-Hasyr Ayat 7: “…apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
  9. Surat al-Ahzab Ayat 21: “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Perhatikan pula apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad untuk dikatakan kepada umatnya, seperti di dalam Surat Al-Kahfi Ayat 110:

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Katakanlah: Sesungguhnya Aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadat kepada Tuhannya”.

Begitu banyak hal tentang keteladanan Nabi sebagai sosok panutan yang seharusnya dapat kita sampaikan pada kesempatan ini. Tetapi, karena waktu yang membatasi kita, sehingga kita tidak memaparkan keseluruhannya.

Walau demikian, saya berharap bahwa apa yang sudah saya sampaikan semoga ada manfaatnya bagi kita. Ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad saw., dengan melaksanakan semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang dilarang akan membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan di akhirat. Wallahu A’lam.

Ahmad Thib Raya
Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran (PSQ)
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tafsir Tartib Nuzul: al-Tafsir al-Hadits karya Muhammad ‘Izzat Darwazah

Tafsir Tartib Nuzul: al-Tafsir al-Hadits karya Muhammad ‘Izzat Darwazah

0
Telah saya sebutkan di tulisan sebelumnya bahwa saya menemukan sekurangnya empat tafsir model Tartib Nuzul, yaitu Bayan al-Ma’ani karya Abdul Qadir Mulla Huwaisy, al-Tafsir...