Beranda Tafsir Tematik Tafsir Surah Ar-Rum Ayat 46: Empat Manfaat Angin

Tafsir Surah Ar-Rum Ayat 46: Empat Manfaat Angin

Angin merupakan salah satu sumber energi yang memberi segenap manfaat bagi kehidupan manusia. Menurut sebuah penelitian, energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup berkembang pemanfaatannya saat ini. Sebab angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia secara melimpah di alam ini (Syahrul, 2011).

Dari sekian banyak manfaat angin, surah Ar-Rum ayat 46 merangkum empat manfaat dan kegunaan angin bagi kehidupan manusia.

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَن يُرۡسِلَ ٱلرِّيَاحَ مُبَشِّرَٰتٖ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحۡمَتِهِۦ وَلِتَجۡرِيَ ٱلۡفُلۡكُ بِأَمۡرِهِۦ وَلِتَبۡتَغُواْ مِن فَضۡلِهِۦ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur.” (QS. Ar-Rum [36]: 46)

Baca Juga: Mengenal Enam Fungsi Angin dalam Al-Quran Perspektif Tafsir Ilmi

Tafsir surah Ar-Rum ayat 46 tentang manfaat angin

Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa secara balaghah, ayat ini menggunakan bentuk bahasa al-lthnaab, yaitu untuk mengingatkan para hamba atas nikmat-nikmat yang begitu banyak. Sebenarnya, kalimat yang terakhir sudah bisa mewakili semuanya.

Menurut Tafsir Kementerian Agama, dalam ayat ini disampaikan bahwa di antara tanda kemahakuasaan Allah adalah angin yang memberikan manfaat besar kepada manusia dalam empat hal yaitu sebagai berita baik, membawa rahmat, kepentingan pelayaran, dan untuk memperoleh karunia Allah.

Pertama, sebagai pembawa berita baik, angin merupakan pendahuluan atau pertanda akan datangnya hujan. Hal itu karena angin membentuk awan. Ketika awan itu semakin padat dan mendingin, ia berubah menjadi butir-butir air, lalu turun berupa hujan. Dengan demikian, angin membawa berita gembira bagi manusia, yaitu kemungkinan turunnya hujan.

Kedua, angin merupakan salah satu yang berperan dalam proses terjadi hujan. Dengan hujan itu, Allah ingin merasakan rahmat-Nya kepada manusia. Berkat dari adanya hujan tersedialah air yang merupakan sumber kehidupan, baik bagi tanaman, hewan, maupun manusia sendiri.

Ketiga, kegunaan lain dari angin yang disebutkan dalam ayat ini adalah untuk pelayaran. Pada era kapal layar sampai era kapal mesin bahkan sampai era kapal bertenaga nuklir sekarang sekalipun, cuaca dan angin masih merupakan faktor yang menentukan atau berpengaruh dalam kesuksesan pelayaran.

Angin bertiup atas perintah Allah, dalam artian berdasar hukum-hukum yang ditentukan-Nya. Oleh karena itu, manusia perlu mengembangkan ilmu meteorologi yang mempelajari angin, cuaca, dan sebagainya agar pelayaran lancar dan maju.

Keempat, kegunaan lebih lanjut dari angin adalah untuk mencari karunia Allah. Oleh karena itu, perlu dikembangkan berbagai teknologi pemanfaatan angin selain untuk pertanian, peternakan, dan pelayaran di atas. Sekarang ini, yang sedang dikembangkan manusia adalah memanfaatkan angin sebagai sumber energi, misalnya untuk pembangkit tenaga listrik, menggerakkan mesin, dan sebagainya.

Demikian M. Quraish Shihab juga menambahkan bahwa penciptaan angin dalam ayat tersebut bertujuan agar manusia dapat mencari rezeki dari karunia-Nya dengan berdagang dan mempergunakan apa-apa yang ada di darat dan di laut dengan berbagai inovasi terbarukan melalui perantara manfaat angin. Selain itu agar manusia bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya dengan cara taat dan beribadah kepada-Nya semata.

Namun menurut Imam Al-Qurthubi, yang perlu digaris bawahi dalam ayat di atas adalah biamrihi (dengan perintah-Nya). Ketika Allah mengizinkan kapal-kapal berlayar, maka angin dapat memberi manfaat kepada manusia. Namun sebaliknya, ketika Allah tidak mengizinkan, angin dapat saja bertiup tidak tenang hingga menenggelamkan kapal-kapal manusia.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa angin dapat memberi manfaat ketika sang penciptanya mengizinkan. Oleh sebab itu, redaksi terakhir ayat tersebut mengisyaratkan manusia untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diterima melalui kemanfaatan angin tersebut.

Baca Juga: Mengenal Tujuh Istilah Angin yang Disebutkan dalam Al-Quran

Penutup

Sebagai salah satu karunia Allah untuk manusia, diciptakan angin yang dapat memberikan segenap manfaat untuk kehidupan. Namun dibalik manfaat tersebut, terdapat pula berbagai bencana yang ditimbulkannya seperti angin topan, puting beliung, dan berbagai bencana lain yang dipicu oleh angin. Hal tersebut terjadi ketika manusia tidak mampu mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah serta tidak mampu memakmurkan alam ini.

Sebagai contoh, ketika manusia sibuk menggunduli hutan, pohon-pohon habis ditebang sehingga menyebabkan angin dapat dengan mudah meniup tanpa ada yang menghalangi. Kemanfaatan angin yang semula menjadi rahmat, namun berubah menjadi bencana akibat dari ulah manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, karunia Allah berupa angin untuk kehidupan manusia mestinya disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Wallahu A’lam.

Saibatul Hamdi
Minat Kajian Studi Islam dan Pendidikan Islam
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, Tafsir Nuzuli Karya Quraish Shihab

Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, Tafsir Nuzuli Karya Quraish Shihab

0
Kepakaran Prof. M. Quraish Shihab dalam ranah tafsir tidak perlu diperdebatkan. Salah satu buktinya adalah produktivitasnya dalam melahirkan karya-karya tafsir. Jika menilik daftar karya...