BerandaKisah Al QuranKisah Persalinan Maryam dalam Tinjauan Medis

Kisah Persalinan Maryam dalam Tinjauan Medis

Maryam adalah di antara perempuan inspiratif yang kisahnya diabadikan dalam Alquran. Ada banyak kisah kegetiran yang berhasil ia lalui dengan kesabaran yang patut diteladani para wanita muslimah. Di antara momentum yang diceritakan dalam Alquran adalah saat-saat dirinya hendak melahirkan Nabi Isa a.s. Allah Swt. berfirman,

فَاَجَاۤءَهَا الْمَخَاضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِۚ قَالَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا. فَنَادٰىهَا مِنْ تَحْتِهَآ اَلَّا تَحْزَنِيْ قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا. وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ۖ  فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًا ۚفَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًاۙ فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّا ۚ

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum, dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.” (Q.S. Maryam: 23-26).

Baca juga: Masa Mengandung Hingga Persalinan Siti Maryam dalam Alquran 

Selain pesan-pesan yang sarat dengan keteguhan dan keimanan, rupanya kisah persalinan Maryam di atas relevan di dunia medis. Berikut ini poin-poin hikmah persalinan Maryam yang dapat diterapkan ibu ketika proses persalinan.

Mengkonsumsi Kurma

Pertama, mengkonsumsi kurma. Cukup banyak mufasir yang memaparkan keutamaan kurma berkenaan kisah Maryam di atas. Az-Zamakhsyari berpendapat bahwa ayat di atas sebagai isyarat dari Allah kepada Maryam bahwa buah kurma amat cocok dengan wanita dalam keadaan akan melahirkan dan setelahnya (Tafsir Al-Kasysyaf, 3/11). Selain itu, Sayyid Quthb, juga berpendapat bahwa makanan manis sangat cocok untuk para ibu bersalin. Buah kurma kering dan basah adalah makanan yang baik bagi para wanita yang sedang nifas (Tafsir fi Zhilal al-Quran, 14/265).

Setia Budi Sumandra (2019) dalam artikelnya yang berjudul Kurma dalam Perspektif Alquran, Hadis, dan Sains menyebutkan manfaat buah kurma ketika persalinan antara lain: memperlancar proses melahirkan, mencegah pendarahan rahim, memperlancar asi, dan memberi tambahan tenaga.

Baca juga: Belajar Menghadapi Mental Block dari Kisah Siti Maryam

Sumandra juga mengutip Dokter Muhammad an-Nasimi, penulis kitab ath-Thib an-Nabawy wal ‘Ilmil Hadis, bahwa perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan makanan dan minuman yang kaya akan unsur gula lantaran banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan jabang bayi.

Kurma dengan kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolennya, yaitu kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi. Selain itu, kandungan Potasium di dalam kurma berguna untuk mengatasi masalah stress, sembelit, dan lemah otot sehingga cocok diberikan pada wanita melahirkan.

Kestabilan Emosi

Kedua, anjuran bersenang hati dan asupan nutrisi. Dalam surah Maryam ayat 26, terdapat anjuran makan, minum, dan bersenang hati. Asupan nutrisi sangat dibutuhkan oleh ibu bersalin untuk tenaga, menghindari kelelahan yang berakibat dehidrasi, serta menjamin kesejahteraan ibu dan janin (Nur Muhammad Fatih Al Badri: 2023).

Al Badri dalam tulisannya mengatakan bahwa larangan untuk tidak bersedih hati erat kaitannya dengan persalinan. Kesedihan membuat manusia berhenti untuk bergerak, sementara faktor yang mempengaruhi persalinan adalah kekuatan gerak ibu yang hendak melahirkan.

Baca juga: Belajar dari Kisah Hannah dan Maryam: Dua Sosok Ibu Tunggal Inspiratif

Cantika Siti dan Wiwin Widayani (2022) juga menegaskan bahwa psikologi ibu yang terganggu dapat mempengaruhi kemajuan persalinan, yang dapat menimbulkan stres. Hal itu dapat berimbas pada penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya aliran oksigen ke rahim.

Di balik kisah Maryam yang mencontohkan kesabaran dan ketawakalan yang luar biasa ketika melahirkan seorang diri, rupanya terdapat hikmah dari sisi medis yang dapat diaktualisasikan di masa kini. Adapun beberapa anjuran dalam Alquran yang dapat diterapkan ibu melahirkan antara lain: anjuran untuk tidak bersedih, memperbanyak asupan nutrisi, serta konsumsi kurma. Wallah a’lam.

Shopiah Syafaatunnisa
Shopiah Syafaatunnisa
Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung
- Advertisment -spot_img

ARTIKEL TERBARU

Tiga Bentuk Amanah dalam Q.S. Alnisa’ Ayat 58 Perspektif al-Razi

0
Saling menjaga kepercayaan satu sama lain merupakan salah satu komponen terpenting dalam memelihara hubungan sosial, sekaligus menjadi bentuk ketakwaan kepada Allah. Kata amanah sendiri...