BerandaKhazanah Al-QuranTradisi Membaca Awal Alquran saat Khataman

Tradisi Membaca Awal Alquran saat Khataman

Salah satu kebiasaan yang berkembang di masyarakat saat melakukan khataman Alquran adalah membaca Surah Alfatihah dan beberapa ayat di awal Surah Albaqarah, seusai membaca Surah Annas dan sebelum doa. Sehingga, seakan-akan prosesi khataman Alquran tidak diakhiri dengan membaca Surah Annas sebagai surah paling belakang, melainkan dengan awal Surah Albaqarah. Lalu, apakah ada keterangan dari ulama yang membenarkan tindakan ini? Berikut keterangan selengkapnya.

Memulai dari awal setelah khatam

Menutup khataman Alquran dengan membaca Alfatihah serta beberapa ayat di awal Surah Albaqarah, merupakan salah satu hal yang dianjurkan. Hal ini bertujuan agar seakan-akan si pembaca dianggap masuk pada sesi khataman yang baru setelah selesai mengkhatamkan Alquran. Hal ini ditandai dengan membaca awal Alquran berupa Surah Alfatihah dan awal Surah Albaqarah.

Baca juga: Tradisi Pembacaan Takbir Ketika Khataman Alquran

Imam al-Suyuthi di dalam kitab al-Itqan fi Ulum al-Qur’an menerangkan, disunahkan ketika selesai mengkhatamkan Alquran, untuk kemudian beranjak pada proses mengkhatamkan yang lainnya. Imam al-Nawawi di dalam al-Tibyan juga menyatakan hal demikian. Beliau juga menambahkan, bahwa tindakan ini adalah sesuatu yang disukai oleh para ulama salaf (al-Itqan/131 dan al-Tibyan/162)

Imam al-Zarkasyi menerangkan lebih detail di dalam al-Burhan fi Ulum al-Qur’an, bahwa saat mengkhatamkan Alquran dianjurkan setelah membaca Surah Annas untuk membaca Alfatihah dan 5 ayat pertama Surah Albaqarah. Yaitu sampai ayat:

اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Albaqarah/5) (al-Burhan/1/474).

Kesunahan ini menurut para ulama seperti al-Suyuthi dan al-Zarkasyi berdasar hadis yang diriwayatkan dari Ibn Abbas:

قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ « الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ ». قَالَ وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قَالَ « الَّذِى يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ إِلَى آخِرِهِ كُلَّمَا حَلَّ ارْتَحَلَ »

“Seorang lelaki bertanya: “Ya Rasulullah, amal mana yang paling disukai Allah?” Nabi menjawab: “Yang sampai di akhir kemudian berangkat kembali”. “Apa maksud sampai di akhir kemudian berangkat kembali?” tanya si lelaki. Nabi bersabda: “Yaitu orang yang membaca Alquran mulai awal sampai akhir. Setiap selesai, dia memulai kembali.” (HR. Al-Tirmidzi).

Imam al-Mubarakfuri di dalam Tuhfat al-Ahwadzi menjelaskan, sebenarnya ulama masih berbeda pendapat mengenai maksud redaksi hadis “Yang sampai di akhir kemudian berangkat kembali.” Sebagian ulama berpendapat bahwa redaksi tersebut bermakna, orang yang sampai pada batas akhir Alquran kemudian membacanya kembali mulai awal. Al-Mubarakfuri juga menerangkan bahwa tradisi yang berkembang di antara ahli Alquran kota Mekah terkait hadis ini, saat selesai khatam Alquran atau selesai membaca Surah Annas, mereka akan membaca Alfatihah kemudian 5 ayat awal Surah Albaqarah, baru kemudian berhenti membaca (Tuhfat al-Ahwadzi /7/264).

Baca juga: Inilah Lima Fadilah Membaca Al-Qur’an Menurut Hadis-Hadis Sahih

Imam al-Jazari menjelaskan, ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa saat sahabat Ubay ibn Ka’b membaca Surah Annas di hadapan Nabi, maka beliau kemudian membaca Alfatihah, lalu 5 ayat pertama Surah Albaqarah, baru kemudian berdoa dan undur diri. Riwayat ini kemudian diamalkan oleh banyak ulama. Sehingga, tidak ada orang yang mengkhatamkan Alquran kecuali dia lanjut membaca Alquran mulai awal kembali. Entah kemudian mengkhatamkannya kembali atau tidak, atau berniat mengkhatamkannya atau tidak (al-Nasyr fi al-Qiraat al-Asyr/2/488).

Sayangnya, riwayat yang disinggung al-Jazari sepertinya dinilai sebagian kalangan tidak bisa dibuat pegangan. Sehingga, sebagian malah melarang menambah bacaan Alfatihah dan 5 ayat pertama Surah Albaqarah, saat mengkhatamkan Alquran (al-Adab al-Syariah/2/428).

Kesimpulan

Dari berbagai keterangan di atas kita bisa mengambil kesimpulan, kebiasaan menutup khataman Alquran dengan membaca Alfatihah serta beberapa ayat di awal Surah Albaqarah, sebenarnya adalah bentuk mengamalkan anjuran dari para ulama tatkala mengkhatamkan Alquran. Sayangnya, pada praktiknya kadang yang dibaca tidak hanya 5 ayat pertama Surah Albaqarah, tapi lebih. Mungkin dikarenakan ketidaktahuan masyarakat awam tentang detail anjuran tersebut. Wallahu a’lam.

Muhammad Nasif
Muhammad Nasif
Alumnus Pon. Pes. Lirboyo dan Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga tahun 2016. Menulis buku-buku keislaman, terjemah, artikel tentang pesantren dan Islam, serta Cerpen.
- Advertisment -spot_img

ARTIKEL TERBARU

Merawat Keberagaman Menurut Al-Quran

Fakta Keberagaman Sosial dalam Surah An-Nahl Ayat 93

0
Berbicara tentang Indonesia-apalagi soal seluruh dunia-sudah pasti tidak lepas dari segala keberagaman sosial di dalamnya. Keberagaman sosial sendiri dapat dipahami sebagai heterogenitas dalam suatu...