Beranda Tafsir Tahlili Tafsir Surah al-Hijr Ayat 73-77

Tafsir Surah al-Hijr Ayat 73-77

Tafsir Surah al-Hijr Ayat 73-77 menjelaskan bentuk azab yang ditimpakan Allah kepada kaum nabi Luth. Azab tersebut dimulai dengan bunyi halilintar pada waktu subuh, kemudian bencana lainnya muncul silih berganti hingga memporak-porandakan negeri tersebut. Lebih jelasnya, akan diterangkan bagaimana model dan alasan ditimpakan azab kepada kaum tersebut, serta menjadi pelajaran kepada kaum setelahnya, agar tidak melakukan kedurhakaan serupa.


Baca Sebelumnya : Tafsir Surah al-Hijr Ayat 66-72


Ayat 73

Ayat ini menerangkan azab yang ditimpakan kepada kaum Lut, untuk menunjukkan akibat perbuatan mereka. Azab itu datang pada dini hari berupa suara halilintar yang menghancurkan kota Sodom. Pada ayat yang lain disebut bahwa azab itu datang pada waktu subuh dan berakhir pada waktu matahari terbit.


Baca Juga: Kisah perilaku Homoseksual Kaum Nabi Luth


Ayat 74

Allah menerangkan bentuk azab yang menimpa kaum Lut ada tiga macam:

  1. Berupa suara petir yang mengguntur dan menakutkan;
  2. Membalikkan kota Sodom, sehingga lapisan tanah yang semula di atas terbalik menjadi lapisan yang di bawah;
  3. Menghujani mereka dengan batu.

Ayat 75

Ayat ini menerangkan perbuatan dan tingkah laku kaum Lut, kemudian mereka dihancurkan karena perbuatan-perbuatan mereka yang bertentangan dengan perintah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Mahakuasa, mengasihi dan menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman, dan mengazab orang-orang yang ingkar kepada-Nya.

Orang-orang beriman, yang memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, menjadikan semuanya itu sebagai pelajaran, sebagaimana tersebut dalam hadis:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِتَّقُوْا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُوْرِ اللهِ ثُمَّ قَرَأَ هٰذِهِ اْلاٰيَةَ.

(رواه الترمذي وابن جرير الطبري عن أبي سعيد الخدري)

Rasulullah swt bersabda, “Jagalah dirimu terhadap firasat orang-orang yang beriman karena sesungguhnya ia melihat dengan nµr Allah,” kemudian beliau membaca surah ini. (Riwayat at-Tirmizi dan Ibnu Jarir at-Thabari dari Abu Sa’id al-Khudri). Firasat ini ada dua macam:

  1. Suatu kesan dan perasaan yang dijadikan Allah swt pada hati orang-orang yang saleh. Kemampuan yang diberikan kepadanya untuk membaca raut muka, tingkah laku dan keadaan orang lain.
  2. Firasat yang ditimbulkan oleh pengalaman, kehidupan yang luhur, dan budi pekerti yang mulia.

Dalam hadis disebutkan pula:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِنَّ ِللهِ عِبَادًا يَعْرِفُوْنَ النَّاسَ بِالتَّوَسُّمِ. (رواه الطبراني و البزار عن أنس بن مالك)

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang mengetahui manusia dengan tanda-tanda.” (Riwayat at-Thabrani dan al Bazzar dari Anas bin Malik)

Ayat 76

Allah swt menerangkan bahwa negeri kaum Lut yang telah dihancurkan itu terletak pada jalan-jalan yang biasa dilalui manusia. Reruntuhannya dapat dilihat sampai saat ini oleh orang-orang yang mengadakan perjalanan dari Medinah ke Syam. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt dalam firman-Nya yang lain:

وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ  ١٣٧  وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ   ١٣٨

Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi, dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti? (as-Shaffat/37: 137-138).

Orang-orang Arab Mekah biasanya mengadakan perdagangan ke Syam. Mereka berangkat dalam kafilah. Dalam perjalanan mereka pulang balik dari Mekah ke Syam itu, mereka melalui negeri kaum Lut dan dapat menyaksikan bekas-bekasnya.

Ayat 77

Kemudian Allah swt memperingatkan bahwa azab yang ditimpakan-Nya kepada kaum Lut sehingga mereka hancur binasa serta terhindarnya Lut beserta pengikutnya merupakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah. Dia akan mengazab setiap orang yang ingkar dan durhaka dan memberi pahala orang-orang yang beriman kepada-Nya.

Sedang bagi orang-orang kafir, peristiwa yang menghancurkan kaum Lut itu hanyalah semata-mata akibat bencana alam. Adanya gempa bumi, panas terik sepanjang tahun, dan timbulnya wabah penyakit adalah suatu hal yang biasa terjadi di alam ini, tidak ada hubungan dengan kedurhakaan dan keingkaran manusia pada Allah swt.

(Tafsir Kemenag)


Baca Setelahnya : Tafsir Surah Al Hijr Ayat 78-84


Redaksihttp://tafsiralquran.id
Tafsir Al Quran | Referensi Tafsir di Indonesia
- Advertisment -

ARTIKEL TERBARU

Air: Anugerah Ilahi dan Etika Manusia Terhadapnya

0
Air adalah anugerah Ilahi yang diturunkan ke muka bumi, kekayaan yang berharga dan warisan penting bagi generasi mendatang. Maka sejatinya kita harus mensyukuri segala...