Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surah Asy-Syura Ayat 33-35

Tafsir Surah Asy-Syura Ayat 33-35

Tafsir Surah Asy-Syura Ayat 33-35 berbicara mengenai tiga hal. Pertama mengenai kuasa untuk mengatur angin di lautan. Kedua berbicara mengenai kuasa untuk menghancurkan kapal. Ketiga mengenai pelegitimasian Allah bahwa tiada yag kuasa selain Dirinya.


Baca sebelumnya: Tafsir Surah Asy-Syura Ayat 31-32


Ayat 33

Seandainya Allah menghendaki kapal yang berlayar tadi tidak dapat berlayar lagi, maka Dia akan menahan angin yang mendorong kapal tadi bergerak dan berlayar, dan tinggallah kapal itu tetap dipermukaan air tidak dapat maju atau mundur.

Orang-orang yang dapat mengerti dan menyadari hal ini ialah orang-orang yang mempunyai pandangan luas, sabar dan patuh kepada perintah Allah senantiasa mensyukuri nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya.

Adanya bencana yang terjadi pada suatu tempat berupa gempa bumi, tanah longsor, ombak yang menghanyutkan dan membinasakan, dan lain-lain dianggap oleh sebagian orang hanya kejadian alam yang tidak ada hubungan sedikit pun dengan kekuasaan Allah. Firman Allah:

;وَكَاَيِّنْ مِّنْ اٰيَةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ يَمُرُّوْنَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُوْنَ

Dan berapa banyak tanda-tanda (kebesaran Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling daripadanya. (Yµsuf/12: 105);

Ayat ini merupakan kelanjutan ayat sebelumnya (asy-Syµrā/42: 32), bahwa setelah berhasil mengapung di atas air, kapal tradisional memerlukan energi angin sebagai penggerak.

Dengan adanya angin kapal layar dapat terdorong dan dengannya dapat pula dikendalikan melalui penggunaan layar dan kemudi. Apabila hembusan angin terhenti, praktis kapal tidak dapat bergerak. Dengan tidak adanya angin, gelombang laut pun akan terhenti pula.


Baca juga: Upaya Penyusunan Kembali Mushaf Kuno Madinah


Ayat 34

Pada ayat ini diterangkan bahwa selain Allah kuasa menahan angin sehingga kapal itu tidak dapat beranjak dari tempatnya, Dia juga kuasa menghancurkan kapal itu dengan mengirimkan angin topan yang menjadikan kapal yang berlayar itu oleng, tak menentu arah yang ditempuh, tak akan sampai ke sasaran yang dituju, akhirnya tenggelam ke dasar laut akibat penumpangnya yang bergelimang dosa.

Tetapi yang demikian itu jarang terjadi, karena Allah telah memberi maaf dan mengampuni sebagian besar dari mereka, sehingga mereka selamat dalam perjalanannya mengarungi laut yang luas ke tempat yang dituju.

Ayat 35

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa hal-hal yang telah digambarkan di atas menunjukkan kekuasaan dan keperkasaan-Nya; kiranya orang-orang yang selalu membantah dan tidak mau mengakui kekuasaan Allah dapat menyadari bahwa yang dapat memberikan manfaat dan mendatangkan mudarat tidak lain hanyalah Allah dan kalau Dia menghendaki, maka tidak seorang pun yang dapat menghindar atau luput dari azab yang telah ditetapkannya itu.


Baca setelahnya: Tafsir Surah Asy-Syura Ayat 36


(Tafsir Kemenag)

 

Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Budaya

Relasi Islam, Alquran, dan Budaya

Secara umum, budaya merupakan buah pikir dan batin manusia yang berkesadaran dalam bentuk kepercayaan, kesenian, maupun adat istiadat. Budaya kerap kali berkaitan erat dengan agama...