Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 30-36

Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 30-36

Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 30-36 ini merupakan lanjutan kisah Nabi Ibrahim pada penafsiran sebelumnya. Namun, pada Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 30-36 ini lebih spesifik menceritakan tentang malaikat yang menjadi tamu Nabi Ibrahim dan diutus untuk memberi adzab kepada kaum Nabi Luth yang tidak beriman dan melakukan perbuatan yang dibenci yaitu homoseksual. Dari Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 30-36 ini menjadi peringatan untuk kita semua memperhatikan dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah.


Baca Sebelumnya: Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 20-23


Ayat 30

Ayat ini mengungkapkan tentang jawaban malaikat itu terhadap keraguan Sarah bahwa ia tidak perlu heran; yang demikian itu adalah keputusan Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Ayat 31

Nabi Ibrahim bertanya kepada para malaikat setelah menjamu mereka dengan makanan, akan tetapi makanan yang dihidangkan tidak mereka sentuh, sehingga mendebarkan hati Nabi Ibrahim, kemudian beliau bertanya, “Apakah ada firman Allah dalam hal ini hai para utusan?” Pada firman Allah yang lain digambarkan sebagai berikut:

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ اِبْرٰهِيْمَ الرَّوْعُ وَجَاۤءَتْهُ الْبُشْرٰى يُجَادِلُنَا فِيْ قَوْمِ لُوْطٍ  ٧٤  اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَحَلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ  ٧٥  يٰٓاِبْرٰهِيْمُ اَعْرِضْ عَنْ هٰذَا ۚاِنَّهٗ قَدْ جَاۤءَ اَمْرُ رَبِّكَۚ وَاِنَّهُمْ اٰتِيْهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُوْدٍ  ٧٦

Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bertanya jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Luth. Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati dan suka kembali (kepada Allah). Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak. (Hud/11: 74 – 76)

Ayat 32-34

Para malaikat menjawab, bahwa mereka sesungguhnya diutus kepada kaum Luth dengan membawa azab yang sangat pedih disebabkan dosa mereka yang sangat keji yaitu melakukan homoseksual. Para malaikat itu akan melempari kaum Luth dengan batu-batu berasal dari tanah yang sangat keras yang telah dibakar, dan telah diberi tanda-tanda dari sisi Allah dengan nama-nama orang yang akan dibinasakan yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam kedurhakaan.


Baca Juga: Kisah perilaku Homoseksual Kaum Nabi Luth


Ayat 35-36

Pada ayat ini Allah menerangkan, bahwa setelah para malaikat pergi kepada kaum Luth untuk menurunkan azab, timbullah tanya jawab di antara mereka tentang caranya menghancurkan orang-orang durhaka, maka Allah memerintahkan agar mereka lebih dahulu mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kampung halaman mereka, agar terhindar dari azab. Para malaikat itu hanya menjumpai sebuah rumah saja yaitu rumah Nabi Luth dengan penghuninya yang muslim sekitar tiga belas orang saja. Mereka yang selamat pada ayat ini disebut sebagai orang Islam yang berserah diri dan tekun melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Pada kedua ayat ini diterangkan bahwa di antara kaum Luth hidup orang-orang mukmin dan Muslimin. Menurut Muhammad Ali a¡-¢abµni, mereka disebut Mukminun/23: 35 karena mereka mengimani dengan hati, dan mereka disebut sebagai Muslim (ayat 36) karena mereka mengamalkan ajaran-ajaran Allah dengan anggota tubuh mereka dengan ketaatan. Hal ini sejalan dengan hadis al-Bukhari dan Muslim yaitu ketika Rasullulah saw ditanya tentang Islam dan Iman:

مَاالإْسْلاَمُ؟ قَالَ: شَهَادَةُ أَنْ لاَاِلٰهَ ِالاَّاللهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَاِقَامُ الصَّلاَةِ ِوَاِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ وَحِجُّ اْلبَيْتِ .وَمَااْلاِيْمَانُ؟ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اﻵخِرِ وَبِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ مِنَ اللهِ. (رواه البخاري ومسلم)

Apakah Islam? beliau menjawab, “Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat (yang lima waktu), mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan naik haji ke Baitullah. Dan apakah iman itu? beliau menjawab, Engkau Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Nya, para utusan-Nya, hari akhir dan kepada takdir yang baik dan yang buruk dari Allah. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Perlu dijelaskan di sini apabila kata Islam disebut secara sendiri, maka berarti tercakup pengertian iman. Demikian pula dengan kata iman bila disebut sendiri berarti tercakup kata Islam. Tetapi kalau keduanya disebutkan bersamaan, maka keduanya berbeda satu sama lain, masing-masing memiliki artinya sendiri-sendiri, iman berbeda dari Islam.

(Tafsir Kemenag)


Baca Setelahnya: Tafsir Surat Adz-Dzariyat Ayat 37-42


Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Empat Fungsi Gramatika dalam Pemahaman Ayat Alquran

Empat Fungsi Gramatika dalam Pemahaman Ayat Alquran

0
Pemahaman Alquran berawal dari susunan kalimat yang ditampilkannya. Alquran berbahasa Arab, di dalamnya memuat rangkaian fungsi kalimat dengan ragam bentuk kalimat. Setiap fungsi kalimat...