Beranda Tafsir Tematik Tafsir Ahkam Perdebatan Ulama tentang Kedudukan dan Hukum Basmalah

Perdebatan Ulama tentang Kedudukan dan Hukum Basmalah

Kita sering mendengar ada perdebatan ulama mengenai status dan hukum basmalah. Bahkan kita seringkali menyaksikan ada imam yang membaca basmalah pada saat membaca Al-Fatihah, dan ada pula yang tidak membacanya. Ada pula yang mengeraskan bacaannya dan ada pula yang tidak mengeraskannya. Untuk mengetahui status dan hukum basmalah ini akan dikemukakan secara rinci dalam kajian ini.

Bagaimana status (kedudukan) Basmalah di dalam Alquran? Apakah basmalah merupakan salah satu dari ayat-ayat Alquran? Ulama mengemukakan pandangan mereka tentang hal ini. Semua ulama sepakat menyatakan bahwa basmalah yang terdapat di dalam surat al-Naml [27]: 30, yaitu:

إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣٠

“Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Baca Juga: Penjelasan Makna Kata dalam Kalimat Basmalah

Perbedaan pendapat mereka terletak pada basamalah yang terdapat pada surat Al-Fatihah dan basmalah yang terdapat pada awal setiap surah, apakah basmalah dalam dua tempat itu termasuk salah satu ayat dari ayat-ayat Alquran atau tidak? Dalam kaitan dengan itu, ada 3 pendapat ulama, sebagai berikut:

  1. Golongan Syafi’iyyah (golongan ulama yang mengikuti pandangan Imam Syafi’i) berpendapat bahwa basmalah yang terdapat pada surat al-Fatihah dan pada setiap awal surat adalah ayat.
  2. Golongan Malikiyyah (golongan ulama yang mengikuti pandangan Imam Malik) berpendapat bahwa basmalah di dalam surat Al-Fatihah dan pada setiap awal surat bukan ayat.
  3. Golongan Hanafiyyah (golongan ulama yang mengikuti pandangan Imam Hanafi) berpendapat bahwa basmalah dalam setiap awal surat adalah ayat dari Alquran yang diturunkan untuk memisahkan surat-surat Alquran, sedangkan basmalah di dalam surat al-Fatihah bukanlah ayat.

Ada 5 alasan yang dikemukakan oleh golongan Syafi’iyyah untuk mempertahankan pandangannya, yang menyatakan bahwa basmalah merupakan ayat dari setiap surat di dalam Alquran. Kelima alasannya tersebut sebagai berikut:

Alasan pertama adalah hadis riwayat Abu Hurairah: “Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw beliau bersabda: “Apabila kalian membaca الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, maka bacalah بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, karena merupakan induk Alquran, induk kitab, dan tujuh ayat yang selalu dibaca, dan بِسْمِ اللهِ الرَّحْمن الرَّحِيْمِ adalah salah satu ayatnya.(HR Daruquthny)”

Alasan kedua adalah hadis riwayat Ibn Abbas: “Dari Ibn Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah saw membuka shalatnya dengan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. (HR. Tirmidzy)”

Alasan ketiga adallah hadis riwayat Anas bin Malik: “Dari Anas bin Malik ra., sesungguhnya ia ditanya tentang bacaan Rasulullah saw, ia lalu berkata bahwa bacaan Rasulullah panjang, lalu ia membaca: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, dst… (HR Bukhary).

Alasan keempat adalah hadis yang juga diriwayatkan oleh Anas: “Dari Anas bin Malik ra, ia berkata, pada suatu hari ketika Rasulullah bersama kami, tiba-tiba beliau merasa ngantuk yang luar biasa, lalu beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Lalu kami bertanya, apa gerangan yang membuat Baginda tertawa, ya Rasulullah. Beliau lalu menjawab, baru saja turun kepadaku sebuah surat, lalu beliau membaca: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ……” (HR Muslim).”

Baca Juga: Mutiara Hikmah Lafaz Taawuz dan Penafsirannya dalam Alquran

Semua hadis yang dikemukakan di atas menggambarkan bahwa Rasulullah setiap kali membaca surat di dalam Alquran selalu dimulai dengan Basmalah, baik ketika membaca Surat al-Fatihah maupun surat yang lain, seperti surat al-Kautsar, pada hadis yang terakhir di atas.

Alasan yang lain yang dikemukakan oleh golongan ini adalah alasan yang menyatakan bahwa mushaf al-imam di dalamnya terdapat Basmalah di awal al-Fatihah dan pada awal setiap surat dari surat-surat Alquran, kecuali surat al-Bara’ah yang tidak ditulis di awalnya Basmalah. Basmalah juga ditulis di dalam mushaf-mushaf yang lain. Bersamaan dengan itu, diyakini pula bahwa para penulis Alquran tidak akan menulis di dalam mushaf sesuatu yang bukan termasuk Alquran.

Dari semua alasan yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa basmalah merupakan ayat dari setiap surat dan ditulis di setiap awal surat Alquran. Wallahu A’lam.

Ahmad Thib Raya
Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran (PSQ)
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

qiraat al-quran

Mimpi Imam Hamzah dan Kemuliaan Penjaga Alquran

0
Salah satu di antara imam qiraah yang mutawatir adalah Imam Hamzah. Beliau lahir di Kuffah pada tahun 80 H. Bernama lengkap Hamzah bin Habib...