Beranda Tafsir Al Quran Mengenal Penamaan Surat dalam Al-Quran, Begini Penjelasannya

Mengenal Penamaan Surat dalam Al-Quran, Begini Penjelasannya

Sebagai sebuah kitab suci, Al-Quran memiliki bagian-bagian penting yang perlu dikenali dalam rangka mempelajarinya. Di antara bagian-bagian tersebut adalah istilah “surat”. Kata “surat” akrab digunakan berkaitan dengan Al-Quran, besertaan salah satu nama dari ke-114 surat di dalam Al-Quran. Semisal Surat Al-Fatihah, Surat Al-Baqarah atau Surat An-Nisa’.

Namun, jarang yang mengetahui tentang apa surat itu sendiri. Jarang ada yang mengetahui apa pengertian surat? Darimana penamaan surat itu muncul sehingga menjadi nama bagi ke-114 di dalam Al-Quran? Benarkah sebuah surat bisa memiliki nama ganda? Seperti ada yang menyebut Surat Al-Fatihah sebagai surat Al-Waaqiyah. Simak penjelasan para ulama berikut ini:

Pengertian Surat

Secara bahasa, banyak yang mengartikan surat sebagai semacam pagar pembatas. Imam As-Suyuthi di dalam Kitab Al-Itqan menyebutkan ada sekitar lima pendapat mengenai makna surat secara bahasa. Ada yang mengaitkan kata surat dengan pagar dalam segi bentuknya yang tinggi, ada yang mengaitkan dalam segi fungsinya skala kecil dalam memisahkan dua tempat, ada yang mengaitkannya dengan dengan pagar kota dalam segi fungsinya yang mampu mengelilingi sesuatu dengan jumlah yang banyak (Al-Itqan/1/148).

Secara istilah, Al-Kafiji mendefinisikan “surat” sebagai sejumlah ayat Al-Quran yang dinamai secara khusus dari Nabi Muhammad. Definisi ini lebih melihat pada bentuk surat secara utuh yang memang sudah ada semenjak Nabi Muhammad. Dimana dalam pengurutan ayat berdasar arahan dari Nabi Muhammad sendiri. Jadi tidak secara acak atau berdasar keinginan para sahabat yang meriwayatkannya. Selain pengurutan ayatnya berdasar arahan Nabi, penamaannya juga.

Baca juga: Inilah Makna Dibalik Penamaan Ayat Kursi, Simak Penjelasannya

Ada pula yang mendefinisikan “surat” sebagai Al-Quran yang memiliki pembuka dan penutup serta paling sedikit terdiri dari 3 ayat. Definisi ini lebih melihat “surat” sebagai secara lahiriyah ayat Al-Quran yang memiliki ayat pembuka dan ayat penutup. Hanya saja, Muhsin Al-Musawa dalam Nahjut Taisir menyatakan, definisi ini perlu dikaji ulang. Sebab, definisi ini tidak membedakan antara surat dengan ayat semisal. Padahal sebuah definisi disusun untuk mengenali suatu hal dari yang lain. Oleh karena itu, Al-Musawa lebih mengunggulkan definisi yang diberikan oleh Al-Kafiji (Nahjut Taisir/19).

Sumber Penamaan Surat-Surat di dalam Al-Quran

Darimanakah sumber penamaan surat-surat di dalam Al-Quran? Apakah semuanya dari Nabi Muhammad? Sumber penamaan surat-surat di dalam Al-Quran adalah tauqifi atau berdasar keterangan dari Nabi. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Imam As-Suyuthi di dalam kitab Al-Itqan (Al-Itqan/1/148).

Namun yang dimaksud tauqifi disini tampaknya tidak diartikan melulu dengan jelas diajarkan oleh Nabi. Imam As-Suyuthi sendiri menyatakan bahwa nama-nama surat diperoleh tauqifi dari hadis dan atsar. Andai hanya dari Nabi, tentu hanya dicukupkan dengan hadis saja. Hasan Al-Musawa juga menjelaskan, maksud dari tauqifi dalam nama-nama surat itu adalah dengan gambaran surat tersebut disebut-sebut dan mashur dengan nama tersebut (Nahjut Taisir/19).

Yasin ibn Isa Al-Fadani dalam catatan kakinya atas nahjut taisis juga berkomentar, dengan pengertian al-musawa tersebut maka masuklah nama-nama yang diberikan oleh para sahabat dan tabi’in. seperti nama Al-Fadhihah yang diberikan sahabat Hudzaifah kepada Surat At-Taubah, dan nama Al-Waqiyah yang diberikan Ibn ‘Uyainah kepada Surat Al-Fatihah.

Baca juga: Penjelasan Tentang Nama Al Quran: An-Nur dan Al-Huda

Surat Dengan Nama Ganda

Mungkinkah ada satu surat memiliki dua penamaan? Imam As-Suyuthi menjelaskan, ada banyak surat yang hanya memiliki satu nama. Namun ada juga yang memiliki lebih dari satu nama dan bahkan lebih dari dua. Imam As-Suyuthi sendiri dalam Al-Itqan menyebutkan bahwa Surat Al-Fatihah memiliki lebih dari 20 nama. Dan ini menunjukkan kemuliaan Surat Al-Fatihah. Sebab banyaknya nama menunjukkan begitu mulianya hal yang dinamai (Al-Itqan/1/156).

Imam As-Suyuthi juga menjelaskan, sebagaimana satu surat memiliki beberapa penamaan ada juga beberapa surat yang memiliki satu nama. Sebagaimana nama الم (alif lam mim) untuk setiap surat yang diawali dengan lafaz tersebut. ini berpijak pada pendapat yang menyatakan bahwa fawatihus suwar sebenarnya adalah sebuah nama. Wallahu A’lam.

Muhammad Nasif
Alumnus Pon. Pes. Lirboyo dan Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga tahun 2016. Menulis buku-buku keislaman, terjemah, artikel tentang pesantren dan Islam, serta Cerpen.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Sejarah Manuskrip Sana'a

Jalan Panjang Penelitian Manuskrip Sana’a (Bagian 2)

0
Kali ini penulis hendak meringkas alur penelitian manuskrip Sana’a sejak dekade 1980-an dan perkembangannya hingga hari ini. Pada awal penemuannya di tahun 1972, penelitian...