TOKOH TAFSIR

Menggugat Sentralisasi Kebenaran Melalui Hermeneutika Tauhid Amina Wadud

Dalam wacana sosial kontemporer, sering kali muncul narasi kultural atau jargon populer yang secara sepihak menempatkan salah satu jenis gender pada posisi superior secara...

Kontekstualisasi Vis-à-vis Tadabbur Qur’ani: Refleksi atas Kitab Kunūz al-Rahmān Karya Gus Awis

Kami selalu beruntung sebab mendapatkan kesempatan pertama untuk membaca kitab-kitab yang ditulis oleh Gus Awis (panggilan populer Kiai Muhammad Afifuddin Dimyathi) sebelum dipublikasikan kepada...

Dekonstruksi Doktrin ‘Sami’na Wa Atha’na’: Menakar Ulang Etika Santri dalam Diskursus Abdullah Saeed

Beberapa hari ke belakang, media dihebohkan dengan tragedi kekerasan seksual di lingkungan pesantren. Hal ini menjadi tamparan keras bagi moralitas institusi pendidikan agama, khususnya...

Apakah al-Zamakhshari Menulis Dua Versi al-Kashshaf?

Penting untuk dicatat bahwasanya para ulama masih memperdebatkan apakah al-Zamakhshari benar-benar menyusun dua versi al-Kashshaf yang berbeda selama masa hidupnya. Perdebatan ini muncul ketika...

Kritik Abou El Fadl terhadap Klaim Kebenaran Mutlak di Media Sosial

Di era post-truth saat ini, ruang digital kita sering kali menjadi medan tempur klaim kebenaran. Masalah utama yang muncul bukan karena kurangnya informasi, melainkan meluapnya...

Meniti Jalan Ninja Mufasir: Antara Perawat Turāṡ dan Reformis

Dunia penafsiran Al-Qur’an telah memberikan banyak wacana emas bagi generasi belakangan dalam upaya merespons keresahan zaman. Di satu sisi, ada tuntutan untuk menguasai setumpuk...

Tafsir Naratif sebagai Corak Baru: Gagasan Tafsir Nadirsyah Hosen

Perkembangan tafsir al-Qur’an tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Dari corak riwāyah, dirāyah, fiqhī, falsafī, hingga adabī-ijtima‘ī, setiap zaman menghadirkan cara baca yang lahir dari kebutuhan...

Pemikiran Abdullah Saeed tentang Al-Qur’an: Dari Pewahyuan Hingga Kontekstualisasi

Di tengah arus besar studi Al-Qur’an, sering kali muncul ketegangan antara kelompok yang ingin menjaga kesucian teks dengan cara memitologikannya dan kelompok yang ingin...

Jejak Genealogis Gadamer dalam Diskursus Ma‘nā-cum-Maghzā

Diskursus Ma‘nā-cum-Maghzā (MCM) yang digagas oleh Sahiron Syamsuddin merupakan sebuah upaya menjaga relevansi Al-Qur’an dalam menjawab tantangan zaman. Sebagaimana diakui—dan jika kita membedah lebih...

Ma‘nā-cum-Maghzā dan Tafsīr Maqāṣidī: Sama atau Berbeda?

Munculnya pendekatan Ma‘nā-cum-Maghzā (MCM) Sahiron Syamsuddin (2017, 2022) dan Tafsīr Maqāṣidī Abdul Mustaqim (2019), menunjukkan bahwa diskusi mengenai studi Al-Qur’an dan tafsir di era...