Beranda Tokoh Tafsir Mengenal Muhammad Dawam Rahardjo dan Karyanya, Ensiklopedi Al-Quran

Mengenal Muhammad Dawam Rahardjo dan Karyanya, Ensiklopedi Al-Quran

Muhammad Dawam Rahardjo adalah seorang pemikir Al-Quran kontemporer Indonesia. Selama ini Dawam lebih dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi, dikenal luas juga karena pembelaannya terhadap kelompok minoritas dan membela pluralisme agama. Hubungannya dengan kajian tafsir Al-Quran, bisa dikatakan bahwa Dawam Rahardjo adalah pelopor pendekatan sosiologis dalam tafsir Al-Quran konteks ke Indonesiaan.

Profil, Perjalanan Intelektual, dan Karir Muhammad Dawam Rahardjo

Muhammad Dawam Rahardjo lahir di Solo, pada tanggal 20 April 1942. Putra dari pasangan Muhammad Zuhdi Rahardjo dan Muthmainnah ini adalah putra sulung dari delapan bersaudara. Dawam kecil belajar di Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal Muhammadiyah Kauman. Sejak kecil Dawam mempelajari ilmu-ilmu agama di masjid keraton, di Madrasah Diniyah ini ia belajar ilmu nahwu, saraf, balagah, tajwid, bahasa Arab juga tafsir.

Sekolah formal dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah, Sekolah menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas Dawam bertempat di Solo. Ketika di SMA, Dawam sempat menjadi delegasi pertukaran pelajar di Borach High School selama satu tahun di Amerika Serikat. Setelah itu, ia mengambil kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta Jurusan Ekonomi.  Dawam juga pernah menjadi ketua redaksi majalah kampus Gelora sebelum menamatkan kuliahnya pada tahun 1969.

Karir akademiknya terus meroket. Sejak tahun 1993 Dawam diangkat menjadi Guru Besar Ekonomi Pembangunan di Universitas Muhammadiyah Malang dan menjadi Rektor Universitas 45 Bekasi. Ia juga tercatat sebagai salah satu ketua ICMI se-Indoneisa, ketua yayasan Lembaga Studi Agama dan Filsafat (ELSAF), dan pemimpin Jurnal Ilmu dan Kebudayaan Ulumul Qur’an. (Saiful Amin Ghofur, Mozaik Mufasir Al-Qur’an dari Klasik hingga Kontemporer,173). 

Baca Juga: KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, Kedekatan antara Gontor dengan Daarul Qur’an

Karya-karya

Muhammad Dawam Rahardjo termasuk ilmuan yang produktif dalam menulis. Karya-karya yang telah ditulis oleh Dawam Rahadjo di antaranya adalah Esai-Esai Ekonomi dan Politik (1983), Transformasi Pertanian, Industrialisasi dan Kesempatan Kerja (1985), Perekonomian Indoneisa: Pertumbuhan dan Krisis, Etika Bisnis dan Manajemen, Kapitalisme Dulu dan Sekarang (1986), Intelektual, Intelegensia dan Perilaku Politik Bangsa (1992), Perspektif Deklarasi Makkah: Menuju Ekonomi Islam (1993), Ensiklopedi Al-Qur’an, Tafsir Sosial berdasarkan Konsep-konsep Kunci (1996), Paradigma Al-Qur’an: Metodologi Tafsir dan Kritik Sosial (2005), Islam dan Transformasi Sosial-Budaya, Islam dan Transformasi Sosial-Ekonomi dan “The Question of Islamic Banking in Indonesia” dalam Islamic Banking in Sountheast Asia, dan sebagainya.

Baca Juga: Paradigma Al-Qur’an tentang Nilai Perdamaian Sebagai Inti Ajaran Islam

Sekilas tentang Ensiklopedi Al-Qur’an, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci

Ensiklopedi Al-Qur’an, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci berasal dari kumpulan artikel-artikel yang ditulis secara rutin dalam Jurnal Ulumul Qur’an yang diterbitkan oleh LSAF Jakarta. Penamaan Ensiklopedi ini sangat terkait dengan pemikiran Dawam Rahardjo yang bergelut di bidang sosial.

Penulisan  Ensiklopedi Al-Qur’an dilatar belakangi oleh keresahan Dawam dengan kondisi umat Islam Indonesia. Banyak di antara orang muslim yang hidup secara Islam, mengerti akan rukun Islam, sering mendengarkan khutbah, akan tetapi tidak jarang mereka yang tidak tahu istilah-istilah dalam Al-Qur’an, hal tersebut mengakibatkan konsep tentang keislaman tidak berkembang di masyarakat.

Menurut Dawam, seorang mufassir atau orang yang belajar memahami kandungan Al-Qur’an tidaklah harus mencakup seluruh ayat dalam Al-Qur’an, melainkan sebuah penafsiran bisa diwujudkan dalam bentuk karangan-karangan pendek. Oleh karena itu Dawam hanya memilih tema-tema tertentu sesuai dengan disiplin ilmu yang dikuasainya, dengan begitu ia juga berharap Al-Qur’an terus disiarkan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing.

Baca Juga: Pengaruh Sumpah Pemuda terhadap Tafsir Al-Quran di Nusantara

Ensiklopedi ini terdiri dari satu jilid, berisi 762 halaman, dengan 27 tema kunci yaitu: fitrah, hanif, Ibrahim, Din, Islam, Taqwa,’Abd, Amanah, Rahmah, Ruh, Nafs, Syaitan, Nabi, Madinah, Khalifah, ‘Adl, Dzalim, Fasiq, Syura, Ulul Amri, Ummah, Jihad, ‘Ilm, Ulul Albab, Rizq, Riba,dan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar.

Sumber penafsiran yang digunakan Dawam adalah Al-Qur’an dan hadis, selain itu ia juga mempertimbangkan pendapat mufassir lain seperti Buya Hamka, Fazlur Rahman, Malik Ghulam Farid, juga tokoh ilmu sosial seperti Sigmund Freud, Auguste Comte dan lainnya.

Dawam menyebut Ensiklopedi Al-Qur’an yang ia tulis merupakan sebuah tafsir Al-Qur’an. Meski banyak yang keberatan akan pernyataan tersebut, Dawam telah menyajikan sebuah gaya baru dalam menafsirkan Al-Qur’an. Quraish Shihab seorang mufassir kenamaan Indonesia menyebutkan karangan Dawam sebagai pemahaman terhadap Al-Qur’an dari seorang sarjana ilmu-ilmu sosial. (Maula Sari, Pemikiran Kontemporer Tafsir Al-Qur’an di Indonesia dalam buku Tafsir Al-Qur’ān di Nusantara, 256-267). Wallahu’alam

Mida Hardianti
Mahasiswi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Dasar legalitas badal haji

Dasar Legalitas Badal Haji

0
Baru-baru ini, Kemenag memberi pernyataan akan memberikan badal haji pada jemaah Indonesia yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji. Hal ini menyusul kabar adanya...