Sukidi Mulyadi

Doktor bidang kajian Islam Harvard University, Kader Muhammadiyah

Artikel Terbaru

Tipologi Penafsiran Al-Quran Menurut Johanna Pink (Part I)

Penafsiran Al-Qur’an pasca era kanonisasi terus mengalami perkembangan. Perkembangan penafsiran ini kemudian menemukan momentum geliatnya di zaman klasik dan pertengahan, ditandai dengan begitu banyaknya...

Surah Ali Imran Ayat 110: Konsep Khairu Ummah dalam Ilmu Sosial Profetik

Realisasi konsep khairu ummah adalah dengan menjadikannya umat Islam sebagai sebaik-baik umat di antara seluruh manusia. Dan predikat ini hanya dimiliki oleh umat Islam. Benarkah...

Memahami Kepemilikan dan Pergeseran Otoritas Penafsiran Al-Qur’an Menurut Ziauddin Sardar

Otoritas penafsiran Al-Qur’an selalu menjadi isu penting bagi umat Islam dari dahulu hingga di era milenial saat ini. Sebab melalui otoritas inilah penerimaan dan...

Tafsir Surah Al-Isra Ayat 78: Matahari sebagai Petunjuk Waktu Salat

Dalam Islam, pergerakan matahari berfungsi sebagai petunjuk masuknya waktu salat. Salat merupakan kewajiban bagi umat Islam yang hendaknya dijalankan dengan penuh khusyu’ dan sungguh-sungguh....

Konteks Historis Penolakan Al-Quran Terhadap Puisi

Sikap Al-Quran terhadap puisi (baca: syair) merefleksikan sikap antagonistik: Al-Quran menolak disebut puisi berikut Rasulullah sebagai penyair. Demikian pula mufassir, sekilas menunjukkan sikap standar...

Surah Ar-Ra’d Ayat 26: Rezeki adalah karunia Allah swt yang Harus Diusahakan

Rezeki merupakan segala sesuatu yang bermanfaat, berdaya guna, dan memiliki fungsi bagi setiap makhluk. Rezeki adalah karunia Allah swt kepada setiap makhluk-Nya guna menunjang...

Artikel Penulis

Kontradiksi Penafsiran Al-Quran Surah Al-A’raf Ayat 52

“Makna dalam teks-teks Al-Qur’ān adalah produk penafsiran manusia (a product of human interpretation). Penafsir Al-Qur’ān lah pihak yang berperan aktif dalam memproduksi makna.” Saya ingin meneguhkan kembali tesis utama risalah ini. Karena penafsir tidak pernah satu dan...

Konflik Bacaan Al-Quran, Preferensi Bacaan atas Surah Al-Isra Ayat 106

Apakah makna dalam wahyu Al-Quran bersumber dari Tuhan? Tidak! Saya mengajukan tesis utamabahwa makna atas suatu teks Al-Quran bukanlah “makna yang diwahyukan secara ilahi” (a divinely revealed meaning), tetapi “makna yang dikonstruksikan secara manusiawi” (a humanly...

Tafsir, Kerja Penafsiran dan Dua Kerja Utama Seorang Penafsir

Kali ini saya awali dengan pertanyaan metodologis, adakah makna yang inheren dalam teks Al- Qur’ān? Tidak! Itulah jawaban saya atas lokus makna (locus of meaning) Al-Qur’ān. Saya mengajukan pokok pikiran utama bahwa lokus makna Al-Qur’ān terletak tidak...

Tafsir Al-Qur’an Bersifat Multivokal, Ini Tiga Alasannya

Otoritas mufassir berperan signifikan dalam produksi makna-makna Al-Qur'an yang plural dan kontradiktif dibandingkan otoritas teks itu sendiri. Secara lebih khusus, sumber utama di balik pluralisme dan kontradiksi makna Al-Qur'an berasal bukan dari watak teks yang sekalipun bersifat...

Lokus Makna Al-Quran: Otoritas Teks atau Otoritas Penafsir?

Makna teks-teks wahyu Al-Quran, mulai dari wahy, najm, qur’ān, dan furqān, tidaklah satu dan sama, tetapi plural dan kontradiktif. Pluralisme dan kontradiksi makna wahyu Al-Quran memberikan inspirasi intelektual untuk mengajukan pertanyaan yang seringkali terabaikan dalam diskursus pemikiran...

Eksplorasi Makna Furqan yang Plural dan Kontradiktif

Seorang ‘alīm era Mamlūk As-Suyūṭī (w. 919/1505) menarasikan bagaimana otoritas ‘ulamā’ awal tampak terbuka ketika menyebutkan qur’ān dengan nama tawrāt dan injīl. Ini diaksesnya melalui dua riwayah yang berbeda—satu berasal dari Ibn Durays dan satunya lagi dari...