Beranda Khazanah Al-Quran Mushaf Al-Quran Mengenal Imam Mazhab Rasm Bagian 1: Abu ‘Amr al-Daniy

Mengenal Imam Mazhab Rasm Bagian 1: Abu ‘Amr al-Daniy

Dalam beberapa tulisan mengenai rasm, beberapa kali tertera istilah syaikhani fi al-rasm, Abu ‘Amr al-Daniy (w. 444) dan Abu Dawud Sulaiman Najah (w. 496). Namun tampaknya, belum ada tulisan yang secara spesifik mengulas biografi dua tokoh tersebut. Untuk itu, dalam tulisan ini, diulas biografi keduanya, berikut karya masterpiece yang menjadi kiblat penulisan rasm.

Ulasan ini disarikan dari catatan Muhammad al-Shadiq Qamhawiy dalam tahqiq-nya atas Al-Muqni‘, Syams al-Din Muhammad al-Jazariy dalam Gayah al-Nihayah fi Thabaqat al-Qurra’, Ganim Qadduriy al-Hamd dalam Rasm al-Mushhaf: Dirasah Lugawiyyah Tarikhiyyah, dan Zainal Arifin dalam Perbedaan Rasm Usmani.

Kilas Biografi Abu ‘Amr al-Daniy

Beliau memiliki nama lengkap Abu ‘Amr ‘Utsman bin Sa‘id bin ‘Umar al-Daniy (selanjutnya disebut al-Daniy). Nama alDaniy pada bagian akhir merupakan nisbat kepada tempat di mana beliau wafat, Daniyah. Beliau lahir pada tahun 371 H. di Cordoba (Qurthubah) dan wafat pada bulan Syawal, 444 H. (1052 M.).

al-Daniy memulai rihlah ilmiahnya di usia 15 tahun (386 H.) kepada beberapa masyayikh negara asalnya, Andalusia, seperti ‘Abd al-Rahman bin ‘Utsman al-Qusyairiy, Abu Bakr Hatim bin ‘Abdullah al-Bazzar, Abu ‘Abdillah Muhammad bin Khalifah, dan nama-nama besar lain. Setelah menginjak usia 26 tahun, beliau belajar kepada ulama-ulama Masyriq, seperti Abu al-Hasan Ahmad bin Faras, Abu Muhammad al-Nahhas, dan Abu al-Qasim ‘Abd al-Wahhab bin Ahmad bin Munir.

Dalam bidang qira’ah, al-Daniy mengambil riwayat dari Abu al-Qasim Khalaf bin Ibrahim Khaqan al-Khaqaniy (w. 402 H.), Abu al-Qasim ‘Abd al-‘Aziz bin Ja‘far al-Farisiy (w. 412 H.), Abu al-Fath Faris bin Ahmad bin Musa al-Himshiy (w. 401 H.), dan Abu al-Hasan Thahir bin Galbun ‘Abd al-Mun‘im bin Galbun al-Halabiy.

Baca juga: Faktor Terjadinya Inkonsistensi Penggunaan Kaidah Rasm dalam Manuskrip Mushaf Al-Qur’an di Nusantara

Sedangkan riwayat tentang huruf atau rasm, beliau ambil dari Abu al-Farj Muhammad bin ‘Abdillah al-Najjad (w. 400 H.) dan Abu al-Farj Muhammad bin Yusuf bin Muhammad al-Umawiy al-Andalusiy (w. 427 H.). Beliau juga sempat sorogan qira’ah kepada ‘Ubaidillah bin Salamah bin Hazm al-Yahshubiy al-Andalusiy (w. 450 H.).

Sebelum akhirnya berlabuh di Daniyah pada tahun 417 H., al-Daniy melakukan perjalanan ke Qairawan dan tinggal selama beberapa bulan di sana. Beliau juga sempat mukim di Mesir selama satu tahun. Kemudian, ia kembali ke Andalusia pada tahun 399 H. di Cordoba, serta di Marca Hispanica pada tahun 403 H.

Di antara murid-murid Al-Daniy yang masyhur dikenal adalah Abu Dawud Sulaiman Najah (w. 496 H.), yang juga salah satu imam mazhab rasm, Abu ‘Abdillah Muhammad bin ‘Isa ibn Farj (w. 485 H.), Abu ‘Abdillah Muhammad bin Yahya bin Muzahim al-Anshariy (w. 502 H.), dan Abu al-Hasan Yahya bin Ibrahim bin Abi Zaid (w. 496 H.).

Baca juga: Latar Belakang Pembakuan Rasm Al-Daniy dalam Mushaf Standar Indonesia

Mayoritas karya yang dimiliki al-Daniy membicarakan qira’ah atau ragam bacaan Alquran. Karyanya di bidang ini antara lain Jami‘ al-Bayan, Ijaz al-Bayan, al-Talkhish, dan al-Taisir. Sementara dalam bidang ilmu yang lain ada al-Muhkam dan Kitab al-Naqth, yang membahas tentang naqth serta al-Muqni‘ yang membahas tentang rasm.

al-Muqni‘ fi Rasm Mashahif al-Amshar

Al-Muqni‘ adalah karya penting al-Daniy dalam bidang rasm. Kitab ini memiliki nama lengkap al-Muqni‘ fi Rasm Mashahif al-Amshar. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa kitab ini juga memiliki nama al-Muqni‘ fi Ma‘rifah Marsum Mashahif Ahl al-Amshar. Berdasarkan informasi yang diberikan Zainal Arifin, kitab ini telah dicetak paling tidak sebanyak tiga kali: tahun 1932 di Istanbul, Turki, disunting oleh Otto Pritzel, tahun 1940 disunting oleh Muhammad Ahmad Dahman, dan terakhir disunting oleh Muhammad al-Shadiq Qamhawiy.

Naskah yang penulis sendiri miliki merupakan tahqiq dari Qamhawiy. Naskah ini, selain berisi al-Muqni‘, juga memuat teks lain, yakni Kitab al-Naqth. Metode yang digunakan al-Daniy dalam al-Muqni‘ adalah maudlu‘iy atau tematik. Metode ini berupaya melakukan kompilasi dan sistematisasi kaidah rasm menurut urutan bab tertentu. Ada 23 bab dan 16 fashl di dalamnya.

Dalam setiap kaidah penulisan yang disebutkannya, al-Daniy menyebutkan secara terperinci letak setiap kata yang mengacu pada surah dalam Alquran, lengkap dengan nomor surah dan ayatnya. Penyebutan kata dalam surah tersebut juga mengacu tartib mushhafiy atau sesuai urutan dalam mushaf Alquran.

Baca juga: Potensi Keragaman Qiraah dalam Mushaf Blawong Gogodalem

Namun, sebelum masuk pada kaidah rasm, al-Daniy terlebih dahulu memulai kitabnya dengan menjelaskan sejarah kodifikasi Alquran dari masa sahabat. Ia juga mengutip beberapa pendapat dari ulama tentang penulisan Alquran dengan rasm ‘utsmaniy. Menariknya, setiap ulasan yang ditulis selalu bersandar pada riwayat dari gurunya. Satu kekhasan yang membedakannya dari tradisi masyriq. Wallahu a‘lam bi al-shawab. []

Nor Lutfi Fais
Santri TBS yang juga alumnus Pondok MUS Sarang dan UIN Walisongo Semarang. Tertarik pada kajian rasm dan manuskrip kuno.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Dasar legalitas badal haji

Dasar Legalitas Badal Haji

0
Baru-baru ini, Kemenag memberi pernyataan akan memberikan badal haji pada jemaah Indonesia yang meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji. Hal ini menyusul kabar adanya...