BerandaTafsir TematikTafsir Surah Yusuf Ayat 5: Ketika Ya’qub Melarang Yusuf Menceritakan Mimpinya

Tafsir Surah Yusuf Ayat 5: Ketika Ya’qub Melarang Yusuf Menceritakan Mimpinya

Alasan Ya’qub melarang Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya adalah karena mereka akan mencelakai dan membuat tipu daya untuk kebinasaannya. Mereka akan mencelakai Yusuf karena mereka mengetahui arti dari mimpi Yusuf yang telah dicerikatan kepada ayahnya. Peringatan dari Ya’qub ini kemudian menjadi dasar bagi setiap orang agar merahasiakan nikmatnya dari orang-orang yang ditakuti akan mencelakainya.

Tafsir Surah Yusuf ayat 5

Penjelasan surah Yusuf ayat 5 ialah tentang bagaimana Ya’qub melarang Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudara. Tak hanya itu, ayat ini juga berisi perintah kepada Yusuf untuk merahasiakan nikmat dari orang yang ditakuti akan mencelakainya. Inilah ayat dan penjelasannya.

قَالَ يَابُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Dia (ayahnya) berkata, “wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia”

Baca juga: Kisah Kesabaran Nabi Ya’kub : Tafsir Surat Yusuf ayat 18

Ketika Ya’qub melarang Yusuf untuk menceritakan mimpinya

Pada ayat sebelumnya, telah dijelaskan mimpi Yusuf melihat sebelas Bintang, Matahari dan Bulan bersujud kepadanya. Pada saat itu, Yusuf masih anak kecil yang berumur dua belas tahun dan kemudian Dia mencitakan kepada ayahnya (Ya’qub).

Ketika Yusuf bercerita kepada ayahnya, ayahnya yang tak lain ialah Nabi Ya’qub melarang Yusuf untuk menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Ya’qub memberi peringatan dan mencegah agar Ia tidak menceritakan kepada saudara-saudaranya. Kemudian, Ya’qub berkata kepada Yusuf dengan pelan: jika kamu bermimpi sebuah mimpi, jangan ceritakan kepada saudara-saudaramu. sebagaimana Allah telah berfirman:

فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا

“Mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu”

al-Samarqandy dalam Bahr al-Ulum li al-Samarqandy (2/179) mengatakan bahwa  saudara-sauadara Yusuf akan melakukan suatu pekerjaan untuk Yusuf dan mereka akan membuat tipu daya untuk kebinasaanya.

Ya’qub telah mengetahui petunjuk mimpi Yusuf bahwa Allah akan menyampaikan Yusuf pada tingkat hikmah. Allah akan memilihnya untuk tugas kenabian dan Allah akan memberikan nikmat dengan nikmat terbaik seperti yang terjadi pada kedua kakeknya. Maka Ya’qub takut pada kedengkian dan kedzaliman saudara-saudaranya. (al-Zamakhsyary, al-Kasysyaf an Haqaiq Ghawamidh al-Tanzil, 2/444)

Menurut al-Tsa’laby dalam Tafsir al-Tsa’laby (5/198), Saudara-saudara Yusuf akan zalim kepada Yusuf dengan kejahatan-kejahatan serta mereka akan mengelabui Yusuf untuk kebinasaannya karena mereka mengetahui arti dari mimpi Yusuf. Berbeda dengan al-Tsa’laby, menurut al-Baghawy dalam Tafsir al-Baghawy (2/475), alasan saudara-saudara Yusuf mengelabui dan dengki kepadanya karena mereka tidak mengetahui arti dari mimpi Yusuf tersebut.

Baca juga: Anjuran Menjaga Diri Dari Orang Yang Berpikir Buruk: Surat Yusuf Ayat 67

Tipu daya yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf terjadi karena Yusuf menentang wasiat ayahnya mengenai mimpinya. Yusuf menampakkan mimpinya kepada mereka. Seandainya Yusuf tidak menampakkan mimpinya, maka saudara-saudaranya dekat kepadanya. Sudah pasti bahwa sebab Yusuf menentang wasiat ayahnya Yusuf tidak selamat dari berbagai musibah itu. Pendapat tersebut disampaikan al-Qusyairy dalam tafsirnya Lathaif al-Isyarat (2/66).

Dalil kebolehan menyembunyikan nikmat

Menurut al-Jashshash dalam Ahkam al-Qu’an, tafsir dari surah Yusuf ayat 5 ini adalah asal/dasar bolehnya tidak menampakkan nikmat atau meyimpannya dari orang yang ditakuti kedengkian dan tipu dayanya. adapun perintah Allah untuk menampakkan nikmat adalah:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hemdaklah engkau nyatakan” (Q.S al-Dhuha: 11)

Baca juga: Teladan Kisah Nabi Yusuf: Meminta Jabatan Boleh Asal Mampu Mendatangkan Kebaikan

Ya’qub melarang Yusuf menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Sebab Ya’qub mengetahui arti dari mimpi tersebut dan Ya’qub takut akan kedengkian dan tipu daya yang akan dilakukan oleh saudara-saudanya. Menurut al-Baghawy mereka dengki kepada Yusuf disebabkan mereka mengetahui mimpi Yusuf. Namun menurut al-Tsa’laby justru mereka mengetahui arti dari mimpi Yusuf, maka mereka mencelakainya. Pendapat al-Tsa’laby ini didukung oleh pendapat al-Qusyairy bahwa Yusuf melanggar wasiat ayahnya, sehingga Ia menampakkan mimpinya kepada para saudaranya. Ayat 5 dari surah Yusuf ini juga menjadi dasar kebolehan menyimpan nikmat dari orang-orang yang punya niat dengki dan aniaya. Wallahu a’lam[]

Karimullah
Karimullah
Mahasiwa Ilmu Hadis UIN Sunan Ampel Surabaya
- Advertisment -spot_img

ARTIKEL TERBARU

Konsep Kepemimpinan Berdasarkan Sila Kelima Pancasila

0
Dalam Pancasila terdapat nilai-nilai yang dapat menginspirasi terkait konsep kepemimpinan yang sesuai dengan semestinya, yakni sila yang kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat  Indonesia”....