Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surah Ad-Dukhan Ayat 43-46

Tafsir Surah Ad-Dukhan Ayat 43-46

Tafsir Surah Ad-Dukhan Ayat 43-46 berbicara mengenai salah satu gambaran bagaimana siksaan penghuni neraka. salah satunya digambarkan dengan keadaann pohon zaqqum.


Baca sebelumnya: Tafsir Surah Ad-Dukhan Ayat 41-42


Ayat 43-46

Allah menggambarkan bagaimana siksaan yang disediakan bagi orang-orang kafir penghuni neraka. Dalam ayat yang lain, digambarkan keadaan pohon zaqqum itu yaitu mayangnya saja menakutkan orang yang melihatnya, Allah berfirman:

طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ  ٦٥  فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ   ٦٦

Mayangnya seperti kepala-kepala setan. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqµm). (as-Saffat/37: 65-66)

Betapa nyeri dan perihnya perut orang yang memakan buah zaqqum itu digambarkan seperti rasa yang dirasakan seseorang yang meminum kotoran minyak yang sedang mendidih, panasnya diumpamakan seperti panas air yang sedang mendidih yang dapat melumatkan dan menghancurkan perut orang yang meminumnya.


Baca juga: Mengenal Kuliner Neraka dalam Al-Quran, dari Buah Zaqqum hingga Shadid


Sesudah memakan buah zaqqµm itu orang-orang kafir akan dipaksa lagi meminum-minuman air yang sangat panas. Allah berfirman:

ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ   ٦٧

Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. (as-Saffat/37: 67)

Demikianlah perasaan orang kafir pada saat mereka makan dan pada saat mereka minum.


Baca setelahnya: Tafsir Surah Ad-Dukhan Ayat 47-48


(Tafsir Kemenag)

Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

tafsir surah al jatsiyah

Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 32-34

0
Tafsir Surah Al-Jatsiyah Ayat 32-34 berbicara mengenai dua hal yang saling berkelindan. Pertama mengenai penyesalan orang-orang kafir di akhirat. Kedua mengenai ketakutan mereka pada...