Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 59-63

Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 59-63

Pada Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 59-63 ini menegaskan bahwa setiap perbuatan akan menerima balasannya masing-masing. Yang baik akan menuai kebaikan, dan yang buruk akan menuai keburukan.


Baca Sebelumnya: Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 53-58


Ayat 59

Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa. Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian.

Ayat 60

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa tidak ada ganjaran bagi perbuatan yang baik kecuali kebaikan pula. Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:

۞ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ  ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ  ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ   ٢٦

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Yunus/10: 26)

Sehubungan dengan ayat 60 ini Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik meriwayatkan:

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَرَأَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ جَزَاءُ اْلإِحْسَانِ إِلاَّ اْلإِحْسَانِ. وَقاَلَ: هَلْ تَدْرُوْنَ مَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ مَا جَزَاءُ مَنْ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِ بِالتَّوحِيْدِ إِلاَّ الجَنَّةُ. (اخرجه ابن أبى حاتم وابن مردويه والبيهقى)

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah membaca ayat (yang artinya), “Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan,” kemudian beliau ber-tanya, “Apakah yang kalian ketahui dari firman Tuhan tersebut?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi menjawab, “Allah berfirman, Tidak ada balasan kebaikan bagi mereka yang Kuberi nikmat dengan mengesakan (Aku) kecuali surga.” (Riwayat Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqi)

Ayat 61

Ayat ini menerangkan bahwa pada saat itu Allah bertanya tentang nikmat mana lagi yang kamu dustakan, terutama nikmat yang telah Allah berikan pada hari ini. Allah juga mengingatkan tentang kabar derita dan peringatan pedih yang telah disampaikan-Nya, yaitu agar manusia meninggalkan dan menjauhi perbuatan dosa.


Baca Juga: Tafsir Surat al-Mulk Ayat 25-27: Balasan Bagi yang Ingkar Terhadap Ancaman Allah


Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan, hai manusia dan jin? Masing-masing mendapat ganjaran sebagaimana yang diterangkan Allah. Bukankah itu nikmat yang besar bagi kamu sekalian.

Ayat 62-63

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa selain dua surga yang telah disebutkan ada lagi dua surga yang disediakan untuk orang-orang mukmin dari golongan Ashabul-yamin. Yaitu dua surga yang terdahulu diperuntukkan bagi golongan orang-orang yang terdahulu beriman dan dua surga yang lain diperuntukkan bagi golongan Ashabul-yamin dari orang yang beriman kemudian. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadisnya:

جَنَّتَانِ مِنْ ذَهَبٍ لِلْمُقَرَّبِيْنَ وَجَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ لِأَصْحَابِ الْيَمِيْنِ. (رواه ابن جرير وابن أبي حاتم وابن مردويه عن أبي موسى)

Dua surga dari emas untuk Muqarrabin dan dua buah lagi surga dari perak untuk Ashabul-yamin.” (Riwayat Ibnu Jarir, Ibnu Abu Hatim, Ibnu Mardawaih dari Abu Musa)

Maka nikmat Tuhan yang manakah yang masih didustakan oleh jin dan manusia?

(Tafsir Kemenag)


Baca Setelahnya: Tafsir Surah Ar-Rahman Ayat 64-78


Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tafsir Tartib Nuzul: al-Tafsir al-Hadits karya Muhammad ‘Izzat Darwazah

Tafsir Tartib Nuzul: al-Tafsir al-Hadits karya Muhammad ‘Izzat Darwazah

0
Telah saya sebutkan di tulisan sebelumnya bahwa saya menemukan sekurangnya empat tafsir model Tartib Nuzul, yaitu Bayan al-Ma’ani karya Abdul Qadir Mulla Huwaisy, al-Tafsir...