Beranda Kisah Al Quran Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad saw. Ketika Hijrah ke Madinah

Mukjizat-Mukjizat Nabi Muhammad saw. Ketika Hijrah ke Madinah

Peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. menyiman memori dalam benak umat Islam tentang perjuangan Rasulullah saw. dan parasahabatnya, terkhusus sayyidina Abu Bakar r.a. dalam menempuh perjalanan dari Makkah ke Madinah. Momentum ini seperti disampaikan oleh M. Quraish Shihab dalam Sirah Nabinya disebut sebagai bagian dari awal pembentukan peradaban besar Islam.

Tidak hanya memorabilia bagi umat Islam, peristiwah hijrah umat Islam ke Madinah juga dianggap sebagai kesempatan bagus oleh kaum kafir Quraisy untuk menyakiti sekaligus menggagalkan episode dakwah nabi Muhammad saw. tersebut. Strategi yang dirancang oleh kafir Quraisy sangat baik, mereka menyiapkan pemuda untuk mengintai pergerakan nabi Muhammad di setiap tempat. Iming-iming 100 ekor unta bagi mereka yang bisa membunuh nabi Muhammad menjadi sayembara yang viral pada waktu itu.

Namun apalah daya, Allah yang menjaga utusanNya dengan membekalinya suatu kemukjizatan, dengan entengnya Rasulullah saw. dapat mengelabui penjagaan ekstra orang-orang kafir Quraisy.

Ada beberapa mukjizat-mukjizat nabi Muhammad saw. ketika hijrah ke Madinah yang ditulis oleh beberapa ahli sejarah. Berdasar mukjizat tersebut setidaknya diketahui bahwa semua tipu daya yang dilakukan oleh manusia tidak sebanding dengan tipu daya yang Allah berikan. (Q.S. al-Anfal [8]: 30)

Baca Juga: Asma Putri Abu Bakar, Sahabat dan Mufassir Perempuan yang Berjasa Dalam Hijrah Nabi

Kronologi Hijrah Rasulullah

Surah al-Anfal ayat 30 menggambarkan kronologi hijrah Rasulullah saw. ke Madinah. Dakwah di Makkah selama kurang lebih tiga belas tahun dirasa oleh Nabi kurang maksimal, respon penduduknya kurang baik, penindasan oleh kafir Quraisy terhadap parapemeluk Islam juga semakin menjadi-jadi.

Meskipun demikian, orang kafir Quraisy belum juga berhasil menghentikan dakwah Rasulullah saw. Oleh sebab itu, mereka tampak lelah dengan berbagai cara tersebut, mulai dari cara yang halus, cara kasar, cara yang rasional sampai cara yang tak masuk akal pun sudah mereka praktikkan untuk menghentikan kegiatan dakwah Rasulullah saw.

Kaum kafir Quraisy pernah menemui paman Rasulullah, Abu Thalib menawarkan pangkat yang luhur, wanita yang cantik, harta yang melimpah untuk keponakannya, Muhammad saw. apabila dia mau menghentikan dakwahnya. Lalu Rasulullah saw. berkomentar atas kejadian itu “Andaikan mereka meletakkan matahari di tangan kananku, bulan di tangan kiriku untuk meninggalkan dakwahku, aku tidak akan meninggalkanya”. Ini dikategorikan sebagai usaha kafir Quraisy yang halus.

Cara yang tak masuk akal pun juga pernah dipraktikkan oleh kafir Quraisy demi untuk menghentikan dakwah Rasulullah saw. Lagi-lagi paman Nabi, Abu Thalib didatangi mereka, kali ini mereka membawa pemuda yang tampan, gagah untuk diberikan kepada Abu Thalib, agar Muhammad diserahkan kepada mereka.

Abu Thalib pun menjawab “Wahai orang Quraisy, di mana akalmu? kamu serahkan pemuda ini kepadaku untuk aku pelihara, sedang aku serahkan keponakanku untuk kau bunuh”.

Setelah berbagai cara mereka lakukan untuk meredupkan dakwah Islam, mereka akhirnya bermusyawarah di sebuah tempat yang bernama Dar an-Nadwah. Dalam musyawarah tersebut ada tiga opsi yang ditawarkan oleh pemuka kafir Quraisy. Pertama, Muhammad harus diusir dari kota Makkah; Kedua, Muhammad harus dipenjara; Ketiga, Muhammad harus dibunuh.

Dari ketiga pilihan tersebut, opsi pertama dan kedua ditolak oleh peserta musyawarah. Sebab apabila Muhammad diusir dari kota Makkah dia akan menyusun kekuatan di luar kota Makkah. Apabila dia dipenjara sepertinya dia terlalu tabah menerima semua bentuk musibah. Akhirnya target pembunuhan Muhammad menjadi keputusan yang disepakati waktu itu.

Baca Juga: Filosofi Hijrah Rasulullah Saw Menuju Transformasi Sosial

Perintah Hijrah

Karena melibatkan semua kabilah yang ada di Makkah, rencana kaum Quraisy untuk membunuh Muhammad tidak bisa ditutup-tutupi dan akhirnya diketahui oleh Rasulullah. Semua orang menduga bahwa Muhammad akan mempergunakan kesempatan itu untuk hijrah dan bergabung dengan umat Islam yang sudah berangkat terlebih dahulu ke Yatsrib (sebelum berubah nama menjadi Madinah).

Namun karena Rasulullah sangat rapi menyimpan rahasia, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan dia akan berangkat. Sampai sahabat terdekatnya pun Abu Bakar tidak mengetahui. (Muhammad Husain Haikal, Sejarah Hidup Muhammad, Hal. 304)

Di suatu suatu malam ketika rumah Rasulullah dikepung oleh para pemuda kafir Quraisy, Jibril a.s. datang menyampaikan perintah: “Muhammad janganlah kamu tidur malam ini di tempat tidurmu, karena sesungguhnya Allah Swt. memerintahkanmu untuk berhijrah ke Madinah” (Ibn al-Atsir, Al-Kamil fi al-Tarikh, hal. 72).

Ali bin Abi Thalib yang serumah dengan Rasulullah diperintah olehnya untuk memakai mantel hijaunya yang didapatkan dari Hadhramaut dan diperintah agar berbaring di tempat tidurnya. Rasulullah juga meminta Ali untuk memberikan barang-barang milik orang Makkah yang dititipkan kepadanya. Malam itu bertepatan dengan 20 Juli 622 M. Rasulullah berangkat dari rumah untuk Hijrah ke Madinah. (Said Ramadhan al-Buthi, Fiqh Al-Sirah, hal. 185).

Baca Juga: Momentum Hijrah di Tahun Baru, Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 100

Mukjizat-Mukjizat Saat Keberangkatan Nabi Hijrah

Paraahli sejarah mengemukakan bahwa terdapat beberapa mukjizat Nabi yang bertujuan mengecoh pengintaian kafir Quraisy. Dikemukakan oleh Khudri Bek dalam kitab Nur al-Yaqin, hal. 77 bahwa pada saat kepungan ketat di rumah Nabi, beliau keluar rumah setelah lewat dua pertiga malam, kemudian mengambil segenggam pasir dan melemparkanya kepada orang-orang Quraisy yang mengepung rumahnya pada saat itu seraya membaca awal surah Yasin hingga ayat kesembilan,

Dengan izin Allah orang kafir Quraisy yang mengepung rumah Nabi tertidur sejenak dan tidak mengetahui kepergian Nabi. Lalu bergegegaslah Nabi menemui Abu Bakar untuk berangkat ke Gua Tsur sebagai tempat persembunyian sebelum keberangkatan ke Madinah.

Di Gua Tsur ini lagi-lagi mukjizat Rasulullah oleh para ahli sejarah dikemukakan. Yakni adanya sarang laba-laba, dua ekor burung dara dan pohon. Mukjizat ini yang diceritakan di dalam buku-buku sejarah hidup Nabi, tepatnya ketika bertutur tentang persembunyianya di Gua Tsur. (Muhammad Husain Haikal, Sejarah Hidup Muhammad, Hal. 307)

Dikatakan mukjizat sebab sebelum Nabi masuk ke gua, tidak ada sarang laba-laba, dua burang dara dan ranting pohon di pintu gua, akan tetapi setelah Nabi bersembunyi laba-laba mengenyam sarangnya, dua ekor burang dara bertelur di jalan masuk dan ranting pohon tumbuh. Ini bertujuan untuk mengalihkan pencarian orang kafir Quraisy.

Mukjizat selanjutnya yaitu ketika Rasulullah saw. dan Abu Bakar lolos dari persembunyin mereka di Gua Tsur. Ketika hendak berjalan menuju Madinah lewat jalan terjal, terlihatlah mereka berdua oleh Suraqah ibn Malik ibn Ju’syum.

Suraqah yang tahu sayembara hadiah seratus ekor unta bagi seseorang yang berhasil membunuh nabi Muhammad lekas mengejar Nabi dan Abu Bakar. Namun apa yang terjadi, kudanya dua kali kepleset jatuh tersungkur karena terlampau dipaksa berjalan.

Saat jarak keduanya semakin dekat ketiga kalinya kuda tersebut jatuh, kali ini sangat keras sehingga senjata suraqah terlembar jauh. Dengan kejadian itu akhirnya suraqah pun mengurungkan niatnya untuk membunuh Rasulullah.

Itulah sedikit kisah tentang mujizat peristiwa hijrah Rasulullah. Semoga kita terinspirasi dari perjuangan hijrah Rasulullah dan umat Islam untuk menjadi insan yang lebih baik di tahun baru ini. Amin ya rabbal alamin.

Abdullah Rafi
Mahasiswa Manajemen Dakwah UIN Sunan Kalijaga
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Kesenjangan sosial

Kritik Alquran Terhadap Kesenjangan Sosial

0
Sejak awal penurunan, Alquran melontarkan kritik terhadap kesenjangan sosial yang terjadi di kalangan masyarakat Mekah. Kritik tersebut merupakan langkah untuk menciptakan tatanan masyarakat yang...