Beranda Tafsir Tematik Inilah Enam Fungsi Energi Matahari Menurut Tafsir

Inilah Enam Fungsi Energi Matahari Menurut Tafsir

Salah satu fungsi energi matahari adalah sebagai sumber energi bagi seluruh alam seisinya. Matahari bertanggung jawab untuk mendukung hampir semua kehidupan di Bumi melalui fotosintesis, serta mengatur suhu, iklim, dan cuaca Bumi. Lebih dari itu, energi matahari termasuk bagian dari energi terbarukan yang dapat menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama.

Namun, tahukah anda bahwa ternyata matahari memiliki enam fungsi selain disebutkan di atas. Simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Bom Bunuh Diri Tinjauan Tafsir Maqashidi

Matahari Sebagai Pusat Tata Surya

Fungsi pertama, yaitu matahari sebagai pusat tata surya. Nicolaus Copernicus (1473-1543), seorang matematikawan dan astronom, sebagaimana dinukil oleh Profesor Robert S. Westman, mengatakan bahwa matahari diam di pusat alam semesta (center of the universe) dan bumi berputar mengelilinginya.

Hal ini menegaskan posisi matahari sebagai pusat tata surya dan bergerak sesuai garis edarnya sebagaimana difirmankan-Nya dalam Q.S. al-Anbiya [21]: 33),

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya. (Q.S. al-Anbiya’ [21]: 33)

Matahari Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Fungsi kedua, yaitu matahari sebagai sumber energi terbarukan. Timothy C. Coburn, dkk dalam Renewable Energy, menjelaskan bahwa energi terbarukan adalah energi yang diperoleh dari pasokan yang secara konstan dan alami yang diproduksi ulang dalam waktu yang relatif singkat. Dan energi matahari termasuk bagian utama dari energi ini.

Berdasarkan laporan REN21 2017, energi terbarukan masing-masing menyumbang 19,3% untuk konsumsi energi global manusia dan 24,5% untuk pembangkit listrik mereka pada tahun 2015 dan 2016. Konsumsi energi ini dibagi menjadi 8,9% berasal dari biomassa tradisional, 4,2% sebagai energi panas (biomassa modern, panas bumi dan panas matahari), 3,9% dari pembangkit listrik tenaga air dan sisanya 2,2% adalah listrik dari angin, matahari, panas bumi, dan bentuk lain biomassa.

Baca juga: Dampak Hate Speech dalam Perspektif Surat al-Hujurat Ayat 12

REN menyampaikan bahwa teknologi energi terbarukan saat ini tengah berkembang untuk menjadi sumber energi utama (mainstream). Matahari sebagai sumber energi terbarukan tentu memiliki kontribusi yang signifikan, di antaranya konsumsi energi (consumption energy) lebih efisien, lebih murah dan lebih ramah lingkungan sehingga meminimalisir risiko terjadinya panas global.

Hal ini sejatinya telah disampaikan al-Razi jauh-jauh hari dalam Mafatih al-Ghaib bahwa energi matahari akan terus menjadi sumber energi hingga hari kiamat kelak dan tidak akan habis. Ia mengistilahkannya dengan istaqarra (stabil, konstan) sebagaimana disinggung dalam firman-Nya Q.S. Yasin [36]: 38),

وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۗذٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِۗ

Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. (Q.S. Yasin [36]: 38)

Matahari Sebagai Sumber Energi Cahaya

Fungsi ketiga, yaitu matahari sebagai sumber energi cahaya. Annemarie Schimmel dalam Mystical Dimension of Islam, mendefinisikan cahaya sebagai sesuatu yang terang atau tampak (dzahir) pada dirinya dan bisa membuat yang lain tampak terang (al-mudzhir). Bahkan, sufi besar sepanjang sejarah Islam, al-Ghazali mempunyai ulasan panjang lebar terkait konsep cahaya ini, serta mengistilahkannnya sebagai berikut, misykat, misbah, nur, zujajah, syajarah mubarakah, dan al-zait.

Fungsi matahari sebagai sumber cahaya sejatinya telah termaktub dalam Q.S. Yunus [10]: 5,

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). (Q.S. Yunus [10]: 5)

Dalam ayat yang lain dinyatakan,

وَّجَعَلَ الْقَمَرَ فِيْهِنَّ نُوْرًا وَّجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)? (Q.S. Nuh [71]: 16)

Matahari sebagai Sumber Ilmu (Agama dan Sains)

Fungsi keempat adalah matahari sebagai sumber ilmu (agama dan sains). Sebagai sumber ilmu agama ditunjukkan oleh Kisah Nabi Ibrahim a.s. tatkala mencari Tuhannya melalui pengalaman empiris sehingga ia berhasil menemukan Tuhan yang sebenarnya, yaitu Allah swt selaku pencipta langit dan bumi (inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathara samawati wal ardh), sebagaimana diabadikan dalam firman-Nya Q.S. al-An’am [6]: 78,

فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَآ اَكْبَرُۚ فَلَمَّآ اَفَلَتْ قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ

Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, “Inilah Tuhanku, ini lebih besar.” Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (Q.S. al-An’am [6]: 78)

Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghaib menafsirkan proses pencarian jati diri Nabi Ibrahim ini bahwa Nabi Ibrahim mencari “agama” dan kebenaran atas dirinya dan keberadaan Tuhannya (kana yathlubu ad-din wal ma’rifati li nafsihi).

Baca juga: Mari Berkenalan Dengan Tiga Sosok Qari Terkemuka Pada Masa Rasulullah

Sedangkan, sebagai sumber ilmu sains, matahari juga menyumbang penemuan-penemuan sains, di antaranya bagaimana Allah swt melalui matahari bisa mengatur elastisitas bayang-bayang (panjang-pendek, terang-redup, dan sebagainya). Ini menginspirasi lahirnya “teori gemerlap pita bayangan gerhana” (The scintillation theory of eclipse shadow bands) sebagaimana diriset oleh J.L. Codona di Center of Astrophysics, Harvard University.

Elastisitas bayang-bayang yang dimaksud termaktub dalam Q.S. al-Furqan [25]: 45,

اَلَمْ تَرَ اِلٰى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّۚ وَلَوْ شَاۤءَ لَجَعَلَهٗ سَاكِنًاۚ ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلًا ۙ

Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk, (Q.S. al-Furqan [25]: 45)

Matahari Sebagai Petunjuk Perhitungan Waktu Shalat

Di samping sebagai sumber ilmu, fungsi kelima matahari ialah sebagai penunjuk perhitungan waktu terutama waktu shalat, sebagaimana disiratkan dalam firman-Nya Q.S. al-Isra’ [17]: 78 dan Q.S. Taha [20]: 130,

اَقِمِ الصَّلٰوةَ لِدُلُوْكِ الشَّمْسِ اِلٰى غَسَقِ الَّيْلِ وَقُرْاٰنَ الْفَجْرِۗ اِنَّ قُرْاٰنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُوْدًا

Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh. Sungguh, salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Q.S. al-Isra’ [17]: 78)

Dalam ayat yang lain dikemukakan,

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَا ۚوَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى

Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum matahari terbit, dan sebelum terbenam; dan bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari, agar engkau merasa tenang. (Q.S. Taha [20]: 130)

Matahari Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT

Terakhir, fungsi matahari yang keenam adalah sebagai tanda kekuasaan Allah swt. Bahkan, matahari “dibuatkan” secara khusus oleh Allah swt dalam satu nomenklatur surat bernama Surah al-Syams, dengan ayat pertama wa syams (Demi Matahari). Sungguh luar biasa matahari ini. Hal ini juga disinggung dalam firman-Nya Q.S. al-Nahl [16]: 12

وَسَخَّرَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۙ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۗوَالنُّجُوْمُ مُسَخَّرٰتٌۢ بِاَمْرِهٖ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَۙ

Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti, (Q.S. al-Nahl [16]: 12)

Demikianlah keenam fungsi matahari di atas. Semoga kita semua semakin bertambah iman dan takwa kepada Allah swt bahwa begitu maslahatnya semua yang diciptakan Allah swt untuk kepentingan manusia dan alam seisinya. Wallahu A’lam.

Senata Adi Prasetia
Redaktur tafsiralquran.id, Alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya, aktif di Center for Research and Islamic Studies (CRIS) Foundation
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Beberapa kesunahan dalam merawat jenazah

Beberapa Kesunahan dalam Merawat Jenazah

0
Dalam pengetahuan khalayak umum ada empat hal yang perlu dilakukan saat seseorang meninggal, yaitu memandikan, mengafani, mensalati dan menguburkan. Namun sebenarnya tuntunan agama dalam...