Beranda Tokoh Tafsir Tokoh Tafsir Indonesia Mengenal Sosok Salman Harun, Guru Besar Ilmu Tafsir yang Bersahaja

Mengenal Sosok Salman Harun, Guru Besar Ilmu Tafsir yang Bersahaja

Bagi mahasiswa yang belajar tafsir di UIN Syarif Hidayatullah, tentu tidak asing dengan sosok yang bernama Salman Harun. Beliau adalah guru besar di bidang tafsir yang sederhana dan bersahaja. Meskipun sudah tidak lagi muda, beliau selalu suka berjalan kaki. Ketika pergi mengajar baik di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta maupun di Masjid Fathullah, ia selalu tampak berjalan kaki dengan tas selempang berwarna hitam. Artikel ini akan mengulas sedikit mengenai Salman Harun, biografi dan karya-karyanya.

Salman Harun lahir pada tanggal 12 Juni 1945 di Pariaman, sebuah kota pesisir yang dalam sejarahnya selama ratusan tahun, memegang peranan penting sebagai entrepot (pelabuhan gudang) di pantai barat Sumatera. Terletak sekitar 59 km menuju utara dari kota Padang, dengan jarak tempuh sekitar satu setengah jam.

Sejak sebelum jaman penjajahan Belanda, Pariaman telah menjadi entrepot utama untuk distribusi perdagangan dari pedalaman Minangkabau sebelum dimuat ke pelabuhan lain di dalam dan luar Sumatera. Oleh karena aktifitas ekonomi yang ramai, Pariaman menjelma menjadi sebuah kota multikultural; warga keturunan Cina, India, Arab, dan orang pribumi berbaur satu sama lain.

Baca Juga: Metodologi Tafsir Hasbi Ash-Shiddieqy dalam Konstruksi Fiqh Ke-Indonesiaan

Salman Harun menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu di bidang pendidikan bahasa Arab Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah pada tahun 1973, melanjutkannya hingga doktor di almamaternya, lulus pada tahun 1988, dan kemudian berkesempatan melakukan studi pasca doktoral di Bonn University, Jerman, pada tahun 1999. Riwayat profesi yang dijalani oleh beliau, selain menjadi guru besar, adalah pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah tahun 1994-1996, Kakanwil Depag Sumatera Barat selama satu tahun setelah menjabat dekan, dan menjadi staf ahli Menteri Agama di tahun 1998, kemudian didapuk menjadi Dekan di Fakultas yang sama untuk yang kedua kali pada tahun 2001 hingga tahun 2005.

Beberapa karya yang dapat penulis akses dari buah pikirnya antara lain:

  1. Tafsir Tarbawi: NIlai-nilai Pendidikan Dalam Al-Quran

Karya dengan tebal 116 halaman ini menjadi diktat mata kuliah Tafsir Tarbawi yang masuk pada kurikulum perkuliahan di Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah. Sistematika penulisannya: a. menguraikan ayat yang berkaitan dengan tema-tema pendidikan, b. mengemukakan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat, c. menjelaskan bagaimana implementasinya dalam dunia pendidikan.

  1. Pintar Bahasa Arab Al-Quran: Cara Cepat Belajar Bahasa Arab Agar Paham Al-Quran

Al-Quran dalam buku ini diposisikan sebagai contoh kongkrit dari berbagai konsep tata bahasa Arab. Ada empat metode yang disusun untuk pembelajaran: pertama judul tata bahasa Arab, kedua contoh-contoh yang diambil dari al-Quran, ketiga pemahaman arti kosa katanya, keempat menjelaskan tata bahasa arab, dan kelima latihan yang diambilkan dari contoh-contoh al-Quran dan selainnya (jika tidak ditemukan contoh lagi).

  1. Morfologi Kosakata al-Quran

Tulisan ini merupakan hasil penelitian pada tahun 1992 yang didanai oleh IAIN Syarif Hidayatullah. Berkutat pada pencarian contoh-contoh al-Quran dengan mengklasifikasikannya ke dalam tasrif istilahi ke dalam bentuk fi’il madi, fi’il mudari, fi’il amr, masdar, isim fa’il, isim maf’ul, isim makan, isim zaman, dan isim alat. Penelitian beliau mengandalkan Mu’jam Mufahras li Alfaz al-Quran untuk menemukan contoh ayat al-Quran yang dicari.

Baca Juga: Kembali kepada Al-Qur’an dengan Fitur Kontekstualis-Progresif Menurut Amin Abdullah

  1. Perkembangan Saintifik Ilmu Qawaid Tafsir

Penelitian ini mengulas tentang pemikiran Khalid bin ‘Ustman al-Sabt dengan sumber primer karya al-Sabt yang berjudul Qawa’id al-Tafsir. Dalam pandangan Salman Harun, al-Sabat berkontribusi besar di bidang ‘Ulum al-Quran karena telah menggiring aspek-aspek ilmu al-Quran menjadi kaidah baku.

Dari keempat buku dan jurnal di atas, dapat tercermin bahwa Salman Harun memiliki minat kajian dan keahlian di tiga bidang secara garis besar; pendidikan, tafsir al-Quran, dan bahasa Arab. Bidang kajian al-Quran merupakan bidang yang dominan dari karya-karya beliau. Hal ini terbukti dengan penelitiannya baik dalam studi Pendidikan maupun bahasa Arab, selalu berkaitan dengan al-Quran sebagai titik acuan penelitiannya.

Wildan Imaduddin Muhammad
Redaktur tafsiralquran.id dan peneliti di el-Bukhari Institute
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

lafal-lafal khafi ad-dalalah dalam Al-Quran

Tidak Semua Lafal Mudah Dipahami: Mengenal Lafal-Lafal Khafi ad-Dalalah dalam Al-Quran

0
Dua artikel penulis sebelumnya; Mengenal lafal Wadih ad-Dalalah Dan Khafi ad-Dalalah dalam al-Quran, dan Kaidah Wadih ad-Dalalah, Contoh Pertentangan dan Cara Penyelesaiannya, baru menjelaskan...