Beranda Kisah Al Quran Ucapan Umar bin Khattab (Khulafaur Rasyidin) yang Diabadikan dalam Ayat Al-Quran

Ucapan Umar bin Khattab (Khulafaur Rasyidin) yang Diabadikan dalam Ayat Al-Quran

Nama Umar bin Khattab tentu tidak asing lagi di telinga kita. Khalifah yang kedua setelah Abu Bakar As-Siddiq ini memang terkenal karena wibawanya. Kewibawaan Umar bahkan telah nampak sebelum ia mengikrarkan dua kalimat syahadat. Salah satu keistimewaan lainnya yang mungkin jarang kita ketahui adalah, diabadikannya ucapan Khalifah Umar bin Khattab dalam ayat Al-Quran.

Tentu kita bertanya kok bisa ucapan Umar bin Khattab diabadikan dalam Al Qur’an? Mengenai hal ini, Kitab Al Itqan fi Ulumil Qur’an anggitan Imam Jalaluddin As-Suyuti memasukkan pembahasan ini dalam ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan berdasarkan lisan sebagian sahabat. Jadi, maksud dari ucapan Umar diabadikan dalam Al Qur’an adalah, ucapan Umar menjadi sebab musabab turunnya ayat Al Quran. Tak hanya itu, ayat yang turun pun terkadang serupa dengan apa yang diucapkannya.


Baca juga: 5 Prinsip Etika Berkomunikasi Menurut Al-Quran


Sebelum mengetahui ayat apa saja yang turun sebab ucapan Umar, kita perlu tahu terlebih dahulu definisi asbabun nuzul. Asbabun nuzul merupakan sebab-sebab turunnya Al Qur’an baik berupa peristiwa maupun pertanyaan yang diajukan kepada Nabi Muhammad. Dari definisi ini kita bisa mengetahui bahwa ucapan sahabat pun bisa menjadi sebab turunnya ayat. Apalagi ucapan itu datang karena merespon suatu peristiwa.

Perihal sosok Umar bin Khattab, memang tidak hanya sekali ucapannya terekam dan menjadi sebab turunnya ayat. Dalam berbagai riwayat, ada yang menyebut tiga bahkan empat kali. Maka tak heran jika Rasulullah Saw pernah bersabda,

إن الله جعل الحق على لسان عمر و قلبه

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan kebenaran (al-haq) melalui lisan Umar dan hatinya”

Hadis yang dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi dari riwayat Ibnu Umar ini memang menjadi penguat betapa layaknya ucapan Umar bin Khattab terdokumentasi sebagai sabab nuzulnya ayat Al Qur’an.


Baca juga: Makna Islam Sebagai Agama Perdamaian dalam Al-Quran


Ayat-ayat yang Turun atas Ucapan Umar bin Khattab

Imam Bukhari beserta imam hadis lainnya pernah mengeluarkan sebuah riwayat dari Anas tentang Umar bin Khattab. Kala itu Umar bin Khattab menyebut, “Aku pernah sependapat dengan Tuhanku dalam tiga hal.” Setelah itu Umar bin Khattab menyebut ayat-ayat yang serupa dengan apa yang pernah ia ucapkan.

Pertama, Khalifah Umar pernah bertanya pada Nabi Muhammad, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai mushala (tempat shalat)?” Istimewanya, Allah menurunkan wahyu yang serupa yakni QS. Al Baqarah: 125.

وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ

Kedua, Umar juga pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya yang masuk ke rumah istri-istrimu itu ada yang baik dan ada yang jahat. Karena itu perintahkanlah kepada mereka untuk berhijab?” Setelah itu turunlah ayat tentang hijab.


Baca juga: Penafsiran “ Berkah” dalam Surat Al-Isra’ Ayat 1


Ketiga, Umar berkata kepada istri-istri Nabi yang saling cemburu. “Jika Allah memisahkan Nabi dengan kalian maka Allah akan memberikan pengganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian.”  Maka turunlah QS. At Tahrim: 5.

عَسٰى رَبُّهٗٓ اِنْ طَلَّقَكُنَّ اَنْ يُّبْدِلَهٗٓ اَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنْكُنَّ

Begitupun dengan Imam Muslim, Ibn Abi Hatim, dan Abdullah bin Abi Laila yang meriwayatkan ucapan Umar sebagai sebab turunnya ayat. Misalnya Ibn Abi Hatim dan Abdullah bin Abi Laila yang juga meriwayatkan ayat lain yang tidak disebutkan Imam Bukhari tadi. Alkisah, Setalah turunnya QS. Al Mu’minun: 12 yang berbunyi,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ۚ

Seketika Umar bin Khattab mengucapkan fatabarakallahu ahsanul khaliqin. Dan lagi-lagi turunlah ayat serupa dengan ucapan Umar. Ayat ini terdapat dalam QS. Al Mu’minun: 14.

فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخٰلِقِيْنَۗ

Riwayat terakhir, dari Abdurrahman bin Abi Laila yang mengisahkan, ada seorang Yahudi yang bertemu dengan Umar bin Khathab. Namun orang Yahudi itu justru berkata, “Sesungguhnya Jibril yang telah disebut-sebut oleh temanmu (Muhammad) itu adalah musuh kita.” Merespon ucapan itu, Umar bin Khattab melontarkan ucapan yang kemudian terdokumentasi dalam QS. Al Baqarah: 98.

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ

Yang artinya: “Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.”


Baca juga: Tafsir Surat An-Nisa Ayat 36: Allah Tidak Menyukai Sifat Sombong dan Angkuh


Dalam hal ini, memang bukan hanya ucapan Umar bin Khattab yang diabadikan dalam ayat Al Qur’an. Ada sahabat lain seperti Sa’ad bin Mu’adz, Zaid bin Haritsah, Abu Ayyub dan sahabat lainnya. Namun karena ada beberapa ayat yang turun sebab Umar bin Khattab (tidak hanya satu), nampaknya patut disebut bahwa ini adalah keistimewaan. Terlebih Rasulullah menyebut adanya kebenaran (al-haq) melalui lisan dan qalbu Umar.

Apapun itu, yang terpenting bagi kita adalah mengambil pelajaran dari ini semua.

Wallahu a’lam bis shawab[]

Zainal Abidin
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aktif di kajian Islam Nusantara Center dan Forum Lingkar Pena. Minat pada kajian manuskrip mushaf al-Quran.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Ilustrasi stunting

Stunting dan Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 233

0
Surah Al-Baqarah ayat 233 yang berbicara tentang cara merawat dan membesarkan seorang anak tidak hanya terbatas pada hukum menyusui seorang anak, wajib atau sekadar...