Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat 111-114

Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat 111-114

Sebelumnya telah dijelaskan bagaimana kondisi penghuni nereka, sementara Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat 111-114 akan berbicara tentang balasan Allah kepada mereka yang beriman sebagai bentuk apresiasi atas kesabaran mereka dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat 111-114 juga mengingatkan manusia bahwa dunia adalah tempat persinggahan semata, adapun kehidupan yang abadi dan kekal ada di akhirat. Maka, manusia wajib mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk menjalani kehidupan di akhirat kelak.


Baca Sebelumnya: Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat 106-110


Ayat 111

Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan memberi balasan kepada orang-orang mukmin pada hari Kiamat nanti, karena kesabaran dan ketabahan mereka menghadapi ejekan dan tertawaan orang-orang kafir, serta ketaatan dan kepatuhan mereka kepada perintah-Nya.

Sesungguhnya orang-orang mukmin, itulah orang-orang yang menang dan beruntung.

Di akhirat kelak, mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang santai, menertawakan orang-orang kafir yang menertawakan mereka dahulu di dunia. Inilah ganjaran bagi orang-orang kafir atas apa yang telah dikerjakannya di dunia, sebagaimana firman Allah:

فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَۙ  ٣٤  عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۗ  ٣٥  هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ ࣖ  ٣٦

Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. Apakah orang-orang kafir itu diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang telah mereka perbuat?  (al-Muthaffifin/83: 34-36)

Ayat 112

Setelah permintaan penghuni neraka untuk dikembalikan ke dunia ditolak Allah dengan penegasan bahwa mereka akan tetap meringkuk di neraka dan supaya tidak meminta-minta kepada-Nya, mereka ditanya lagi berapa lama mereka hidup di bumi, sejak dilahirkan sampai meninggalkan dunia fana itu ke alam baka.

Ayat 113

Oleh karena besarnya pengaruh bencana yang menimpa penghuni neraka dan hebatnya siksaan dan azab yang dideritanya, maka mereka yang malang itu tidak lagi bisa mengingat berapa lama mereka tinggal di dunia.

Mereka merasa sebentar sekali, bahkan mereka menyangka bahwa mereka tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Pada ayat ini Allah menganjurkan kepada mereka untuk menanyakan berapa lama mereka tinggal di dunia.


Baca Juga: Tafsir Surah Yasin ayat 58-59: Ucapan Salam Untuk Para Penghuni Surga


Ayat 114

Ayat ini menerangkan bahwa mereka memang tinggal di dunia hanya sebentar. Andaikata mereka menyadari hal itu ketika mereka tinggal di dunia, sedang kehidupan yang dihadapinya di akhirat adalah kehidupan yang tiada batasnya, tentu mereka akan berbuat hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan yang diperintahkan Allah.

Akan tetapi, mereka lalai menyadarinya, sehingga mereka layak mendapat azab dari Allah. Rasulullah bersabda:

رَوَى اِبْنُ اَبِيْ حَاتِمٍ عَنْ اَيْقَعَ بْنِ عَبْدِ اْلكَلاَعِى. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ اِذَا دَخَلَ اَهْلُ الْجَنَّةِ اَلْجَنَّةَ. وَاَهْلُ النَّارِ اَلنَّارَ. قَالَ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ، كَمْ لَبِثْتُمْ فِى اْلاَرْضِ عَدَدَ سِنِيْنَ؟ قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْبَعْضَ يَوْمٍ. قَالَ: لَنِعْمَ مَا اِتَّجَرْتُمْ فِى يَوْمٍ اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ رَحْمَتِى وَرِضْوَانِى وَجَنَّتِى اُمْكِثُوْا فِيْهَا خَالِدِيْنَ مُخَلَّدِيْنَ، ثُمَّ قَالَ يَا أَهْلَ النَّارِ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى اْلاَرْضِ عَدَدَ سِنِيْنَ؟ قَالُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْبَعْضَ يَوْمٍ فَيَقُوْلُ بِئْسَ مَا اِتَّجَرْتُمْ فِى يَوْمٍ اَوْبَعْضَ يَوْمٍ نَارِي وَسُخْطِى اُمْكِثُوْا فِيْهَا خَالِدِيْنَ مُخَلَّدِيْنَ.

Ketika Ibnu Abi Hātim meriwayatkan  dari Aiqa’  bin Abd al-Kala’i, Rasulullah bersabda bahwa apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka ke dalam neraka; Allah berfirman, “Wahai penghuni surga! Berapa lama engkau hidup di dunia?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari.” Allah berfirman, “Alangkah baiknya engkau sekalian menginvestasikan waktu yang sehari itu, atau tidak sampai satu hari itu. Engkau sekalian memperoleh rahmat-Ku, rida-Ku dan surga-Ku. Tinggallah kamu sekalian di dalam surga  untuk selama-lamanya.” Sesudah itu Allah berfirman, “Wahai penghuni neraka! Berapa lamakah kamu tinggal hidup di dunia?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di dunia hanya sehari atau tidak sampai satu hari.” Allah berfirman, “Alangkah buruknya kamu sekalian menginvestasikan waktu yang sehari atau tidak sampai satu hari itu. Kamu sekalian menerima murka-Ku dan memasuki neraka-Ku. Tinggallah di dalam neraka untuk selama-lamanya.”

(Tafsir Kemenag)


Baca Setelahnya: Tafsir Surah Al-Mu’minun Ayat 115-118


Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Air: Anugerah Ilahi dan Etika Manusia Terhadapnya

0
Air adalah anugerah Ilahi yang diturunkan ke muka bumi, kekayaan yang berharga dan warisan penting bagi generasi mendatang. Maka sejatinya kita harus mensyukuri segala...