Cirebon — Website Tafsiralquran.id mendapatkan apresiasi bergengsi dari Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) dalam ajang The 8th Annual Meeting of AIAT se-Indonesia yang dirangkaikan dengan International Conference. Penghargaan tersebut diberikan dengan predikat “Website Peneroka Kajian Al-Qur’an dan Tafsir”, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam pengembangan literasi dan studi Al-Qur’an di era digital.
Pemberian penghargaan ini berlangsung dalam rangkaian kegiatan ilmiah yang diselenggarakan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon pada 28 November hingga 1 Desember 2025. Acara ini merupakan pertemuan tahunan ke-8 AIAT yang dikemas dalam format konferensi internasional, menghadirkan akademisi, peneliti, serta praktisi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia maupun mancanegara.
Penghargaan ini menegaskan bahwa Tafsiralquran.id dinilai berhasil menjadi salah satu pelopor dalam mendiseminasikan kajian tafsir secara populer namun tetap berbasis akademik. Platform ini dianggap mampu menjembatani tradisi keilmuan klasik dengan kebutuhan masyarakat digital masa kini.

Baca juga: Qur’anic Green Ethics: Tafsir Ekologis dalam Menjawab Krisis Iklim Global
Penghargaan ini diberikan beriringan dengan adanya konferensi internasional tahun ini, yakni “The Qur’an and Religious Literacy in Southeast Asia”. Tema tersebut menyoroti bagaimana Al-Qur’an dipahami dan diajarkan melalui berbagai medium mulai dari pesantren dan surau, hingga platform digital serta bagaimana praktik tersebut membentuk literasi keagamaan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Adapun sub-tema yang diangkat dalam konferensi meliputi:
- Penafsiran Al-Qur’an di era digital
- Al-Qur’an dan literatur populer
- Relasi Al-Qur’an dengan teknologi dan media digital
- Sejarah dan warisan intelektual tafsir di Asia Tenggara
- Dinamika tafsir modern dan kontemporer
- Manuskrip Al-Qur’an di Asia Tenggara
- Literasi keagamaan dan identitas sosial
Konferensi ini juga membuka call for papers bagi para akademisi dengan tenggat pengumpulan abstrak pada 31 Oktober 2025, dilanjutkan dengan notifikasi penerimaan pada 7 November 2025, serta pengumpulan full paper pada 20 November 2025.
Baca juga: Fungsi Al-Quran, Kitab Samawi yang Lain dan Cara Mendakwahkannya

Momentum penghargaan ini menjadi penegas bahwa transformasi digital dalam kajian Al-Qur’an bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis. Kehadiran Tafsiralquran.id dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam memperluas akses publik terhadap kajian tafsir yang kredibel, inklusif, dan relevan dengan konteks kekinian.
Dengan capaian ini, Tafsiralquran.id diharapkan terus menjadi ruang eksplorasi intelektual yang produktif sekaligus inspiratif bagi perkembangan studi Al-Qur’an dan Tafsir di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. (Red.)
Baca juga: Keterkaitan Al-Quran, Kitab-Kitab Terdahulu dan Keragaman Syariat
















