Di era post-truth saat ini, ruang digital kita sering kali menjadi medan tempur klaim kebenaran. Masalah utama yang muncul bukan karena kurangnya informasi, melainkan meluapnya...
Dunia penafsiran Al-Qur’an telah memberikan banyak wacana emas bagi generasi belakangan dalam upaya merespons keresahan zaman. Di satu sisi, ada tuntutan untuk menguasai setumpuk...
Perkembangan tafsir al-Qur’an tidak pernah berhenti pada satu bentuk. Dari corak riwāyah, dirāyah, fiqhī, falsafī, hingga adabī-ijtima‘ī, setiap zaman menghadirkan cara baca yang lahir dari kebutuhan...
Di tengah arus besar studi Al-Qur’an, sering kali muncul ketegangan antara kelompok yang ingin menjaga kesucian teks dengan cara memitologikannya dan kelompok yang ingin...
Diskursus Ma‘nā-cum-Maghzā (MCM) yang digagas oleh Sahiron Syamsuddin merupakan sebuah upaya menjaga relevansi Al-Qur’an dalam menjawab tantangan zaman. Sebagaimana diakui—dan jika kita membedah lebih...
Munculnya pendekatan Ma‘nā-cum-Maghzā (MCM) Sahiron Syamsuddin (2017, 2022) dan Tafsīr Maqāṣidī Abdul Mustaqim (2019), menunjukkan bahwa diskusi mengenai studi Al-Qur’an dan tafsir di era...
Pernahkah terlintas dalam benak bahwa selama ini manusia membaca Al-Qur’an hanya untuk memuaskan ego sendiri? Kecenderungan ini disebut sebagai antroposentrisme, paham yang menempatkan manusia...
Dalam dua dekade terakhir, studi tafsir Al-Qur’an mengalami pergeseran paradigma yang cukup signifikan. Jika dahulu tafsir sering dilihat sebagai produk pemikiran individual sang penafsir...
Al-Qurṭubī tahu bahwa sejak lama perdebatan tentang tafsir ayat-ayat mutasyābihāt, khususnya yang menyinggung sifat-sifat antropomorfisme (seperti yad atau wajh), telah memecah belah teologi...
Artikel ini membahas kontribusi Peter G. Riddell dalam mengkaji sejarah terjemahan Al-Qur’an di Asia Tenggara, khususnya melalui tulisannya Qurʾān translations in pre-modern Southeast Asia....