Beranda Ilmu Tajwid Huruf Muqathaah: Cara Baca dan Pembagiannya dalam Ilmu Tajwid

Huruf Muqathaah: Cara Baca dan Pembagiannya dalam Ilmu Tajwid

Salah satu diantara sepuluh macam bentuk fawatih as-suwar (pembuka-pembuka surat) di dalam al-Quran adalah huruf-huruf muqathaah. Dikenal juga dengan sebutan huruf-huruf fawatih as-suwar. Huruf-huruf muqatha’ah merupakan huruf-huruf yang cara membacanya terputus-putus.

Artikel ini mengulas cara membaca huruf-huruf muqathaah dalam ilmu Tajwid, yang berbeda dengan cara membaca rangkaian huruf hijaiah lainnya. Selain itu, diharapkan para pembaca al-Quran juga mengetahui pembagian huruf-huruf muqatha’ah dari segi panjang bacaannya, yang dikutip dari kitab al-Mufid fi ‘Ilm at-Tajwid karya Abdurrahman bin Sa’dullah Aytani.

Cara Membaca Huruf Muqathaah

Cara membaca huruf muqathaah adalah dengan mengeja atau menyebutkan nama hurufnya. Misalnya membaca dengan “nun” pada huruf muqatha’ah yang terdapat dalam Q.S. Al-Qalam [68], bukan dibaca seperti memberi harakat atau dibaca “na”.

Baca Juga: Pengertian dan Macam-Macam Shifatul Huruf dalam Ilmu Tajwid

Huruf muqathaah berjumlah 14 huruf dan menjadi pembuka (fawatihus as-suwar) di 29 surat dalam al-Quran. Keempat belas huruf itu adalah

ا ح ر س ص ط ع ق ك ل م ن ه ي

اَلِفْ، حَا، رَا، سِيْنْ، صَادْ، طَا، عَيْنْ، قَافْ، كَافْ، لَامْ، مِيْمْ، نُوْنْ، هَا، يَا

Membaca keempat belas huruf di atas adalah dengan menyebutkan nama hurufnya yaitu alif, ha, ra, sin, shad, tha, ain, qaf, kaf, lam, mim, nun, ha, dan ya. Selain itu, disesuaikan dengan panjang bacaannya juga yang akan dibahas berikutnya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan ketika membaca huruf-huruf muqatha’ah adalah ghunnah (dengung). Misalnya dengung diantara huruf lam dan mim ketika membaca huruf muqatha’ah yang ada di Q.S. Al-Baqarah [2]

(الم (اَلِفْ لَامْ مِّيْمْ

Pembagian Huruf Muqathaah

Ditinjau dari segi panjang bacaannya (madd), huruf-huruf muqatha’ah terbagi menjadi 4 macam: tidak dibaca panjang, panjang 2 harakat, panjang 4 atau 6 harakat, dan panjang 6 harakat. Rinciannya sebagai berikut:

Pertama, huruf muqatha’ah yang tidak dibaca panjang. Hanya ada 1 huruf yaitu huruf alif. Ketika membaca alif, cukup mengatakan “alif” tanpa ada madd atau bacaan panjang baik di bunyi “a” maupun “lif” nya. Huruf muqatha’ah berupa alif dapat ditemukan misalnya pembuka Q.S. Al-Baqarah [2].

Kedua, huruf muqatha’ah yang dibaca panjang sekitar 2 harakat. Terdapat 5 huruf yaitu huruf ya, tha, ra, ha (ح), dan ha (ه). Cara membacanya cukup dengan memanjangkan tanpa ada tambahan bunyi hamzah mati di akhir.

Contoh membaca huruf muqatha’ah yang ada dalam Q.S. Thaha [20] dengan mengatakan “thaa – haa”. Contoh lainnya dalam Q.S. Yasin [36] dengan membaca “yaa – siiiiiin”, bukan dibaca “yasa”.

Ketiga, huruf muqatha’ah yang dibaca panjang sekitar 4 atau 6 harakat. Dua pilihan panjang bacaan ini disebabkan terdapat bacaan lin di dalam hurufnya. Huruf muqatha’ah tersebut adalah huruf ain.

Baca Juga: Pengertian Makharijul Huruf dalam Ilmu Tajwid dan Pembagiannya Menurut Ulama

Huruf muqatha’ah ain dapat ditemukan di Q.S. Maryam [19] dan Q.S. as-Syura [42]. Contoh membaca huruf muqatha’ah yang ada di Q.S. Maryam [19] adalah “kaaaaaaf – haa – yaa – aiiiin – shaaaaaad” atau “kaaaaaaf – haa – yaa – aiiiiiin – shaaaaaad”.

Keempat, huruf muqatha’ah yang dibaca panjang sekitar 6 harakat. Ada 7 huruf yang dibaca demikian. Ketujuh huruf itu adalah huruf sin, shad, qaf, kaf, lam, mim, dan nun. Dalam mushaf, ketujuh huruf ini diberi tanda garis melengkung di atas hurufnya yang menandakan dibaca panjang sekitar 6 harakat.

Contoh membaca huruf muqatha’ah yang ada di Q.S. Al-Araf [7] dengan mengatakan “alif – laaaaaam – miiiiiim – shaaaaaad”, bukan dibaca alamasha atau tidak dipanjangkan sekitar 6 harakat.

Ahmad Yahya
Alumni Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Pengajar di Griya Al-Quran Surabaya. Minat kajian pada Tajwid, Ulumul Quran, Tafsir Tematik, Kitab Tafsir.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Monopoli

Isyarat Larangan Monopoli Ekonomi dalam Al-Quran

0
Dalam mewujudkan perekonomian yang sehat, Islam mengingatkan agar setiap individu tidak mengindahkan prinsip-prinsip fundamental mengenai kemaslahatan orang banyak, diantaranya adalah kehalalan dan tidak mengambil hak...