Beranda Ilmu Tajwid Hukum Lam Sukun dalam Ilmu Tajwid

Hukum Lam Sukun dalam Ilmu Tajwid

Setelah mempelajari hukum nun sukun dan tanwin serta hukum mim sukun dalam ilmu Tajwid, masih terdapat hukum lam sukun yang jarang diketahui secara komprehensif. Biasanya pembahasan lam sukun disederhanakan menjadi hukum lam ta’rif (تَعْرِيْف) saja.

Artikel ini mengulas macam-macam lam sukun dan hukum-hukumnya dalam ilmu Tajwid yang bersumber dari kitab Ghayat al-Murid fi Ilm at-Tajwid. Lam sukun terbagi menjadi 5 macam, yaitu lam ta’rif, lam isim, lam fi’il, lam huruf, dan lam amr. Berikut masing-masing uraiannya.

Baca Juga: 3 Macam Nun Sukun yang Dibaca Idzhar dalam Ilmu Tajwid

Lam Ta’rif

Lam ta’rif adalah lam sukun tambahan yang berfungsi me-ma’rifat-kan (bermakna khusus) kata benda (isim). Selain lam ta’rif, dikenal juga dengan sebutan al atau al ta’rif. Hukum lam ta’rif terbagi menjadi dua yaitu Idzhar dan Idgham.

Lam ta’rif dibaca idzhar apabila bertemu salah satu dari 14 huruf Qamari. Sebaliknya, lam ta’rif dibaca idgham apabila bertemu salah satu dari 14 huruf Syamsi. Dengan kata lain, dibaca idgham jika bertemu huruf selain huruf Qamari. Keempat belas huruf Qamari adalah

ء ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ي

Berikut masing-masing contoh lam ta’rif yang dibaca idzhar dan idgham secara berurutan dalam Q.S. Al-Falaq [113]: 1 dan Q.S. An-Nas [114]: 1.

بِرَبِّ الْفَلَقِ

بِرَبِّ النَّاسِ

Baca Juga: Mengenal 7 Cara Membaca Alif dalam Al-Quran Sesuai Ilmu Tajwid

Lam Isim

Lam isim adalah lam sukun asli yang terdapat pada kata yang di dalamnya sudah terdapat tanda-tanda isim (benda) dan terletak di tengah kata. Semua lam sukun yang ada pada isim dibaca idzhar. Salah satu contoh lam sukun pada isim terdapat dalam Q.S. Al-Qadr [97]: 3.

مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ

Lam Fi’il

Lam fi’il adalah lam sukun yang ada pada kata kerja (fi’il) baik masa lampau (fi’il madhi), masa kini (fi’il mudhari’), dan perintah (fi’il amr). Lam fi’il dapat berada di tengah atau akhir kata. Sedangkan yang dibahas di sini adalah lam sukun di akhir kata kerja.

Hukum lam sukun yang ada pada fi’il terbagi menjadi dua yaitu dibaca idgham dan idzhar. Lam fi’il dibaca idgham apabila bertemu huruf lam dan ro. Sebalinya, lam fi’’il dibaca idzhar apabila bertemu huruf selain lam dan ro. Berikut masing-masing contoh lam fi’il yang dibaca idgham dan idzhar secara berurutan dalam Q.S. Ali Imran [3]: 12 dan Q.S. An-Nas [114]: 1.

قُلْ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا

قُلْ اَعُوْذُ

Baca Juga: 10 Pertanyaan Dasar Seputar Ilmu Tajwid yang Harus Kamu Tahu

Lam Huruf

Lam huruf adalah lam sukun yang ada pada huruf. Lam huruf hanya terdapat pada dua kata saja yaitu kata (بَلْ) dan kata (هَلْ). Hukum lam huruf pada kata (بَلْ) terbagi menjadi dua yaitu idgham dan idzhar. Dibaca idgham apabila bertemu huruf lam dan ro. Sebaliknya dibaca idzhar apabila bertemu huruf selain lam dan ro. Berikut masing-masing contoh lam huruf pada kata (بَلْ) yang dibaca idgham dan idzhar secara berurutan dalam Q.S. An-Nisa [4]: 158 dan Q.S. Ali Imran [3]: 180.

بَلْ رَفَعَهُ الله

بَلْ هُوَ شَرٌّ

Hukum lam huruf pada kata (هَلْ) juga terbagi menjadi dua yaitu idgham dan idzhar. Dibaca idgham apabila bertemu huruf lam. Sebaliknya dibaca idzhar apabila bertemu huruf selain lam. Berikut masing-masing contoh lam huruf pada kata (هَلْ) yang dibaca idgham dan idzhar secara berurutan dalam Q.S. Al-A’raf [7]: 53 dan Q.S Thaha [20]: 40.

فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ

هَلْ اَدُلُّكُمْ

Lam Amr

Lam amr adalah lam sukun tambahan (bukan asli struktur kata) yang masuk pada fi’il mudhari’ (kata kerja makna sekarang) lalu merubahnya menjadi bentuk amr (perintah). Selain itu, sebelum lam amr didahului oleh kata tsumma (ثُمَّ), huruf wawu (و), dan fa (ف).

Hukum lam sukun yang ada pada amr adalah dibaca idzhar atau jelas, sebagaimana hukum lam sukun pada isim (kata benda). Berikut contoh lam sukun pada amr yang terdapat pada Q.S. Al-Hajj [22]: 15

فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ

Demikian beberapa macam lam sukun dalam Al-Quran yang telah diklasifikasi oleh ilmu tajwid. Selain sebagai bagian dari khazanah kajian ke-Al-Quran-an, kategorisasi ini juga mempermudah pencinta Al-Quran dalam mengenali lafad Al-Quran berikut maknanya.

Ahmad Yahya
Alumni Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Pengajar di Griya Al-Quran Surabaya. Minat kajian pada Tajwid, Ulumul Quran, Tafsir Tematik, Kitab Tafsir.
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

tentang fitnah

Penjelasan tentang Fitnah Lebih Kejam daripada Pembunuhan

0
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata fitnah diartikan sebagai perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang (seperti menodai nama...