Beranda Ulumul Quran Keutamaan Surat Yasin Dalam Tradisi Masyarakat Muslim Indonesia

Keutamaan Surat Yasin Dalam Tradisi Masyarakat Muslim Indonesia

Surat Yasin merupakan salah satu surah dari seratus empat belas surah dalam Alquran. Surat ini dikenal dengan julukan “qalbu al-Quran” (jantung al-Quran). Para ulama mengakui bahwa surah Yasin memiliki banyak keutamaan. Artikel ini akan mengulas keutamaan surat Yasin terutama ketika dikaitkan dengan tradisi masyarakat Muslim Indonesia.

Ditengah maraknya fenomena pembacaan Alquran masyarakat indonesia,  terdapat surat-surat Alquran yang sering  dijadikan sebagai amalan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah Surat Yasin. Barangkali salah satu keutamaan Surat Yasin adalah dengan cerita bahwa sebagian mayarakat mempercayai adanya kekutan ghaib ketika membaca potongan ayat dari surah Yasin, yaitu ayat 8 sampai ayat 9. Pasalnya, ketika membaca kedua ayat ini, para pengendara yang tidak memakai kelengkapan alat berkendara akan terhindar dari sergapan keamanan polisi lalu lintas.

(Baca Juga: Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 144: Cinta Tanah Air Itu Fitrah Manusia)

Praktik di atas ternyata didasarkan pada cerita yang diambil dari sahabat Ibnu Abbas. Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa ketika kaum kafir Quraisy berkumpul didepan pintu rumah Rasulullah Saw, dengan tujuan untuk membunuh beliau, Rasulullah merasa terganggu dengan dengan ulah mereka. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Saw, dengan membawa surah Yasin. Rasulullah diperintahkan untuk mengambil segenggam tanah dan diatasnya dibacakan surah Yasin. Kemudian saat beliau keluar tanah tersebut ditaburkan dihadapan para kaum kafir Quraisy. Sehingga tidak seorangpun dari mereka yang melihat kepergian Rasulullah dari rumahnya.

Cerita diatas adalah salah satu dari sekian banyak keutamaan surat Yasin yang sering dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat Muslim indonesia. Namun, beberapa hal yang cukup sering dijadikan oleh masyarakat sebagai alasan utama untuk membaca surah Yasin antara lain:

Mempercepat Terkabulnya Segala Hajat

Terkadang ada harapan dan hajat kebutuhan kita dengan begitu mudahnya terpenuhi tanpa ada gangguan dan hambatan. Akan tetapi disisi lain juga ada hajat yang begitu sulit digapai. Semua upaya dan rencana telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sehingga ada cara yang lebih mudah yang dianjurkan Rasululullah adalah dengan membaca surah Yasin, hal ini sesuai dengan sabda beliau yang berbunyi

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ زُرَارَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا رَاشِدٌ أَبُو مُحَمَّدٍ الْحِمَّانِيُّ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ: قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: مَنْ قَرَأَ يس حِيْنَ يُصْبِحُ أُعْطِيَ يُسْرَ يَوْمِهِ حَتَّى يُمسِيَ , وَمَنْ قَرَأَ هَا فِيْ صَدْرِ لَيْلِهِ أُعْطِيَ يُسْرَ لَيْلَتِهِ حَتَّى يُصْبِحَ

“Telah menceritakan kepada kami Amr bin Zurarah, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Rasyid Abu Muhammad Al Himmani dari Syahr bin Hausyab ia berkata: Ibnu Abbas berkata: barangsiapa yang membaca surah Yasin ketika berada diwaktu pagi niscaya diberikan kepadanya kemudahan hari itu hingga ia berada diwaktu sore, dan barangsiapa yang membacanya pada awal malam, niscaya diberikan kepadanya kemudahan malam itu hingga ia berada di waktu pagi” (HR. Al-Darimi)

Hal ini juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang melakukan amaliah membaca Yasin di malam Jum’at. Amaliah ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibn Abbas, dikutip oleh Abdurrauf al-Munawwi dalam kitabnya, Faidh al-Qadir (VI/258),

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يَسٍ وَالصَّفَّاتِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَعْطَاهُ اللهُ سُئْلَهُ

“Barangsiapa membaca surah Yasin dan Shaffat di malam Jumat, maka Allah memberikan kepadanya permintaannya.”

Mempererat Tali Silaturrahmi

Adanya tradisi Yasinan di masyarakat membuat ikatan persaudaraan semakin kuat. Karena tradisi ini bukan hanya sekedar berkumpul membaca surah Yasin lalu kemudian pulang kerumah masing-masing. Akan tetapi, biasanya pemilik rumah yang menjadi tempat perkumpulan acara tersebut menyediakan  makanan yang disuguhkan kepada warga yang hadir dalam acara tersebut. Nah, disaat momen makan-makan itu biasanya diselingi dengan bincang-bincang. Pada kesempatan itulah warga saling bertukar pikiran, menceritakan keluh kesahnya kepada warga yang lain. Sehingga mereka yang mendengarkan dapat memberikan solusi terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.

Memudahkan Sakaratul Maut

Sudah merupakan kebiasaan yang tidak pernah hilang dari masyarakat adalah ketika ada keluarga atau warga lain yang meninggal, pasti akan dilakukan pembacaan surah Yasin. Bahkan pembacaan surah Yasin ini dilakukan oleh keluarga si mayit sesaat menjelang ia sakaratul maut. Abdurrauf al-Singgkili, seorang pembaharu islam Nusantara pada abad ke 17 mengemukakan gagasan yang menarik mengenai penafsiran surah Yasin. Dalam kitabnya yang berjudul Tarjuman al-Mustafĭd menyatakan bahwa jika surah Yasin dibacakan atas orang yang sedang sakaratul maut, maka malaikat akan meminta ampunan baginya. ketika orang tersebut meninggal, malaikat ikut memandikan, menghadiri dan mengiringi jenazahnya, serta ikut menyembahyangkan. Bahkan beliau mengatakan, nyawa orang tersebut tidak akan diambil oleh malaikat maut sebelum malaikat Ridwan datang kepadanya dengan membawa air dari surga.

Sementara ada asumsi yang mengatakan bahwa semua hadits Yasin adalah dha’if  dan palsu, hal ini dibantah oleh syaikh as-Syaukani:

حَدِيْثُ مَنْ قَرَأُ يس اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ غُفِرَ لَهُ رَوَاهُ الْبَيْهَقِيْ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ مَرْفُوْعًا وَ إِسْنَادُهُ عَلَى شَرْطِ الصَحِيْحِ وَأَخْرَجُهُ أُبُوْ نُعَيْمٍ وَأَخْرَجَهُ الْخَطِيْبُ فَلاَ وَجْهَ لِذِكْرِهِ فِيْ كُتُبِ الْمَوْضُوْعَاتِ

“ Hadits yang berbunyi: “Barangsiapa membaca Surah Yasin seraya mengharap ridha Allah, maka ia diampuni.”HR. Baihaqi dari Abu Hurairah secara marfu’, sanadnya sesuai kriteria hadits shahih. Juga diriwayatkan Abu Nu’aim dalam al-khatib (al-Baghdadi). Maka tidak ada jalan mencantumkannya dalam kitab-kitab hadits palsu.

Sebenarnya Masih ada banyak keutamaan lain dari surah Yasin yang juga tidak kalah menakjubkan bagi kehidupan masyarakat muslim Indonesia. Apalagi jika kita melihat lebih spesifik pelaksanaannya dalam adat istiadat yang berbeda di setiap daerah. Singkatnya, keutamaan membaca surah Yasin menjadi tanda bahwa Alquran benar-benar hidup dan menjadi sumber Landasan kehidupan masyarakat muslim indonesia.

Harfin
Mahasiswa Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto, aktif di CRIS Foundation
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Ilustrasi stunting

Stunting dan Kajian Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 233

0
Surah Al-Baqarah ayat 233 yang berbicara tentang cara merawat dan membesarkan seorang anak tidak hanya terbatas pada hukum menyusui seorang anak, wajib atau sekadar...