Khoirul Athyabil Anwari

Khoirul Athyabil Anwari, Santri Pondok Pesantren Al-Imdad, Bantul, Yogyakarta. Minat pada kajian keislaman. Bisa disapa di Twitter (@ath_anwari)

Artikel Terbaru

Tipologi Penafsiran Al-Quran Menurut Johanna Pink (Part I)

Penafsiran Al-Qur’an pasca era kanonisasi terus mengalami perkembangan. Perkembangan penafsiran ini kemudian menemukan momentum geliatnya di zaman klasik dan pertengahan, ditandai dengan begitu banyaknya...

Surah Ali Imran Ayat 110: Konsep Khairu Ummah dalam Ilmu Sosial Profetik

Realisasi konsep khairu ummah adalah dengan menjadikannya umat Islam sebagai sebaik-baik umat di antara seluruh manusia. Dan predikat ini hanya dimiliki oleh umat Islam. Benarkah...

Memahami Kepemilikan dan Pergeseran Otoritas Penafsiran Al-Qur’an Menurut Ziauddin Sardar

Otoritas penafsiran Al-Qur’an selalu menjadi isu penting bagi umat Islam dari dahulu hingga di era milenial saat ini. Sebab melalui otoritas inilah penerimaan dan...

Tafsir Surah Al-Isra Ayat 78: Matahari sebagai Petunjuk Waktu Salat

Dalam Islam, pergerakan matahari berfungsi sebagai petunjuk masuknya waktu salat. Salat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang hendaknya dijalankan dengan penuh khusyu’ dan sungguh-sungguh....

Konteks Historis Penolakan Al-Quran Terhadap Puisi

Sikap Al-Quran terhadap puisi (baca: syair) merefleksikan sikap antagonistik: Al-Quran menolak disebut puisi berikut Rasulullah sebagai penyair. Demikian pula mufassir, sekilas menunjukkan sikap standar...

Surah Ar-Ra’d Ayat 26: Rezeki adalah karunia Allah swt yang Harus Diusahakan

Rezeki merupakan segala sesuatu yang bermanfaat, berdaya guna, dan memiliki fungsi bagi setiap makhluk. Rezeki adalah karunia Allah swt kepada setiap makhluk-Nya guna menunjang...

Artikel Penulis

Memaknai Kandungan al-Quran dan Perintah Iqra’

Layaknya ujung jarum dicelupkan ke dalam samudera kemudian diangkat, seperti itulah perumpamaan pengetahuan manusia terhadap isi kandungan al-Quran. Ilmu manusia hanyalah tetesan yang jatuh dari ujung jarum sedangkan Kalam Allah (Al-Quran) adalah samudera. Perumpamaan itu dapat kita...

Abu Manshur Al-Khayyat, Pendikte Al-Quran yang Masuk Surga sebab Mengajarkan Al-Fatihah

Abu Manshur al-Khayyat memiliki nama asli Muhammad bin Ahmad bin Ali bin Abd al-Razzaq al-Syairazi al-Baghdadiy al-Khayyat. Ia merupakan seorang pendikte bacaan Al-Quran atau yang kita kenal sebagai muqri’, yang secara leksikal berarti orang yang membacakan Al-Quran....

Perbedaan Sinonim Kata Sanah dan ‘Am dalam Al-Quran

Al-Quran, sebagaimana kita tahu, mengandung banyak sekali kosakata yang beragam, yang tak jarang kita tahu memiliki makna yang bersinonim, muradif. Itulah di antara keluhuran mukjizat al-Quran yang bahkan orang Arab sendiri tidak mampu untuk mendatangkan satu contoh...

Kitab Al-Mutawakkili Karya As-Suyuthi: Mengenal Kosakata Serapan dalam Al-Quran

Imam As-Suyuthi merupakan seorang ulama yang banyak dirujuk oleh para pemikir Islam setelahnya, baik mutaakhirin maupun kontemporer, terutama dalam diskursus studi Al-Quran. Karya besarnya tentang tema tersebut antara lain kitab Al-Mutawakkili. Kitab ini yang akan diulas dalam...

Mengenal Kitab Arba’in tentang Keutamaan Al-Quran

Jamak kita temui kitab-kitab yang berisi empat puluh hadis atau lazim disebut kitab arba'in (al-arba’iniyyat) dan dikarang oleh para ulama dengan metode tematik. Misalnya adalah kitab Arba'in An-Nawawi karya Abu Zakaria Muhy al-Din bin Syaraf al-Nawawi al-Damasyqi...

Al-Quran dan Faktor Kemunculan Ilmu Nahwu

Telah disepakati oleh para ulama bahwa alasan peletakan dasar ilmu nahwu adalah guna menjaga “keselamatan” al-Quran dan menjaga ke-saliqah-an masyarakat Arab dalam berbahasa dan terhindar dari lahn (kesalahan berbahasa). Tujuan itulah yang menyebabkan faktor kemunculan ilmu nahwu. Seiring...